Menjadi Permaisuri Kejam

Menjadi Permaisuri Kejam
28. Mana Yang Tersegel


__ADS_3

Ellena merawat Ayahnya yang terbaring lemah tidak berdaya. Ia sedih, ia serasa kehilangan semangat. Setelah mendengar penjelasan Dokter dan Janette, Ellena baru mengerti kenapa Ayahny tiba-tiba muntah darah dan hilang kedasaran. Semua itu terjadi karena Ayahny memaksakan diri membuat ramuan penawar.


"Maafkan Ellena, Ayah. Maaf ... " kata Ellena menangis. Memegang tangan Ayahnya. Ellena merasa bersalah. Ialah penyebab Ayahnya sakit.


Erick membuka mata dan menggerakkan tangan. Ia telah bangun dari tidur panjang. Ellena yang merasakan tangan ayahnya bergerak pun menatap Ayahnya dan memanggil sang Ayah.


"Ayah, Ayah baik-baik saja? Ayah merasakan sakit? bagian mana yang sakit?" tanya Serena panik.


Erick menggelengkan kepala, "Ayah baik-baik saya, Putriku. Kenapa kau datang? Maaf kalau Ayah membuatmu khawatir," kata Erick.


"Apa yang Ayah katakan? Mana bisa aku diam saja dan tidak datang kalau mendengar Ayah sakit. Ayah jangan cemaskan apapun. Aku akan merawat Ayah samlai Ayah sembuh." kata Serena.


"Apa Yang Mulia Kaisar sudah meminum penawarnya?" tanya Erick.


Ellena menganggukkan kepala, "Ya, sudah. Aku langsung berikan sesaat setelah Carlos datang dan memberikannya padaku. Bicara soal ramuan penawar, apakah ayah menggunakan sihir Ayah? Bukankah Dokter sudah melarangnya?" tanya Ellena menatap Erick.


Erick terdiam. Tidak lama ia bergerak dan bangun dari posisi berbaring untuk duduk. Ellena membantu Ayahnya duduk, menumpuk bantal agar punggung Ayahnya nyaman. Ia memberikam gelas berisi minum, meminta Ayahnya untuk minum.


"Ayah pasti lapar setelah dua hari tidur. Aku akan minta pelayan membuatkan bubur untuk Ayah dan memanggil Dokter. " kata Ellena yang buru-buru pergi meninggalkan kamar tidur Ayahnya.


Erick menatap kepergian Ellena. Ia merasakan kehadiran Erren setiap kali melihat Ellena. Tidak lama Ellena kembali dengan membawa wadah dan handuk untuk menyeka Ayahnya.


"Ellena ... " panggil Erick.


"Ya? apa?" jawab Ellena.

__ADS_1


"Duduklah, ada yang mau Ayah katakan padamu." Kata Erick.


Ellena meletakkan wadah berisi air dan handuk di atas meja. Ia lantas duduk di tepi tempat tidur, dan menatap Ayahnya.


"Ada apa, Ayah?" tanya Ellena.


"Sebenarnya, ramuan cuci otak yang kau berikan, adalah ramuan yang Ayah ciptakan. Ramuan itu adalah hasil penelitian Ayah semasa Ayah belajar di akademi sihir. Karena ramuan itu sangatlah berbahaya, maka Ayah langsung menciptakan ramuan penawarnya dan hendak memusnahkan penemuan itu. Namun, Tidak diduga formula ramuan yang Ayah teliti itu diambil oleh teman baik Ayah. Orang itu asalah Sebastian. Adik tiri dari Kaisar Wilson, Kaisar terdahulu. Ayah curiga, ia sengaja menghasut Baron untuk menggulingkan Kaisar. Dan ingin mengusai tahta." jelas Erick.


"Apa? a-apa maksud Ayah? Kaisar terdahulu punya Adik tiri? Kenapa aku baru mendengarnya?" tanya Ellena terkejut.


Saat Kaisar Wilson masih menjadi putra mahkota dan pergi berperang. Sebastian yang merupakan anak di luar nikah Kaisar melalukan pemberontakan dan membunuh Kaisar Welwis. Dia hendak menduduki tahta, tapi rencananya gagal karena Kaisar Wilson pulang dari perang dan berhasil mencegah Sebastian. Sayangnya Sebastian berhasil kabur dan melarikan diri. Begitulah, dia tak lagi terlihat oleh kami." jelas Erick.


Ellena mengerutkan dahi, "Jadi ... sejak Awal Winter memang sudah ditargetkan, ya." batin Ellena.


"Ya, tanyalah." jawab Erick.


"Ayah dan Ibu adalah Penyihir berbakat. Lantas, kenapa aku tidak bisa menggunakan sihir? Aku bahkan tak memiliki mana. Apa aku bukan putri kandung Ayah dan Ibu?" tanya Ellena.


Erick kaget. Dahinya langsung bekerut. Melihat Ayahnya hanya diam saja tanpa bicara, Ellena semakin penasaran dan ikut mengerutkan dahi menunggu jawabannya.


"Apa aku memang anak angkat?" Batin Ellena.


"Kalau Ayah kesulitan menjawab, maka tidak perlu dijawab. Mau anak angkat, atau anak kandung. Aku kan tetap anak Ayah." kata Ellena.


Erick meraih tangan Ellena, "Sayang, Putriku, kau pasti sangat ingin tahu sejak lama. Namun, kau terus menahan diri untuk bertanya. Benar, kan?" tanya Erick.

__ADS_1


Ellena menganggukkan kepala, "Jujur aku takut. Bagaimana kalau aku benar-benar bukan putri Ayah? kenapa aku tak bisa sihir, bahkan tak memiliki mana." gumam Ellena.


"Bukan tidak punya, dan bukan tidak bisa. Hanya saja mana dalam tubuhmu sudah Ayah segel sejak kau masih kecil, sehingga kau tak bisa menggunakan sihir. Mana adalah dasar dari sihir, tanpa mana tentu seseorang tak akan bisa sihir. Karena itu orang-orang yang terlahir tanpa mana bisa menggunkan sihir dengan kristal mana." jelas Erick.


"Kenapa Ayah menyegel manaku? apa sesuatu terjadi? tidak mungkin tanpa alasan Ayah melakukan itu, kan?" tanya Ellena.


Erick menatap Ellena, "Bukan apa-apa. Soal itu sepertinya akam sulit bagi Ayah menceritakannya sekarang. Karena kau membicarakan tentang ini, apa kau mau Ayah membuka segel manamu?" tanya Erick.


Ellena diam saja. Ia masih kepikiran ucapan Ayahnya yang mengatakan tak bisa menceritakan alasan telah menyegel mananya. Padaha ia sangat ingin tahu alasannya. Namun, Ellena tidak bisa bersikap seperti anak kecil yang merengek untuk diberitahu.


"Apa Ayah akan mengizinkannya? jika aku inginkan bisa menggunakan sihir?" tanya Ellena.


"Tentu saja. Fakta kalau kau adalah anak dari dua penyihir, tidak bisa tertutupi hanya karena manamu tersegel dan kau tak bisa gunakan sihir. Setiap orang yang terlahir dengan memiliki mana, pasti bisa menggunkan sihir. Dan jika sihir dilatih dan dikembangkan, maka seseorang itu baru bisa disebut penyihir." jelas Erick.


Ellena menganggukkan kepala, "Kalau begitu, Ayah. Tolong buka segel manaku, agar aku bisa menggunakan sihir dan mengembangkannya." kata Ellena.


Erick tersenyum, "Ya, akan Ayah lalukan. Yang kau perlukan hanya memeprsiapkan diri dan menjaga kesehatan tubuhmu. Membuka mana untuk sekian lama, tubuhmu pasti akan terasa seperti tercabik, apakah itu buka masalah untukmu? Meski rasa sakitnya bisa diredam dengan ramuan, tetap saja itu tak sepenuhnya menghilangkan rasa sakitnya." jelas Erick.


"Aku tahu soal itu, Ayah. Jadi, jangan khawatir. Putri Ayah ini tak selemah itu sampai tidak bisa menahan rasa sakit." kata Ellena.


Erick menganggukkan kepala. Ia senang putrinya tumbuh besar dengan baik meski tanpa sosok Ibu disisinya.


"Lihatlah putri kita ini, Erren. Dia tumbuh besar dan sangat cantik sepertimu. Sifat dan sikap pemberaninya juga sepertimu. Bagian darinya yang mirip dariku hanyalah warna rambut dan sifat dinginnya. Kenapa hanya hal burukku saja yanh menurun padamu, Putriku." batin Erick.


Sebenarnya, alasan Erick tak bisa memberitahu Ellena penyebab mana Ella disegel adalah, karena Ellena pernah melakukan hal tak terduga saat masih berusia tiga tahun. Mana murni yang dimiliki Ellena dengan jumlah tak terbatas itu meledak tiba-tiba dan membuat Erren mau tak mau bertindak, sehingga nyawanya pun menjadi taruhannya. Karena tak ingin ada lagi korban seperti istrinya, Erick pun akhirnya menyegel mana Ellena dan mengubur dalam-dalam penyebab kematian istrinya. Dan karena itulah ia langsung menghilangkan ingatan semua orang yang tahu, dan langsung mengganti semua pelayan rumahnya. Agar tidak ada jejak yang tertinggal, yang nantinya hanya akan menyakiti perasaan putrinya.

__ADS_1


__ADS_2