Menjadi Permaisuri Kejam

Menjadi Permaisuri Kejam
23. Asal Mula Ramuan-1


__ADS_3

Grand Duke telah menerima sedikit ramuan yang dibawa Janette dan Carlos. Ia melakukan penelitian pada ramuan itu dan menemukan fakta, jika ramuan itu adalah ramuan yang tak asing baginya. Grand Duk duduk diam, menatap hasil penelitiannya. Ia tidak sangka, penelitiannya yang susah payah ia kembangkan agan digunakan sembarangan.


"Tidak salah lagi, ini semua pasti ulah Sebastian. Pria itu berani-benarinya dia ... " gumam Grand Duke.


***


Erick Namuiel Laros. Adalah putra tunggal Grand Duke Laros. Ia adalah pemuda genius yang terlewat genius. Di usianya yang belum menginjak dewasa, ia sudah berhasil bersaing dengan banyaknya penyihir kuat yang akan masuk ke akademi. Bermodalkan pengetahuan dan bakat alami, ia akhirnya bisa masuk akademi denga menjalani serangkaian tes. Banyak sekali rumor beredar tentang Erick. Orang dewasa saja kesusahan dengan tes yang diberikan, tapi bagi Erick yang jenius, tes itu bagaikan membalik telapak tangannya. Dan karena itu juga Erick mendapat pujian juga perhatian dari Kepala akademi sihir.


Kepala akademi menawari Erick untuk menjadi salah satu muridnya. Ia tidak pernah tertarik pada siapapun, dan mengaku hanya tertarik pada Erick. Murid yang ia latih selama ini bukanlah murid pilihannya sendiri. Itu adalah permintaan Kaisar langsung untuk melatihnya, dan murid itu adalah putra haram Kaisar dengan seorang wanita simpanan yang rahasianya disembunyikan.


Alrech, Kepala akademi sihir sekaligus pemilik menara sihir itu akhirnya mempertemukan Erick dan Sebastian, Putra haram Kaisar. Sebastian yang tak pernah punya kenangan baik dengan teman, merasa takut dan ragu, apakah Erick adalah sosok yang baik atau sama seperti teman-temannya yang mengatainya anak tanpa Ayah. Ternyata Erick langsung bisa beradaptasi, ia mendekati Sebastian lebih dulu, lalu memperkenalkan diri.


"Hallo, senang bertemu. Aku Erick Namuiel Laros. Kau siapa?" tanya Erick.


"A-a-aku ... aku ... " jawab Sebastian menatap Alrech.

__ADS_1


Alrech tersenyum dan menganggukkan kepala seolah berkata kalau Sebastian boleh berbicara sesuka hati.


"Ya? Aku apa?" sahut Erick.


"Aku Sebastian Molius," jawab Sebastian.


"Hm, begitu. Kau bisa panggil Aku Erick, dan aku akan memanggilmu Bastian. Apa boleh?" tanya Erick.


Sebastian kaget, tapi juga senang. Jantungnya berdegup kencang karena gugup. Ternyata Erick adalah anak yang berbeda dari dugaannya. Erick anak yang baik dan ramah.


Erick dan Sebastian menganggukkan kepala tanda mengerti. Mereka pun berjanji untuk saling berhubungan baik dan tidak saling memanfaatkan satu sama lain ataupun berkhianat. Sejak saat itu, mereka selalu bersama-sama baik diwaktu berlatih maupun istirahat, ataupun hari libur. Keluarga Grand Duke Laros pun menerima baik Sebastian sebagai sahabat putranya dan menganggap Sebastian itu seperti keluarga, tanpa tahu identitas Asli Sebastian karena memang sengaja disembuhyikan. Fakta bahwa Sebastian adalah seorang pangeran di luar nikah hanyalah Alerch saja, yang merupakan sahabat baik Kaisar Welwis De Veloz.


Sepuluh tahun kemudian. Tepat pada saat Erick menginjak usia dua puluh tahun, ia mendapatkan misi rahasia dari Alrech untuk meneliti jantung monster. Dari penelitiannya, Erick menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Ternyata jantung monster bisa memberikan efek berbahaya seperti sihir pengaruh, jika diolah menjadi ramuan. Erick melakukan berbagai macam percobaa  dan menjadikan hewan sebagai bahan uji coba percobaannya. Ia mengawati tingkah laku, geraka sampai bentuk tubuh hewan yang ia beri ramuan itu. Setelah percobannya selesai, Erick pun melaporkan apa yang sudah ia lakukan pada Alrech, dan bertanya apa yang harus ia lakukan? Alrech berkata, jika itu bisa dijadikan senjata rahasia untuk perang pada masa depan. Dan meminta Erick untuk tidak memberitahu siapa-siapa tentang penemuannya.


Alrech berkata, jika penemuan Erick bisa saja menjadi boomerang untuk Erick sendiri, kalau jatuh ketangan yang salah dan dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab. Karena penelitian Erick tak hanya berpengaruh pada hewan, pada tunaman dan kemungkinan besarnya bisa digunakan pada manusia. Alerch menasihati Erick agar berhati-hati. Erick terdiam dan berpikir setelah mendapat nasihat dari Alrech.

__ADS_1


Karena tidak mengingakan sesuatu hal buruk terjadi, Erick pun segera mencari cara membuat penawarnya. Seperti ia meneliti untuk membuat ramuan, ia juga meneliti penawarnya. Berhari-hari, berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Dan enam bulan kemudian, barulah Erick menemukan penawar dengan komposisi yang sempurna. Sayangnya, pebuatan penawar  itu menguras tenanga dan mana Erick sehingga Erick langsung jatuh sakit setelah itu.


Sebastian yang pergi meninggalkan akademi untuk kepentingan keluarga pun kembai setelah satu tahub berlalu. Sebastian menjenguk Erick yang sakit, dan membawakan buah tangan. Sebastian bertanya bagaimana Erick bisa sakit? padahal Erick memiliki fisik yang kuat. Erick menjawab, kalau ia kelelahan berlatih sihir karena beberapa hari tidak tidur.


"Hah? apa kau gila? hei, Tua Muda, bukankah kau anak tunggal? kalau kau mati, siapa yang akan jadi penerus keluargamu? Grand Duke dan Grand Duchess juga pasti akan sedih." kata Sebastian.


Erick tersenyum, "Kalau kau mau, kau saja sana yang jadi penerus. Aku sebanarnya tak berminat, karena aku mau berkelana." kata Erick.


"Cih, dasar kepala batu. Aku berkata begini bukan karena iri kau adalah Tuan Muda terhormat. Aku ini hanya khawatir pada beliau berdua, karena aku kan sudah disambut baik di sini." kata Sebastian.


"Sudahlah, berhenti bicara soal keluargaku. Dan ceritakan saja soal perjalananmu. Satu ini kau ke mana saja? kau jarang membalas surat yang kurimkan," tanya Erick.


"Hm ... ada masalah dengan keluarga Ibuku. Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi, tapi aku diminta bersembunyi selama satu tahun untuk menghindari bahaya. Begitu kata Ibuku," jawab Sebastian.


Erick bangun dari posisi berbaringnya dan duduk. Ia menepuk pelan bahu temannya itu sebagai bentuk penghiburan. Erick berkata, Sebastian tak perlu merasa sedih, ia ada sebagai teman yang akan membantunya dan menemaninya. Sebastian tersenyum, ia berkata ia paling menyukai Erick dan memeluk Erick. Seketika Erick mendorong Sebasttian, ia merasa geli kalau dipeluk Sebastian. Sebastian tertawa, ia berhasil menggoda sahabat baiknya dan membuat sahabatnya kesal. Sebastian bisa mengolok Erick kalau Erick menunjukkan raut wajah yang kesal.

__ADS_1


Keduanya bercanda dan tertawa bersama. Mereka melepas rindu selama setahun tak bertemu. Banyak topik mereka bicarakan, mulai dari kemampuan dan perkembangan sihir masing-masing. Keduanya memperlihatkan hasil latihan terpisah mereka. Sebastian berkata, kalau ia harus berlatih secara sembunyi-sembunyi. Ibunya berkata, orang lain tak boleh tahu, kalau sebastian adalah seorang penyihir karena akan membahayakan nyawa. Erick mengerti keadaan Sebastian meski tak mengalami. Ia menghibur Sebastian dan mengajak Sebastian untuk jalan-jalan ke pasar di Ibu kota keesokan harinya.


__ADS_2