Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri

Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri
Suasana hati yang buruk


__ADS_3

Sesampainya di istana mereka langsung menemui Li Xuan.


"Yang mulia,kita sudah mendapatkan semua bukti dan saksi..kita hanya tinggal menentukan waktu untuk melaksanakannya" Ucap Xiang.


"Kau tenang saja,aku sudah menyiapkan waktu yang tepat untuk itu" Ucap Li Xuan sangat bersemangat.


Li Xuan menatap Seon tak,dia penasaran dengan apa yang di bawa olehnya.


"Apa yang kau bawa?" Tanya Li Xuan.


"Ah ini..aku menangkap nya tadi di jalan" Ucap Seon tak sambil memberikan botol itu Ke Li Xuan.


"Wahh..apa ini untukku,aku menyukainya terima kasih" Ucap Li Xuan.


Xiang menatap Seon tak dan Li Xuan,dia merasa kalau mereka sekarang semakin dekat.


"Yang mulia sebaiknya kau membawa itu keluar,percuma di sini sangat terang..cahaya Kunang-kunang itu tidak terlihat" Ucap Xiang sambil menatap Seon tak.


Seon tak mengalihkan pandangannya karena Xiang terus menatapnya.


"Benar juga..aku akan pergi keluar sekarang" Ucap Li Xuan sambil terburu buru berdiri.


"Kau ikutlah dengannya,kau yang ingin membawa itu untuknya kan" Bisik Xiang ke Seon tak.


Seon tak mengikuti Li Xuan untuk mencari tempat gelap agar cahaya Kunang-kunang itu terlihat.


Saat Li Xuan sedang pergi,pangeran datang ke kediaman Li Xuan.


"Yang mulia..anda datang" Xiang menghampiri Pangeran yang hendak masuk ke kamar Li Xuan.


"Aku membawa kan sesuatu untu permaisuri,apa dia ada di dalam?" Tanya Pangeran.


"Yang mulia Permaisuri tadi keluar" Ucap Xiang.


"Oh..kalau begitu aku akan mencarinya " Pangeran pun mencari Li Xuan karena pangeran merasa sangat bersalah dan ingin meminta maaf kepada Li Xuan.


Sementara itu Li Xuan sedang menerbangkan Kunang kunang nya bersama Seon tak.


"Terima kasih.." Ucap Li Xuan.


"Untuk apa..hanya ini saja anda terus menerus berterima kasih" Ucap Seon tak.

__ADS_1


"Mungkin bagimu ini bukan apa apa untukmu,tapi bagiku ini sangat berarti..aku lebih senang mendapatkan hal seperti ini,kau tahu..selama aku ada di istana aku jarang sekali bahagia seperti ini" Ucap Li Xuan.


Mendengar Li Xuan mengatakan itu Jantung Seon tak pun berdetak sangat kencang,Seon tak berusaha menyadarkan dirinya agar tidak mempunyai perasaan ke Li Xuan.


"Permaisuri..kau ada di sini" Pangeran tiba tiba datang menghampiri Li Xuan.


"Saya permisi Yang mulia" Seon tak pun meninggalkan mereka berdua karena ia merasa pangeran ingin bicara berdua dengan Li Xuan.


"Kenapa kau ke sini,tadi kau baru saja membentak ku di depan selirmu..dan sekarang kau menemui ku seperti ini,apa yang kau inginkan" Tanya Li Xuan dengan nada yang ketus.


"Aku ingin meminta maaf padamu,aku akui aku memang salah karena membentak mu tadi..tapi aku sungguh menyesal Li Xuan" Ucap pangeran.


"Aku sudah memaafkan mu,tapi..aku sedang tidak ingin di ganggu sekarang,suasana hatiku jadi buruk karena kau datang" Li Xuan pergi meninggalkan pangeran sendiri.


Yul menghampiri pangeran yang terlihat sangat kesal karena di abaikan Li Xuan.


"Yang mulia,apa kita bisa pergi sekarang?" Tanya Yul.


"Kau temani aku minum sekarang!" Seru pangeran yang sedang kesal.


Yul menuruti Pangeran dan mereka pergi minum bersama di luar istana.


"Bawakan minuman untuk kami" Ucap Yul ke pelayan di sana.


"Baiklah..apa anda ingin para gadis melayani anda?" Tanya pelayan itu.


Belum Yul menjawab,pangeran menjawab pertanyaan pelayan itu.


"Bawa mereka ke sini,aku ingin mereka semua melayani ku di sini" Seru pangeran.


Yul merasa suasana hati pangeran sedang tidak baik,tidak seperti biasanya pangeran seperti ini.


Biasanya dia selalu menjaga jarak dengan wanita lain,tapi sekarang dia malah meminta mereka sendiri.


Yul hanya bisa diam menuruti semua yang di katakan oleh pangeran.


Sementara itu Kim Yuri merasa sangat kesal,dia tidak bisa tidur dan memikirkan rencana lain untuk menyingkirkan Li Xuan.


"Aku harus memikirkan cara lain untuk menyingkirkan nya! Dia harus pergi kali ini,aku benar benar muak dengannya!" Gerutu Kim Yuri.


Kim Yuri memanggil Dayang Won ke kamarnya.

__ADS_1


"Saya sudah di sini Yang mulia " Ucap Dayang Won.


"Aku ingin kau memata matai permaisuri,laporkan apapun yang di lakukannya padaku.dan..aku ingin kau selidiki setiap dia sedang bersama dua pengawalnya itu" Ucap Kim Yuri.


"Baik Yang mulia " Dayang Won keluar dari kamar Kim Yuri.


Sementara itu Li Xuan sedang ada di ruang baca,Seon tak menghampiri Li Xuan untuk memberikan teh Untuk Li Xuan.


"Yang mulia ini teh mu, sebaiknya setelah ini anda pergi tidur..hari sudah sangat larut,jika anda tidak tidur besok anda tidak bisa bangun pagi" Ucap Seon tak mengingatkan Li Xuan.


"Aku mengerti,kau tenang saja..setelah menghabiskan teh ku aku akan pergi ke kamarku" Ucap Li Xuan.


Xiang Merasa jika rencana Li Xuan untuk menguak semua kejahatan Kim Yuri tidak akan seperti yang di inginkan nya,dia merasa kalau Kim Yuri akan berhasil lolos dari hukumannya.


Xiang pun berpikir untuk terus memperhatikan apapun yang di lakukan oleh Kim Yuri sebelum Li Xuan memberi tahu pangeran tentang Kim Yuri.


Saat sedang lelah menunggu,Seon tak kembali bersama Li Xuan.


"Seharusnya kau tidur saja,kenapa terus berdiri seperti itu padahal aku tidak ada di dalam" Ucap Li Xuan.


"Aku hanya tidak ingin orang tahu kalau anda sedang pergi,lihatlah..Xiao juga menunggu anda tapi dia sudah tertidur lelap di sana" Xiang menunjuk Xiao yang sedang tertidur lelap,Xiao menunggu Li Xuan bersama Xiang tadi tapi dia terlalu lelah dan akhirnya tertidur.


"Xiang kai pergilah tidur dan bawa Xiao juga,Seon tak akan menjagaku di sini" Ucap Li Xuan.


"Baiklah,entah kenapa aku merasa kalian berdua semakin dekat saja" Ucap Xiang sambil menghampiri Xiao dan memapahnya untuk mengajaknya tidur di kamar.


"Kau jangan berpikir yang tidak tidak,pergilah istirahat saja dan jangan biarkan otakmu berpikir macam macam" Seru Seon tak.


Li Xuan masuk ke kamarnya dan langsung tidur karena sudah sangat lelah.


Seon tak berjaga di luar,entah kenapa tiba tiba dia membayangkan Li Xuan ada di sampingnya dan tersenyum sangat manis padanya.


Seon tak pun menyadarkan dirinya dengan menampar wajahnya sendiri.


"Apa yang kau pikirkan,apa kau sudah gila!" Ucapnya ke dirinya sendiri.


Seon tak merasa kalau dia mulai ada perasaan lain ke Li Xuan,dia oun berusaha untuk membuang rasa itu karena itu tidaklah mungkin.


Dia tidak boleh menyukai wanita yang sudah menikah,apalagi dia adalah tuannya sendiri.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2