Menjadi Permaisuri Kejam

Menjadi Permaisuri Kejam
39. Surat Dari Grand Duke


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pergi, Ellena hanya terus memeluk Winter. Ia menyesal, karena tak mendengarkan perkataan Winter yang melarangnya pergi. Beruntung ia dan Winter berhasil melarikan diri dari Sebastian. Meski ia harus menguras energinya untuk membuat lingkaran sihir tingkat tinggi itu.


"Mana murni memang tak akan pernah terkuras habis, tapi mana murni akan langsung melemah apabila pemilik tubuhnya kehabisa energi. Karena aku tak perna berlatih sejak awal, menggunakana sihir dengan energi besar secara tiba-tiba seperti tadi sangat melelahkan. Namun, berkat itu aku dan Winter bisa melarikan diri. Jika tidak, kami akan terus berhadapan dengan Sebastian." batin Ellena.


"Ellena ... kau baik-baik saja? bertahanlah,  setelah kita melewati perbatasan dan memasuki wilayah kekaisaran, semua akan baik-baik saja." kata Winter.


"Ya," jawab Ellena mengeratkan pelukan.


Winter mengerutkan dahinya. Ia merasa menjadi seseorang yang bodoh dan tidak berguna. Bukannya melindungi, ia justru dilindungi oleh istrinya sendiri. Winter mengibaskan tali kekang dan berteriak, ia meminta kuda kesayangannya menambah kecepatan berlarinya.


***


Malam harinya. Saat Winter dan Ellena makan malam bersama, mereka membahas cara menghadapi Sebastian. Sebastian mengatakan, kalau ia akan menulis surat permohonan pada Kepala akademi sihir untuk bisa mengirim beberpaa penyihir tingkat atas sebagai pelindung. Ellena menolak, ia mengatakan kalau ia akan datang langsung untuk menemui kepala Akademu sihir yang merupakan Pamannya untuk berunding. Tentu saja Winter juga harus ikut.


"Kita akan pergi besok, bagaimana?" tanya Ellena.


"Apa tidak apa-apa langsung datang begitu saja?" tanya Winter.


"Kenapa memangnya? Kau takut Paman akan menolak kedatangan kita? karena kita tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan?" tanya Ellena.


Winter menganggukkan kepala, "Bagaimanamun, semua hal ada prosedurnya, Ellena. Beliau kan juga orang penting dan sibuk. Meski kau keponakannya, tapi sebaiknya kau menulis surat pemberitahuan dulu." kata Winter menegaskan.


Ellena menghela napas. Ia tidak bisa berdebat dengan seorang Kaisar dan akhirnya hanya bisa menerima apa yang dikatakan suaminya itu. Ellena mengaiakan perkataan Winter, untuk menulis surat lebih dulu sebelum datang berkunjung ke akademi sihir.


Winter menukar piringnya berisikan steak yang sudah ia potong kecil-kecil dengan piring milik Ellena. Ia meminta Ellena memakan steak pelan-pelan.

__ADS_1


"Makanlah pelan-pelan," kata Winter.


"Ya, terima kasih." jawab Ellena.


Winter tersenyum, "Apa kau sudah memerasa lebih baik setelah istirahat? Kau tidur nyenyak sekali, karena aku tak mau kau terganggu aku meminta pelayan tak masuk ke kamarmu." kata Winter.


"Kau tak bekerja? jangan katakan kau menungguiku tidur," tanya balik Ellena.


Winter menganggukkan kepala. Ia berkata kalau ia khawatir dan tidak tenang, jika tak berada di sisi Ellena. Winter juga membawa semua pekerjaannya ke kamar Ellena. Bekerja sambil mengawasi Ellena yang terlelap tidur.


Pintu ruang makan di ketuk. Tidak lama Janette dan Carlos masuk, lalu menghadap Winter dan Ellena. Merena memberi salam pada Matahari dan Bulan Kekaisaran.


"Janette ... " panggil Ellena.


"Yang Mulia, Anda baik-baik saja? saya langsung meminta kembali pada Grand Duke begitu dengar Anda baru saja berhadapan dengan orang jahat." kata Janette.


"Bagaimana bisa Ada Sebastian di tempat pengasingan, Yang Mulia? bukankah bekas gudang persenjataan lama?" tanya Carlos menatap Winter.


"Itulah, aku sendiri juga penasaran apa yang terjadi. Saat aku datang bersama Ellena, kami melihat empat penjaga sudah terkapar tak bernyawa dengan keadaan mengerikan. Dan Ellena yang merasakan energi kegelapan pun bersikeras mengajakku pergi. Belum sempat kami pergi, Sebastian sudah muncul dan mencoba memprovokasi. Begitulah, kami bertarung dan mau tak mau kami melarikam diri karena perbedaan level kekuatan." jelas Winter.


"Apa yang Ayah katakan?" tanya Ellena menatap Carlos.


"Tuan Grand Duke terkejut dan tentu saja mencemaskan Anda. Kami berdua sudah menenangkan beliau, kami berkata Yang Mulia Permaisuri dan Kaisar baik-baik saja. Oh, ya ... beliau menitipkan sepucuk surat pada Anda, Yang Mulia Permaisuri." jelas Carlos, memberikan sepucuk surat pada Ellena.


Ellena menerima surat dari Carlos, lalu segera membuka surat tersebut. Ellena membaca dan memahami surat dari Ayahnya itu.

__ADS_1


"Untuk Bulan Kekasisaran, Ellena De Veloz. Ellena, putriku, Ayah mendengar kabarmu dari pesuruh yang kau kirimkan. Janette dan Carlos langsung gelisah dan khawatir. Mereka pun ingin kemnali ke istana. Dan sekalian saja aku menitipkan surat pada mereka. Dengar baik-bail perkataan Ayah, Putriku. Kau akan kesulitan menghadapi Sebastian dengan kemampuanmu saat ini. Oleh karena itu, maukah kau berlatih lebih keras lagi dengan Ayah? Ayah akan mengajarkan semua hal yang Ayah ketahui padammu. Meski kau tak ingin, tapi demi keselamatanmu, kau harus melakukannya. Bukan begitu? dan tolong sampaikan pada Yang Mulia, beliau juga bisa berlatih dengan ahlinya. Kebetulan Ayah bertemu dengan teman lama Ayah, dan dia juga seorang ahli pedang. Ayah tahu, Kaisar sendiri adalah pedang Kekaisaran. Namun, semakin banyak ilmu dan pemahaman yang didapat, semakin berkembang pula seseorang itu. Ayah tidak bisa apa-apa sekarang. Jangankan melindungimu, melindungi diri sendiri saja saya sepertinya tak mampu. Meski begitu, Ayah tam akan menyerah. Ayah akan menjadikanmu penyihir hebat melebihi siapapun. Ayah akan membentangkan sayapmu agar kau bisa terbang bebas dan jauh ke udara. Jika kau menerima tawaran Ayah, datanglah esok lusa ke rumah. Ayah akan menunggu kedatanganmu, Ellena. Dari Ayahmu, Erick Namuiel Laros."


Ellena mencengkram kuat surat dari Ayahnya, ia tahu kemampuannya masih sangat kurang. Dan ia bisa langsung meregang nyawa kalau berhadapan lagi dengan sebastian. Karena itu Ellena berpikir, memang lebih baik ia berlatih dan mengembangkan sihirnya. Ia tidak bisa melewatkan kesempatan emas sebagai pemilik mana murni. Karena sangat jarang ada penyihir dengan mana murni ditemukan, penyihir hebat seperti Ayahnya saja mananya dimurnikan, bukan mana murni bawaan .


"Winter ... " panggil Ellena menatap suaminya.


"Ya? ada apa?" tanya Winter menatap Ellena.


"Aku tahu kau hebat, tapi ... apakah kau mau berlatih lagi? Ayahku berkata, ia bertemu teman lamanya dan kebetulan temannya itu adalah seorang ahli pedang. Ayah ingin kau berlatih dengan teman Ayah itu. Apa kau mau?" tanya Ellena.


Winter melebarkan mata dan tersenyum, "Tentu saja. Aku sudah lama tak berlatih bersama seseorag yang kupanggil guru. Mungkin aku bisa memperbaiki dan menambal cela-celaku." jawab Winter.


"Bagus. Kau memang Kaisar Kekaisaran De Veloz. Aku bangga padamu, Winter." puji Ellena.


Winter merasa malu atas pujian Ellena. Wajah Winter memerah. Janette dan Carlos saling bertatapan dan melempar senyuman. Mereka menahan tawa agar tak dituduh menertawakan Kaisar.


"Ka-kapan itu? maksudku, latihannya." tanya Winter.


"Esok lusa. Masih ada waktu bagi kita untuk mempersiapkan segalanya sebelum berhadapan lagi dengan Sebastian. Aku sangat yakin si iblis itu tak akan tinggal diam karena sudah aku permalukan. Dan dia akan balas dendam." Kata Ellena.


"Kau benar. Karena itu kita harus lakukan apa yang bisa kita lakukan. Mempersiapkan semua yang dibutuhkan termasuk fisik dan kemampuan kita." sahut Winter.


"Oh, ya ... bagaimana dengan Erwan dan Catharina? apa mereka masih ada di rumah itu?" tanya Ellena baru menyadari tentanga Erwan dan Catharina.


"Aku sudah mengirim dua penjaga mengawasi. Aku tidak tahu apa Erwan dan Catharina masih ada di sana atau tidak, karena belum ada kabar datang dari penjaga itu." jawab Winter.

__ADS_1


Ellena mengerutkan dahi. Ia khawatir Erwan dan Catharina di bawa oleh Sebastian. Dan bisa saja mereka akan dijadikan boneka beralan seperti empat penjaga sebelumnya. Jika itu sampai terjadi, entah apa yang harus dilakukannya untuk menghadapi Erwan dan Catharina.


__ADS_2