
Winter menemui Carlos di depan kedimana Baron Rosaro. Carlos mengira Winter tak datang, karena Winter sangat terlambat. Winter minta maaf, ia mengatakan harus menidurkan Ellena lebih dulu dan baru bisa pergi diam-diam.
"Maksud Anda, Yang Mulia Permaisuri tidak memperbolehkan Anda pergi?" tanya Carlos.
"Ya, begitulah. Entah dia apa yang membuatnya tiba-tiba seperti itu. Aneh saja, dia kan terlihat sangat tak menyukaiku. Sebelumnya juga dia acuh tak acuh padaku." kata Winter.
"Hati seseorang siapa yang tahu. Bukankah Anda senang kalau Yang Mulia Parmaisuri bersikap manja seperti itu?" goda Carlos.
"Sudahlah. Jangan menggodaku. Laporkan saja apa yang kau dapatkan?" tanya Winter.
"Seperti yang Anda katakan, Di rumah Baron memang ada seseorang yang berkunjung. Dia berkunjung dengan dua orang lain, kemungkinan tangan kanan dan pengawal." kata Carlos.
"Hm, begitu. Baiklah, kau bisa pergi. Aku lihat tadi ada yang menunggumu di kediaman Grand Duke. Ehemmm ... aku bukannya mau ikut campur, tapi aku harap kau tak mempermainkan dayang kesayangan Ellena, Carl." kata Winter.
Carlos kaget, "Yang Mulia, jangan sembarangan bicara. Saya dan Janette tidak ada hubungan. Anda jangan membuat saya terlihat seperti pria tak baik," jawab Carlos.
"Ya, ya, ya. Aku mengerti. Pergi sana," kata Winter.
Carlos bertanya, apa tidak apa-apa Winter sendirian? Winter menjawab, ia baik-baik saja. Meminta Carlos untuk tidak khawatir dan segera pergi menemui Janette. Carlos pun berpamitan dan pergi.
__ADS_1
Karena khwatir akan keselamatan Winter, Carlos meminta dua orang pengawal rahasia yang sedari tadi bersamanya, menjaga Winter secara diam-diam. Kedua pengawal rahasia itu menerima perintan Carlos. Dan akhirny Carlos benar-benar pergi meninggalkan kediaman Baron Rosaro.
Winter menjaga jarak dengan kediaman Baron. Ia tahu Baron pasti memasang sihir pelindung di sekeliling kediamannya yang akan langsung aktif jika ada penyusup. Winter tak ingin ketahuan tengah mengawasi Sebastian yang berada dikediaman Winter, karena itu ia mengintai dari jauh. Ia naik ke atas pohon, karena dari atas pohon semua terlihat jelas.
Cukup lama Winter mengawasi, sampai ia melihat tiga orang asing pergi dari kedimana Baron. Mereka bertiga naik kereta kuda. Winter menerka salah satu dari ketiga orang itu adalah Sebastian. Ia curiga pada pria paruh baya dengan rambut hitam pekat. Rambut yang sama seperti rambut ayahnya dan rambutnya.
"Tidak salah lagi. Itu pasti Sebastian." batin Winter.
Begitu kereta kuda bergerak, Winter langsung turun dari atas pohon dan naik ke atas punggung kudanya. Ia mengikuti kereta kuda yang berjalan ke arah pasar.
***
Winter memacu kudanya perlahan dan menghentikan laju kudanya. Ia turun dari kuda, menitipkan kudanya ke penitipan kuda yang ada di pasar. Ia melihat kereta kuda berhenti di sebuah rumah. Winter iseng bertanya pada pemilik penitipan kuda, tentang tempat yang didatangi kereta kuda. Dan pemilik penitipan kuda menjawab, jika itu adalah rumah pelelangan. Pemilik penitipan kuda menambahkan, kalau ia mendengar ada barang-barang bagus dan langka yang akan dilelang malam itu.
Winter memberikan sekatung koin emas pada pemilik penitipan. Ia meminta orang itu menjaga kuda kesayanganya, dan berterima kasih atas informasi yang diberikan. Orang itu memeluk erat kantong uang dan mengiakan permintaan Winter.
Winter segera pergi. Ia berjalan menuju rumah pelelangan. Ia ikut mengantri seperti kebanyakan orang yang ingin masuk. Penjaga memberikan sebuah topeng, Winter menerima topeng dan langsung mengenakan topeng itu. Ia memberikan sekantung emas dan berbisik sesuatu. Rupanya Winter ingin diantar ke ruang khusus VIP. Penjaga itu langsung mengantar Winter, dan melayani Winter dengan baik.
"Aku dengar ada banyak barang datang malam ini. Apa benar?" tanya Winter.
__ADS_1
"Benar, Tuan. Pemilik lelang sepertinya mendapatkan barang-barang istimewa," jawab penjaga.
Winter dipersilakan masuk dalam sebuah ruangan. Rupanya itu adalah ruang VIP di mana para bangsawan kelas atas berkumpul. Winter ditawari pelayan, apakah ingin duduk di kursi depan atau dibelakang. Winter memilih tempat paling pojok di belakang. Karena bentuk tempatnya menyusun seperti tangga, Winter bisa melihat seluruh ruangan meski duduk di tempat paling belakang.
"Apa Anda butuh sesuatu lagi, Tuan?" tanya pelayan. Pelayan itu juga langsung memberikan papan nomor untuk Winter.
"Tidak, terima kasih sudah mrngantarku." jawab Winter.
Pelayan itu membungkuk dan langsung pergi. Winter diam melihat sekeliling. Ia mencari-cari keberadaan Sebastian dan dua orang yang bersama Sebastian. Winter ingat pakaian yang dikenakan Sebastian, jadi ia mencari seseorang dengan pakaian serupa, tapi tak ditemukan. Sampai tiba-tiba pintu ruangan terbuka, satu oramg mengenakan topeng, dan dua lainnya tidak. Winter melihat pakaian yang dikenakan pria bertopeng itu sama persis seperti pakaian Sebastian. Dan Sebastian duduk didepan tak jauh darinya. Karena Winter mengenakan pakaian biasa dan memakai jubah berserta tudungnya, Sebastian jelas tidak tahu kalau itu adalah Winter. Terlebih Winter mengenakan topeng.
Acara lelang pun dimulai. Barang pertama yang dilelang terjual tinggi. Barang kedua dan ketiga sampai kelima juga terjual dengan harga tinggi. Winter penasaran, barang apa yang dikatakan istimewa. Melihat barang pertama sampai barang kelim semua hanya baramg biasa menurutnya.
Barulah saat pembawa acara menyebutkan barang lelang keenam, Winter tersentak kaget, karena barang yang dijual adalah seorang budak wanita. Pembawa acara itu dengan terang-terangan mengatakan, jika budak itu adalah putri dari bagsawan yang bangkrut. Karena Ayahnya kalah berjudi, gadis itupun dijual.
"Sialan! bisa-bisanya mereka memperjual belikan manusia di wilayah kekuasaanku. Aku tidak akan mengampuni mereka," batin Winter.
Winter meminta bantuan seorang pria di sampingnya untuk membeli budak wanita itu, dan ialah yang akan mebayar uangnya. Ia hanya meminjam nama dan papan nomor dari seseorang disampingnya. Ternyata tidak hanya budak. Rumah lelang itu menjual monster sampai bahan obat terlarang seperti yang ia dapatkan dari wilayah seberang untuk diberikan pada Erwan dan Catharina. Winter meminta bantuan beberapa orang lain membeli semua yang dijual. Meksi tak tahu harus diapakan, Winter tak bisa melepas barang yang bisa dijadikan bukti begitu saja. Selesai acara lelang, Winter memberikan upah pada semua orang yang ia mintai tolong dan berterima kasih. Ia berkata, akan mengirim orang membayar sejumlah uang yang mereka keluarkan untuk membeli barang lelang dan akan membayar dua kali lipat dari harga lelang. Semua setuju, dan masing-maisng dari orang itu pergi kecuali Winter. Winter menunggu Sebastian bergerak karena ingin mengikuti.
Sebastian berbincang dengan bawahannya, samar-samar ia mendengar percakapan keduanya. Winter melebarkan mata, saat tahu apa yang mereka bicarakan. Ternyata Sebastianlah orang yang menjual budak, monster sampai bahan obat terlarang. Sebastian mengaku butuh banyak uang untuk bisa merekrut prajurit bayaran dan menyerbu istana Kekaisaran.
__ADS_1