Menjadi Permaisuri Kejam

Menjadi Permaisuri Kejam
12. Menjalankan Rencana


__ADS_3

Janette terus mengawasi dari luar. Meski ia masih terpengaruh sihir penyamaran, tetap saja ia tidak berani masuk karena takut pengaruh sihirnya tiba-tiba hilang dan ketahuan. Janette tak mau menjadi sumber masalah bagi Ellena. Cukup lama ia menunggu di luar restoran sampai pada akhirnya Catharina dan Erwan keluar bersama-sama dari dalam restoran dan berpisah jalan.


Janette pun segera pergi ke kedai minuman di mana ia sebelumnya bertemu temannya. Di sana ia melihat Carlos sudah duduk menunggunya. Janette duduk di samping Carlos, lalu memesan minuman. Setelah menimumannya datang, Janette langsung meneguk habis minuman itu dalam sekali tegukan.


"Ada apa? kenapa Nona minum seperti itu?" tanya Carlos.


"Anda bisa menebak, siapa orang yang ditemui Lady Rosaro? saya minum seperti ini karena terkejut juga kesal." jawab Janette.


"Siapa? kenapa Anda kesal?" tanya Carlos tak mengerti.


"Tuan Erwan, Sekretaris istana. Saya kesal karena tidak bisa masuk dan menguping dengar percakapan mereka. Mereka pasti membicarakan sesuatu hal penting. Dan ...  " tiba-tiba Janette menghentikan perkataanya.


Janette ingat kata-kata Catharina saat bertemu orang asing di jalan sempit sebelum bertemu Erwan. Jelas sekali seseorang itu mengatakan, kalau ramuan yang diberikan pada Catharina dikonsumsi, maka akan menimbulkan efek samping yakni cuci otak. Itu artinya ada orang yang otaknya ingin dicuci Catharina agar orang tersebut patuh dengan perkataan Catharina.


"Sir, kita harus kembali ke kastel Grand Duke. Saya harus segera menyampaikan sesuatu hal penting pada Yang Mulia. Ini tentang ramuan yang tadi didapatkan Lady Rosaro. Bukankah Anda mendengarnya? Orang yang mengkonsumsinya akan dicuci otak. Siapa menurut Anda kemungkinan orang yang akan dimanfaatkan Lady Rosaro?" kata Janette.


Carlos melebarkan mata, "Tidak mungkin Yang Mulia Kaisar, kan?" jawab Carlos.


"Bagaimana ini? Apa sebaiknya Anda kembali dan memperingatkan Yang Mulia Kaisar? saya akan kembali sendiri ke kastel Grand Duke dan menyampaikan pada Yang Mulia Permaisuri tentang hal ini." kata Janette.


"Baiklah kalau begitu. Tolong sampaikan permintaan maaf saya pada Yang Mulia Permaisuri. Saya juga meminta maaf pada Anda, karena harus pergi tanpa mengawal Anda sampai kastel Grand Duke. Maafkan saya," kata Carlos merasa bersalah.

__ADS_1


"Tidak masalah, Sir. Cepatlah pergi, sebelum Lady Rosaro dan Tuan Erwan sampai istana Anda harus lebih dulu sampai. Kerahkan kemampuan Anda kali ini. Tolong segera Peringatkan Yang Mulia Kaisar dan minta Yang Mulia Kaisar berhati-hati agar tak sembarangan meminum minuman yang diberikan dua orang itu. Karena kita tidak tahu apakah Lady Rosaro menyimpan sendiri ramuan itu atau diberikan pada Tuan Erwan." kata Janette menjelaskan.


"Baik, Nona. Kalau begitu saya permisi. Tolong Nona hati-hati dalam perjalanan kembali ke kastel. Sampai bertemu di istana," pamit Carlos yang langsung berlari pergi meninggalkan Janette di kedai minuman.


Janette membayar minumannya dan segera pergi. Ia juga mengerahkan kekuatan penuh agar bisa segera sampai di kastel Grand Duke. Ia harus segera memberitahu Ellena perihal Catharina dan ramuan misterius, juga bertemuanya Erwan dan Catharina diam-diam di restoran.


***


Sementara itu Ellena dan Mieta pergi mengunjungi pasar. Tak ada yang berubah. Pandangan semua orang orang pada Ayahnya yang merupakan penguasa wilayah tetaplah baik. Grand Duke Laros tak pernah menyulitkan penduduk dan sering membantu diam-diam. Mendengar nama Ayahnya harum, Ellena merasa bangga.


"Ya ... ah, maksud saya Nyonya, kita akan kemana setelah ini?" tanya Mieta.


Ellena menatap Mieta, "Mau membeli gaun untukmu dan pelayan di kastel Grand Duke. Karena itu, bantu aku pilih untuk mereka, ya." kata Ellena.


Langkah kaki Ellena terhenti di sebuah butik yang cukup mewah. Ia segera membuka pintu dan masuk. Pemilik butik langsung menyambut dan terkejut saat melihat seseorang yang dikenalnya datang ke butiknya.


"Ya-yang Mulia Permaisuri," panggil pemilik butik, Selena Izrel.


Ellena tersenyum, "Hallo, Countess Izrel. Apa kedatangan saya mengganggu? saya ingin mencari gaun baru untuk para pelayan kastel Grand Duke." kata Ellena.


Selena sempat bingung dan panik. Ia tidak sangka Ellena akan mendatanginya ke butik. Padahal butiknya bukanlah butik terkenal. Selena meminta maaf karena ia merasa tak layak melayani Ellena. Ia mengaku banyak kekurangan. Ellena menjawab, ia tidak masalah dengan itu. Ia sengaja datang berkunjung untuk menemui Selena karena ada urusan lain selain membeli gaun.

__ADS_1


Ellena meminta Mieta melihat-lihat gaun dulu, sementara ia akan bicara dengan Selena. Mieta mengiakan perkataan Ellena. Selena mengajak Ellena ke ruang kerjanya agar bicara lebih nyaman. Selena meminta pekerjanya membantu Mieta memilih gaun dan melayani Mieta dengan baik.


***


Di ruang kerja Selena. Selena duduk setelah menyajikan teh pada Ellena. Selena kembali meminta maaf, karena hanya menyejika teh dan kudapan yang tak seberapa. Ia merasa malu menjamu Permaisuri Kekaisaran hanya dengan ala kadarnya. Ellena tersenyum, ia mengatakan Selena sudah cukup baik menjamunya. Dan Ellena pun berterima kasih.


"Karena aku juga tak punya banyak waktu. Apa boleh aku langsung bicara pada intinya?" tanya Ellena menatap Selena.


"Silakan, Yang Mulia." jawab Selena.


"Maukah kau menjadi perancang gaunku?  maksudku, kau hanya perlu melayaniku saja. Tidak melayani bangsawan lain." kata Ellena.


Selena terkejut. Matanya langsung berkaca-kaca. Apa yang diminta Ellena adalah impiannya. Sejak saat Ellena diangkat menjadi Permaisuri Kekaisaran. Selena sampai tak bisa berkata-kata karena terkejut. Melihat reaksi Selena yang senang, Ellena ikut senang. Itu artinya ia bisa melindungi Selena dari kematian tragis karena Catharina.


Dikehidupan sebelumnya, Selena adalah perancang gaun Catharina. Dan karena kesalahan, Selena langsung dihukum. Seolah-olah Catharina sengaja ingin membuat Ellena terguncang mentalnya, karena tahu Selena adalah orang yang dekat dengan Ellena. Dikehidupan kali ini, Ellena lebih dulu mencari Selena dan menjadikan Selena perancang gaunnya, sebelum ia dipanggil ke istana dan kemudian ditunjuk Catharina sebagai perancang gaunnya.


"Saya sangat senang bisa melayani Anda, Yang Mulia. Sejujurnya itu adalah impian saya, bisa merancang dan menjahit gaun Anda dengan dua tangan saya. Terima kasih," kata Selena.


"Aku juga senang kau mau menerima tawaranku, Countess Izrel. Mulai sekarang kau adalah orangku. Tidak akan ada orang yang berani menyinggung atau mengganggumu. Dan kalau ada yang kau butuhkan, katakan saja langsung padaku tanpa ragu-ragu." kata Ellena.


Selena menunduk, "Baik, Yang Mulia." jawabnya.

__ADS_1


"Aku berharap dengan ini bisa merubah takdirmu, Selena. Aku ingin orang-orang yang berada dekat denganku baik-baik saja. Meksipun aku sendiri khawatir akan nyawaku. Apakah nantinya aku masih akan dihunus pedang oleh suamiku, meski sudah berusaha mengubah keadaan. Apapun yang terjadi nanti,  aku harap semua berjalan tak seperti masa depan yang kelam itu." batin Ellena.


__ADS_2