Menjadi Permaisuri Kejam

Menjadi Permaisuri Kejam
26. Ramuan Penawar


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Sebastian tidak pernah lagi menampakkan diri. Sampai pada suatu waktu, tepat setelah tiga bulan pernikahan Erick dan Erren. Sebastian melakukan pemberontakan dengan memanfaatkan Kaisar yang sedang sakit. Ia dibantu Pamannya dari pihak Ibu. Identitas tersembunyi Sebastian yang merupakan Pangeran di luar nikah pun terkuak. Dan Sebastin berhasil membunuh Kaisar, berniat untuk menempati posisi Kaisar. Hanya saja keingainan Sebastian tak terwujud, karena Putra Mahkota yang tahu akan pergerakan Sebastian datang, meski ia terlambat menyelamatkan sang Kaisar. Peperangan tak bisa dihindari, Erick dan Erren pun ikut turun tangan melawan Sebastian.


Saat Erick dan Sebastian berperang, Sebastian secara tak langsung mengungkap kalau ia telah mengambil catatan Erick berisikan formula ramuan. Sebastian berterima kasih, karena setelah ia teliti, ramuan itu memiliki efek yang luar biasa.


"Bagaimana caraku berterima kasih, Temanku?" kata Sebastian.


"Tutup mulutmu, Bastian. Kau adalah penjahat, tak pantas banyai bicara." sentaj Erick. Mengeluarkan sihirnya dan mulai menyerang Sebastian.


Sebastiam menghindar, "Meski rencanaku  menduduki tahta gagal, aku tetap puas karena berhasil membunuh Kaisar. Hm, apa perlu kupanggil dia Ayah? Ayah yang mengasingkan putranya, sehingga putranya hidup seperti ini? Hahaha ... oh, aku lupa ... kau tak berbiat terus beradu kekuatan denganku, kan. Kau tak berpikir aku akan melakukan sesuatu pada Grand Duke dan Grand Duchess? Hahahaha ..." kata Sebastian tertawa lebar.


Erick kaget, "Apa maksudmu?" tanya Erick  penasaran.


"Aku melepas monster level atas yang sudah kuberi ramuan hasil penelitianmu ke kastel Grand Duke. Ya, rumahmu. Tempat tinggalmu. Selanjutanya kau pasti tahu kan apa yang terjadi pada monster-monster  yang kelaparan itu." jawab Sebastian tersenyum puas.


Mata Erick terbelalak. Tubuh Erick mulai gemetar. Ia pun hilang fokus. Sebastian yang tahu Erick memberinya celah, langsung menyerang Erick dengan kekuatan sihir sehingga membuat Erick jatuh tersungkur. Sebastian sudah ingin membunuh Erick saat itu, tapi aksinya dicegah oleh Erren. Karena rasa sayangnya begitu besar dan ia tak bisa melupakan Erren begitu saja, Sebastian pun memberikan kesempatan Erick hidup.


"Aku akan berikan kau satu kali kesempatan, Erick. Suatu saat, aku pasti akan kembali. Dan jika saat itu tiba, aku harap kau tidak lagi ikut campur urusanku. Atau kau akan menyesal," kata Sebastian memperingatkan.


Sebastian pun pergi. Ia meminta para bawahannya yanh tersisa melarikan diri. Sayangnya saat itu putra mahkota juga terluka, sehingga ia tak bisa mengejar Sebastian yang sudah melarikan diri.


***


Erick mengepalkan tangan mengingat kenanangan masa lalunya. Ia meraba dadanya, dengan amarah memuncak. Kerena Sebastian juga, ia tak bisa lagi menggunakan sihir, karena aliran mana ditubuhnya sudah hancur. Dan karena itu juga ia yang seharusnya menggantika posisi gurunya sebagai kepala Akademi sihir, tak bisa mengemban tugas. Dan Melimpahkan tugas tersebut pada Adik Iparnya.


"Inikah tujuan akhirmu, Bastian? kau memang ingin sekali memegang kekuasaan, ya. Tidaka akan kubiarkan itu terjadi. Aku akan menggalkan rencanamu," batin Erick.

__ADS_1


Erick segera menuliskan formula ramuan penawar. Penawar yang ia buat cukup memakan waktu karena dibuat tanpa bantuan sihir. Walau ia tahu sihirnya tak bekerja maksimal dan akan menghancurkan organ tubuhnya, Erick tetap memaksakan diri menggunakan sihirnya. Ia ingin ramuan penawarnya selesai secapat mungkin.


Rasa sakit dirasakan Erick disekujur tubuhnya. Tulangnya jyga serasa hancur. Itu terjadi tak lama setelah ia mulai menurnikan penawar dengan kekuatan sihirnya. Seluruh oegan dalam tubuhnya rasanya seperti terbakar. Erick bahkan sampai muntah darah beberapa kali.


"Aku tak boleh menyerah. Jika tanpa permurian sihir, penawarnya tak akan bekerja dengan baik. Ini demi Ellena, putriku. Demi putriku satu-satunya," batin Erick.


"Uhuukkk ...."


Pemurnian terhenti, Erick kembali memuntahkan darah. Tubuhnya terasa lemas, tapi ia masih belum selesai dengan pemurniannya. Erick mengatur napasnya dan fokus mengumpulan sisa-sisa kekuatannya. Ia kembali mmeurnikan penawar dan akhrinya penawar berhasil ia murnikan sampai tahap akhir.


"Akhirnya  ... " gumam Erick tersenyum.


***


Erick menemui Janette dan Carlos yang menunggu di ruang tamu. Erick menyerahkan ramuan penawar pada Janette, yang merupaka dayang keprcayaan Putrinya.


"Baik, Tuan." kata Janette. Menerima ramuan penawar dari Erick, lalu menyimpannya dalam kantung yang dibawanya.


"Tuan Grand Duke, apakah Anda sakit? wajah Anda sangat pucat." tanya Carlos cemas. Menatap Erick lekat-lekat.


Erick menggelengkan kepala perlahan, "Aku baik-baik saja. Aku ... uhuukkk ... " belum sampai Erick selesai bicara, ia kembali muntah darah.


"Tuan ... " teriak Janette.


Carlos memeriksa keadaan Erick, "Panggil Dokter! Cepat ..." kata Carlos berteriak.

__ADS_1


Janette segera meminta pelayan memanggilkan Dokter pribadi kastel Grand Duke. Janette panik, dan khawatir karena setelah muntah darah, Erick langsung tidak sadarkan diri.


***


Dokter memeriksa keadaan Erick. Dokter berkata kalau keadaan Erick tidak baik. Mengatakan jika sebagian organ tubuh Erick telah rusak karena Erick memaksa menggunakan sihir.


Janette dan Carlos kaget. Janette bertanya pada Dokter, apakah bisa diobati? Janette menangis karena ia tidak tahu harus apa dan bagaimana nantinya menyampaikan kabar tak baik itu pada Ellena.


"Obat hanya bisa menghambat rasa sakit sementara. Organ yang sudah rusak tak akan bisa pulih." jawab Dokter.


"Bagaimana dengan sihir penyembuh, ataupun kekuatan suci?" tanya Carlos.


"Saya sudah coba memasukkan kekuatan suci dalam tubuh Tuan Grand Duke, tapi tubuh belau menolak. Jika kekutan suci saja ditolak, bukankah penggunaan sihir penyembuh juga sia-sia?" jawab Dokter.


Carlos terdiam. Apa yang dikatakan Dokter adalah kebenaran yang tak bisa dibantah. Di kekaisaran, kekutan suci adalah kemampuan yang tak bisa digunakan sembarang orang. Dan kekuatan suci mampu menyembuhkan luka tanpa bekas. Berbeda dengan kekuatan suci yang menyembuhkan, kekuatan sihir hanya memulihkan semantara. Karena itu biasanya sihir penyembuh hanya digunakan pada  luka kecil dan keadaan darurat saja, jika tak ada pengguna kekuatan suci disekitaran.


"Apa yang harus kita lakukan, Sir?" tanya Janette.


"Mau tak mau kita harus mengirim kabar tentang keadaan terkini Grand Duke dan menyerahkan ramuan pada beliau secepatnya. Kita juga tidak boleh membuang-buang waktu, kan." kata Carlos.


Jannete menatap Carlos, "Sir, begini saja. Bisakah Anda kembali ke kaisaran sendiri? Dan tolong berikan ramuannya pada Yang Mulia Permaisuri. Bagaimanapun Grand Duke juga adalah Majikan yang sudah sangat lama saya layani. Jika beliau terkapar tak berdaya seperti ini. Saya sebagai pelayan juga punya kewajiban merawat. Saya akan tinggal di sini," kata Janette meminta bantuan Carlos dengan wajah berkac-kata.


"Baiklah. Kalau itu adalah keinginan Anda. Saya akan kembali dan meyampaikan pesan Anda. Juga menyampaikan apa yang terjadi pada Grand Duke." jawab Carlos.


"Terima kasih, Sir." Sahut Janette merasa lega.

__ADS_1


Carlos menganggukkan kepala. Ia menerima kantung berisikan ramuan penawar yang dibuat Grand Duke. Janette meminta Carlos untuk berhati-hati, dan waspada. Carlos lantas berpamitan. Dan pergi meninggalkan Janette.


__ADS_2