
Keesokan harinya. Ellena sedang meninjau dapur. Sebagai seseroang yang memegang kendali dalam istana, Ellena ingin memastikan semua berjalan dengan baik. Namun, ternyata Ellena menemukan setumpuk bahan makan yang ditimbun kepala gudang bahan makanan untuk kemudian dijual lagi. Sebenarnya Ellena menemukan adanya kecurangan berdasarka ingatannya dikehidupan sebelumnya. Karena sudah bertekat menjadi Permaisuri Kejam, maka ia harus menunjukkan sisi kejamnya itu pada semua orang disekitarnya.
Tidak hanya bagian gudang. Pembukuan pengeluran dapur pun diperiksa dan Ellena menemukan pembukuan ganda. Kepala bagian dapur bekerja sama dengan kepala koki menggelapkan dana untuk membeli bahan makanan. Ellena marah besar, ia mendisiplinkan seluruh pekerja dapur tanpa terkecuali.
"Kalian semua mau mati, ya?" kata Ellena duduk menyilang kaki.
"A-ampuni saya, Yang Mulia. Saya tidak bersalah. Saya hany menuruti perintah," kata kepala dapur.
"Perintah? siapa orang yang memerintahmu, huh?" tanya Ellena menatap tajam.
Kebetulan di saat itu Catharina yang sedang berjalan-jalan ditemani Bertha melihat banyak pelayan berlutut di depan gudang. Dan di hadapan mereka duduk Ellena didampingi dayang dan dua orang pelayan.
Catharina bertanya pada Bertha, apa yang terjadi. Bertha mengatakan, jika ia tidak tahu apa-apa, karena sejak pagi sibuk memilah gaun Catharina bersama pelayan lain. Padahal Bertha tahu apa yang terjadi, dan ia memang sengaja diminta Ellena menggiring Catharina jalan-jalan disekitar dapur utama.
Catharina yang penasaran pun mendekati Ellena dan bertanya apa hal yang terjadi. Baru saja Catharina tiba, kepala dapur istana langsung menuding Catharina sebagai dalang dibalik semua yang terjadi.
"Dia ... Lady itu yang menghasut saya, Yang Mulia." kata Kepala dapur istana.
Catharina kaget, "A-apa-apaan kau! dasar pelayan rendahan. Beraninya kau nenudingku," kata Catharina marah.
"Cukup! Hentikan ini semua. Aku akan menginterogasi kalian satu persatu. Dan kau, Lady Rosaro, kau dituding kepala dapur istana, yang artinya kau pun ikut terlibat. Aku tidak peduli siapa yang ada dibalik kalian, mau itu bangsawan atau bukan, aku akan menghukum yang bersalah." kata Ellena.
__ADS_1
"Yang Mulia, saya tidak bersalah. Pelayan itu memfitnah saya. Bagaimana bisa saya menghasutnya, saya saja tidak pernah menginjakkan kaki ke dapur utama," kata Catharina.
"Benarkah? lalu yang kau lakukan hari ini apa? bukankah kau sedang menginjak wilayah dapur utama, meksi ini di gudang?" kata Ellena menatap tajam ke arah Cathrina.
"I-itu ... sa-saya ... (Catharina melirik Bertha) pelayan ini yang merekomendasikan. Ya, pelayan ini. Benar, kan? kau kan yang mengajakku ke sin?" tanya Catharina panik.
"Sialan! aku harus mencari alasan untuk mengindari wanita ini. Bisa-bisa dia menyeretku keluar istana sebelum aku sepenuhnya mengendalikan Yang Mulia Kaisar." batin Catharina.
"Inilah sifat aslimu, Catharina. Kau akan menyalahkan orang lain demi untuk menutupi kesalahanmu." batin Ellena.
"Maafkan saya, Yang Mulia. Karena Lady bosan, sayang mengajak jalan-jalan dan tahu-tahu kami sudah sampai di sini. Kami tidak sengaja melihat kerumunan dan menghampiri kemari. Maafkan saya, Yang Mulia. Maafkan saya," kata Bertha.
Ellena memijat keningnya lembut, "Hahh ... (menghela napas panjang) Baiklah. Kau bisa pergi, bawa Lady Rosaro sekalian pergi. Aku akan datang ke istana Dandelion setelah urusan di sini selesai. Aku membaiarkan kalian pergi, bukan berarti kalian bisa lepas dari intergasiku. Paham?" kata Ellena.
Bertha segera membawa Catharina pergi dari hadapan Ellena. Pandangan Bertha sempat bertemu Ellena, Bertha menganggukkan kepala sekali sebagai isyarat dan Ellena tersenyum tipis, lalu kembali memasang wajah dinginnya.
Ellena melakukan yang seharusnya. Ia mengintergasi semua pelayan yang melanggar aturan. Menimbun bahan makanan dan berani meggelapkan dana pembukuan dapur. Sebagai hukuman, orang-orang yang bersangkutan dihukum cambuk masing-masing sepuluh kali dan diberhentikan. Mereka dipulangkan ke tempat asal masing-masing. Ellena sudah menegaskan, jika ia tak akan menerima tawar menawar.
***
Setelah membereskan dapur. Sesuai perkataannya, ia datang ke istana Dandelion. Bertha menyambut dan menyampaikan kedatangan Ellena pada Catharina. Bertha mengatakan, kalau Ellena menunggu diruang tunggu istana Dandelion. Catharina yang sedang duduk santai menikmati teh pun kaget. Ia segera berdiri dan pergi ke ruang tunggu menemui Ellena.
__ADS_1
"Ya-yang Mulia," sapa Catharina.
"Hm, aku tidak mengganggu, kan? sesuai perkataanku, aku datang menemuimu. Mari bicara terus terang sekarang. Apa kau sungguh tak ada hubungannya dengan kekacauan di dapur istana? akui dan jujur saja, aku akan meringankan hukumanmu." kata Ellena.
Catharina menggelengkan kepala, "Saya tidak melakukannya, Yang Mulia. Sungguh," kata Catharina.
Ellena menyilangkan dua tangan di dadanya, "Baiklah, aku akan percaya kalau kau tidak ada hubunganya. Oh, ya ... bicara soal kau yang ingin mendekorasi istana ini, kau perlu tahu kalau semua perabotan di sini baru diganti dua bulan lalu, dan kalau kau mau menggantinya lagi, bukankah itu namanya pemborosan? Meski kau punya uang, jangan membuang uang untuk hal yang sia-sia. Diluarkan saja, masih banyak orang yang kekurangan dan membutuhkan. Sebagaiknya kau juga banyak bersyukur, atas apa yang sudah kau terima setelah tinggal di sini." kata Ellena mempermalukan Catharina.
Catharina mengerutkan dahi, "Cukup, Yang Mulia. Saya tahu Anda tidak menyukai saya, tapi Anda tidak boleh memperlakukan saya seperti ini. Saya itu wanita yang dibawa oleh Yang Mulia Kaisar langsung." kata Catharina menyombongkan diri.
"Ya, aku tahu itu. Kau adalah wanita yang dibawa langsung oleh Yang Mulia Kaisar. Namun, kau perlu membuka matamu, Lady. Lihat baik-baik, kau itu dibawa sebagai apa? jangan meninggikan kata-kata, kalau kenyataannya kau itu hanya bayangan di sini." kata Ellena.
Sekali lagi Ellena menampar Catharina dengan kenyataan yang ada. Ellena sengaja meprovokasi Catharina yang memang mudah tersinggung dan emosian. Mendengar kata-kata Ellena, tentu saja sangat menbuat Catharina kesal. Ellena menertawakam Catharina dalam hati. Ia menilai Catharina sangatlah bodoh dan mudah dipengaruhi.
"Lihat ini. Hanya dengan beberapa kata-kata pedasku kau langsung marah. Sebentar lagi kau pasti mengadu pada Winter kalau aku sudah membuatmu kesal. Ya, mengadu saja. Winter juga pasti akan muak mendengar ceritamu. Hahaha ... lakukan sesuai keinginanmu. Puas-puaslah menyombongkan diri. Setelah ini kau tidak kan bisa lagi sombong dan angkuh, Catharina." batin Ellena.
Ellena langsung pergi meninggakkan istana tempat tinggal Catharina. Selepas kepergian Ellena, Catharina yang emosi pun meluapkan kekesalannya dengan memporak porandakan seisi ruang tunggu. Ia memecahkan beberap vas untuk melupakan amarahnya. Bertha yang melihat hanya bisa menghela napas. Ia kesal, tapi ia tidak boleh menunjukkan sisi kesalnya, atau Catharina akan tersinggung.
"Aaaaarggghhh! sialan! dasar wanita sialan! Lihat saja, aku akan membalasmu nanti." umpat Catharina terang-terangan.
"Apa wanita ini kerasukan roh jahat? Bagaimana bisa dia mengumpati Permaisuri Kekaisaran? Dia juga setiap marah memecahkan barang. Yang Mulia Permaisuri memang sangat pandai memancing kemarahan wanita ular ini." batin Bertha.
__ADS_1
Catharina yang kesal pun langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia meminta Bertha membereskan ruang tunggu. Bertha mengiakan, ia meminta bantuan dua pelayan lain untuk membantunya bersih-bersih. Kalau tidak secepatnya dibersihkan, maka mereka akan terkena murka Catharina.