Menjadi Permaisuri Kejam

Menjadi Permaisuri Kejam
27. Kabar Buruk


__ADS_3

Seorang pria paruh baya duduk sambil menatap seseorang dihadapannya. Seseorang itu tertawa, mendengar kabar kalau Kaisar Kekaisaran Veloz sedang ada dalam pengaruh cuci otak. Dan seseorang itu adalah Sebastian.


"Hahaha ... Ayah dan Anak itu memang sama-sama bodoh. Ditambah pemuda itu. Kenapa mereka sangat mudah dibujuk hanya dengan janji?" kata Sebastian mengejek Baron Rosaro, Catharina dan Erwan.


"Sepertinya Rencana Anda akan berjalan lancar, Tuan. Jika wanita itu bisa menyingkirkan Kaisar saat ini, maka Andalah Kaisar selanjutnya." kata Ergen, tangan kanan Sebastian.


"Tentu saja. Dia hanyalah anak ingusan yang bahkan kempuannya tersegel. Kerja kerasku selama ini akan terbayar, Ergen. Setelah menyingkirkan keponakan bodohku itu, akulah yang akan naik ke posisi Kaisar dan menjalankan kuasa." kata Sebastian tertawa lepas.


Sejak awal Ergen diminta Sebastian menghasut Erwan. Karena tahu Erwan adalah seseorang yang serakah dan mudah dibujuk. Terlebih Erwan juga punya niatan tak baik, yakni ingin merebut posisi Kaisar dari Winter. Dengan dijanjikan posisi kaisar, Erwan dihasut Ergen membunuh Winter. Karena tak semudah itu menbunuh Winter, Ergen pun memberikan beberapa arahan. Erwan ternyata meminta bantuan Baron, yang merupakan Ayah kekasihnya. Itulah mengapa Catharina sampai bisa masuk istana. Supaya keberadaan Catharina bisa mengacau Ellena.


Bagi Erwan, mengusik Ellena sama saja mencari mati. Di belakang Ellena ada punggung lebar Grand Duke Laros, Ayahnya. Yang mana tidak ada satu orang pun yang berani melawan atau menentang orang tersebut. Ellena yang polos dan ramah pun dibuat kesal dan dipermainkan Erwan lewat Catharina. Karena itu juga Ellena bisa dijerat dengan mudah dan disingkirkan dikehidupan pertama Ellena. Terlebih Winter langsung yang mengeksekusinya, karena pengaruh cuci otak.


***


Carlos sampai di istana dan segera mendatangi istana peonny, tempat Ellena tinggal. Ia menghadap pelayan agar menyampaikan kedatangannya pada Ellena. Pelayan keluar dari sebuah ruangan dan meminta Carlos masuk.


"Yang Mulia permaisuri sudah menunggu Anda, Tuan Kesatria." kata pelayan.


Carlos bergegas menemui Ellena di ruang baca, "Salam kepada Bulan Kekaisaran, Yang Mulia Permaisuri Ellena De Veloz." kata Carlos sambil berlutut satu kaki.


"Bagunlah, Sir Wishtone. Apakah kau sudah menjalankan perintahku? Dia mana Janette?" tanya Ellena.


Carlos mengambil kantung dan memberikan kantung pada Ellena. Carlos berkata, jika itu adalah ramuan penawar yang sudah susah payah dibuat Erick. Carlos mengatakan, kalau Janette masih tinggal dikediaman Grand Duke, karena Grand Duke sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Ellena keget. Ia menatap Carlos dan bertanya apa yang terjadi? meminta Carlos menjelaskan dengan lebih rinci lagi. Dan sesuai perintah Ellena, Carlos pun menceritakan apa yang terjadi. Jika Erick tiba-tiba batuk darah, lalu pingsan setelah menyerahkan ramuan penawar. Carlos juga menyampaikan pesan Erick, agar Ellena segera memberikan ramuan penawar pada Winter.

__ADS_1


Ellena kaget, ia langsung sedih mendengar keadaan Ayahnya. Ellena pun khawatir dan ingin memastikan langsung keadaan Ayahnya.


"Aku mengerti, Sir. Silakan kembali dan beristirahat," kata Ellena.


"Saya permisi pergi, Yang Mulia." Kata Carlos sedikit membungkuk dan langsung pergi meninggalkan Ellena di ruang baca.


Ellena menatap kantung yang dipengannya. Itu adalah kantung buatanya yang ia berikan pada Janette sebagai hadiah. Ellena memasukkan tanganya dalam kantung dan mengambil isinya. Diambilnya sebuah botol berisikan ramuan penawar.


Tanpa banyak menunggu, Ellena meminta pelayan untuk melihat situasi istana Kaisar. Ia tidak bisa menemui Winter kalau Winter sedang bersama Catharina. Pelayan itu segera pergi menjalankan perintah Ellena.


Ellena memikirkan keadaan Ayahnya. Ia berharap Ayahnya baik-baik saja. Ia berencana langsung mengunjungi kediaman Ayahnya setelah memastikan Winter minum ramuan penawar.


Tidak lama pelayan kembali dan membawa kabar kalau Winter sedang ada di ruang kerja. Sedangkan Catharina ada di istananya. Mendengar itu Ellena langsung pergi menemui Winter. Ia berjalan dengan langkah terburu-buru.


***


"Ellena ... a ... " kata Winter yang langsung diam saat melihat Ellena berjalan ke arahnya dengan langkah cepat.


"Yang Mulia, cepat minum ramuan penawar ini. Jangan menunda waktu," kata Ellena. Meletalkan botol berisi ramuan menawar di atas meja di hadapan Winter.


Winter mengambil dan menatap botol yang diberikan Ellena. Ia segera membuka penutup botol dan meminum ramuan itu dalam sekali minum. Ellena yang memastikan Winter meminum ramuan, menatap Winter dengan lekat.


Winter menatap Ellena, "Aku sudah meminumnya. Namun, kenapa wajahku terlihat tak baik?" tanya Winter.


"Karena saya baru saja mendengar kabar buruk, Yang Mulia. Ayah saya, sedang terbaring sakit saat ini. Kalau menurut perkataan Sir Wishtone, Ayah demikian karena terlalu memaksakan diri. Entahlah ... saya jadi tidak tenang. Karena itu, izinkan saya melihat beliau." kata Ellena menjelaskan.

__ADS_1


Winter kaget, "Apa? bagaimana bisa beliau tiba-tiba jatuh sakit? aku akan menemanimu, Ellena." kata Winter.


"Tidak boleh. Jika Anda pergi, Catharina dan Erwan akan curiga. Bukankah Anda sudah berperan sebagai seseorang yang sedang dalam pengaruh cuci otak? karena itu, lanjutkan peran Anda dengan baik dan dapatkan bukti bukti sebanyak-banyaknya. Saya akan pergi sendiri." kata Ellena.


Winter terdiam. Apa yang dikatakan Ellena benar. Ia sudah teelanjur mengambil peran. Karena itu, mau tak mau ia harus berakting total sampai akhir cerita. Winter menberikan Ellena izin. Ia mengatakan agar Ellena tak perlu buru-buru kembali. Ia bisa mengatasi istana selagi Ellena tidak ada.


Ellena tersenyum. Ia berkata, sekarang Winter tidak perlu takut meski meminum teh buatan Catharina. Karena sudah meminum ramuan penawarnya. Ellena berpesan agar Winter terus waspada, memasang telinga dan Mata mengawasi dua orang berbahaya di istana.


"Jika keadaan Grand Duke sudah membaik, saya akan pulang. Sampai saat itu, mari kita saling berkirim kabar, Yang Mulia." kata Ellena.


"Ya, ayo kita lakukan itu. Kau juga harus menjaga kesehatanmu. Aku yakin Grand Duke akan segera pulih," kata Winter.


"Terima kasih atas perhatian Anda, yang Mulia. Saya permisi," kata Ellena.


Ellena berbalik dan langsung pergi meninggalkan ruang kerja Winter. Ellena berjalan pergi menuju istananya. Di dalam perjalanan, di aula tengah, Ellena berpapasan dengan Catharina.


"Salam Yang Mulia Permaisuri," sapa Catharina.


"Hm ... aku sibuk, jadi tak punya watu untuk basa-basi denganmu. Silakan lanjutkan perjalananmu." jawab Ellena dan langsung pergi.


Catharina sedikit membungkuk, saat Ellena berjalan melewatinya. Ia merasa kesal karena sikap dingin Ellena.


"Apa-apaan wanita itu. Aku sudah menyapanya baik-baik, tapi dia malah bersikap dingin dan mengabaikan aku. Dasar wanita rubah! Lihat saja nanti, aku akan minta Winter merobek mulutmu itu. " batin Catharina.


Catharina dan Bertha kembali melanjutkan perjalaman mereka kembali ke istana Dandelion. Catharina hendak bersiap menyajikan teh dan cemilan untuk Winter.

__ADS_1


__ADS_2