
Hari pernikahan Li Yuan pun tiba,,paviliun sangat sibuk menyiapkan pernikahan.
Putri Li Yuan pun sedang merias diri memakai gaun pengantin nya.
Saat sedang sibuk merias diri Putri Li Xuan masuk ke dalam kamar Putri Li Yuan.
"Wahhh sedang bersiap rupanya" Ucap Li Xuan.
Para dayang pun memberi hormat ke putri Li Xuan.
"Mau apa kau ke sini?" Ucap Li Yuan ketus.
"Tentu saja aku datang ke sini untuk melihat adikku yang akan menikah,,bagaimana..bukankah kau sangat bahagia karena akan menikah dengan lelaki pilihanmu" Ucap Li Xuan sambil tersenyum sinis.
"Apa kau puas?? Kau akan menjadi permaisuri seorang pangeran sementara aku.." Ucap Li Yuan kesal.
"Bukankah itu kesalahanmu sendiri,,dan buanglah mimpimu sekarang untuk masuk ke istana dan menjadi istri seorang pangeran" Ucap Li Xuan.
"Kau!!" Li Yuan sangat kesal dengan ucapan Li Xuan kepadanya.
"Sudahlah..jangan buat hari ini menjadi buruk,,aku sudah menyiapkan kado yang indah untukmu..terimalah" Sambil memberikan hiasan kepala ke Li Yuan.
"Aku tidak butuh pemberianmu!" Ucap Li Yuan.
"Terserah,,Xiao..ayo kita pergi dari sini,,bukankah pangeran ketiga akan datang..aku akan menyambutnya" Ucap Li Xuan sengaja untuk membuat kesal Li Yuan.
Li yuan sangat kesal dengan sikap Li Xuan yang sengaja membicarakan pangeran dan membuatnya sangat iri.
__ADS_1
Li Xuan pergi ke aula dan menemui pangeran ketiga.
"Salam pangeran ketiga" Li Xuan memberi salam ke pangeran ketiga.
"Oh putriku,,kemarilah..pangeran ketiga sudah menunggumu dari tadi" Ucap ayah Li Xuan.
"Pangeran menungguku?? ada apa??" Tanya Li Xuan dengan lemah lembut.
"Ada yang ingin ku bicarakan,,tapi tidak di sini" Ucap pangeran ketiga.
"Baiklah,,bagaimana kalau ke paviliunku saja" ucap Li Xuan mengajak pangeran ketiga ke paviliunnya.
"Baiklah..tuan aku ke paviliun putri Li Xuan dulu sekarang" Ucap pangeran ketiga ke ayah Li Xuan.
"Baiklah..silahkan pangeran ketiga" Ucap ayah Li Xuan.
"Kalau saja kau mati kemarin,,mungkin Li yuan yang sedang bersama pangeran ketiga sekarang!!" Ucap Wu xia sangat kesal karena melihat kebersamaan Pangeran ketiga dan Li Xuan.
"Apa yang kau mau bicarakan hah??" Ucap Li Xuan ke pangeran ketiga sesampainya di paviliunnya.
"Wah kemana putri yang lemah lembut tadi" Ejek pangeran ke Li Xuan.
"Sudahlah..tidak ada siapa siapa sekarang di sini,,kenapa kalau kau tidak suka aku yang seperti ini kenapa tidak kau batalkan saja pernikahan kita" Ucap Li Xuan sangat kasar ke pangeran ketiga.
"Tidak mau!..bukankah seharusnya kau mempersilahkan aku duduk dulu baru kita bicara" Ucap pangeran ketiga.
"Benar juga,,silahkan duduk pangeran" Ucap Li Xuan dengan senyum terpaksa.
__ADS_1
"Terima kasih"
"Bicaralah" Ucap Li Xuan.
"Apa kau tidak mau menawarkan teh ke tamumu?" Ucap Pangeran ketiga.
"Aishhh..kau ini banyak maunya,,Xiao siapkan teh untuk pangeran" Ucap Li Xuan.
"Baik putri,,saya akan menyiapkannya sekarang" Xiao pergi menyiapkan teh.
Pengawal di luar pun bertanya ke Xiao.
"Hei..dayang,,apa yang sedang pangeran dan putri lakukan di dalam?" Tanyanya ke Xiao.
"Entahlah,,aku sendiri sangat bingung melihat sikap pangeran dan putri" Jawab Xiao.
Xiao pun masuk kembali ke dalam dan menuangkan teh untuk pangeran ketiga dan Putri Li Xuan.
Pangeran meminum tehnya "Apa rencanamu selanjutnya?" Ucap pangeran yang membuat kaget dan Li Xuan tersedak.
"Huk..Uhukk"
"Tuan putri,,anda tidak apa apa" Xiao memeriksa Li Xuan yang tersedak.
"Aku tidak apa apa" Ucap Li Xuan.
Bersambung
__ADS_1