
Di dalam kamarnya Li Xuan terus terusan tersenyum dan enggan melepaskan bunga di tangannya.
Xiao yang ikut senang karena melihat pangeran Liam yang mulai perhatian pada Li Xuan pun iseng menggoda Li Xuan.
"Yang mulia..mau sampai kapan anda memandangi bunga itu terus hi..hi" Ucap Xiao.
"Ah..kau ini,,emhh..bisakah kau ambilkan aku vas,,aku mau menaruhnya di vas bunga agar tidak layu" Ucap Li Xuan.
"Baik Yang mulia..aku akan mengambilnya sekarang" Ucap Xiao sambil pergi untuk mengambil vas bunga tersebut.
Beberapa saat kemudian Xiao kembali membawa vas bunga yang di minta oleh Li Xuan.
"Yang mulia,,ini vas bunga yang anda minta" Ucap Xiao sambil memberikan vas bunga yang dia bawa ke Li Xuan.
"Thank you" Ucap Li Xuan.
"Ah..Yang mulia bicara apa..t..than..k tankyu??" Tanya Xiao yang kebingungan dengan kata yang di ucapkan oleh Li Xuan.
"A..ha..h.ha bukan tankyu,,tapi thank you..artinya terima kasih" Ucap Li Xuan.
"Owhhhh..terima kasih,,tapi itu bahasa apa Yang mulia? Xiao baru dengar kata itu?" Ucap Xiao.
"Emhh..ini bahasa keren,,tapi jangan pernah mengatakannya ke orang lain..hanya kau dan aku saja,,Oke" Ucap Li Xuan.
"Oh..baik Yang mulia..t..thank you" Ucap Xiao.
__ADS_1
"Bagus,,Emh..aku ingin bersiap dari sekarang,,malam ini aku mau ke kamar pangeran..kau bantu aku siapkan semuanya" Ucap Li Xuan.
"Baik Yang mulia " Ucap Xiao.
Sementara itu di Ruang buku Pangeran Liam sedang fokus membaca Bukunya.
Tiba tiba Yang mulia Ratu datang menghampirinya.
"Pangeran Liam" Sapa Yang mulia Ratu.
"Yang Mulia ibunda..maaf ananda terlalu fokus sampai tidak sadar kalau ibunda datang" Ucap pangeran Liam.
"Tidak apa apa,,Liam..ibu ingin membicarakan sesuatu yang penting padamu" Ucap Yang mulia Ratu.
"Liam..ibu mohon padamu,,tolong bersikap baik pada Li Xuan..dia memang pilihan ibu,,tapi ibu mohon kau juga harus memberikan hatimu padanya" Ucap Yang mulia Ratu.
"Ibu..aku..memangnya apa yang aku lakukan,,apa aku bersikap buruk padanya?? aku selama ini mencoba baik baik saja dengannya ibu" Ucap pangeran.
"Tidak Liam..ibu sudah tahu semuanya,,saat kau ke desa tetangga kau bertemu seorang wanita bukan?" Ucap Yang mulia Ratu yang membuat pangeran Liam kaget.
"Ibu..dari mana ibu tahu,,apa dia mengadu ke ibu semuanya..dasar munafik gadis itu!" Ucap pangeran yang marah karena berfikir Li Xuan lah yang sudah memberitahu Ibunda Ratu.
"Dia tidak seperti yang kau pikirkan,,bukan dia yang memberitahu ibu..tapi orang suruhan ku yang memberitahu ku" Ucap Yang mulia Ratu.
"Apa?? jadi selama ini ibu mengawasiku??" Ucap pangeran yang tidak menyangka hal itu.
__ADS_1
"Dan ibu juga tahu kau akan menjadikan gadis itu selir bukan" Ucap Yang mulia Ratu.
"Karena ibu sudah tahu,,lebih baik aku mengatakannya saja..benar,,aku sangat mencintai Kim Yuri..dan aku akan menikahinya segera" Ucap pangeran.
"Oh..jadi begitu,,itu kalau kau bisa..apa yang terjadi padanya sekarang pun kau tak tahu bukan?" Ucap Yang mulia Ratu dengan tersenyum kecil.
Pangeran oun kaget" Apa yang ibu lakukan padanya?? jangan sentuh dia ibu..di mana dia sekarang??" Ucap pangeran takut sesuatu terjadi pada Kim Yuri.
" Kau tenang saja..ibu belum melakukan sesuatu yang buruk padanya,,belum itu bukan berarti tidak mungkin" Ucap yang mulia Ratu.
"Ibu!!"
"Kalau kau ingin dia selamat,,dan kau bisa membawanya ke istana..ibu punya satu syarat untukmu" Ucap Yang mulia Ratu.
"Apa itu ibu!" Tanya pangeran yang sudah tidak tahu harus bagaimana karena gadis yang di cintainya sedang di tawan ibunya.
"Aku ingin kau memberikan aku cucu dari Li Xuan " Ucap Yang mulia Ratu.
"Apa??..ibu..aku tidak mungkin melakukannya dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai ibu" Ucap pangeran.
"Itu terserah padamu..semakin cepat Li Xuan hamil,,semakin cepat pula kau bisa membawa ****** itu ke istana..ibu pergi sekarang,,pikirkan itu baik baik" Ucap Yang mulia Ratu sambil pergi meninggalkan pangeran yang terdiam.
Pangeran pun menitihkan air mata karena khawatir akan keadaan Kim Yuri.
Bersambung..
__ADS_1