Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri

Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri
penantian


__ADS_3

Sudah tiga bulan sejak Li Xuan tidak sadarkan diri,badannya semakin kurus dan membuat Lee Joon gi khawatir.


Lee Joon gi pun meminta agar Xiang mencari tahu bagaimana agar Li Xuan cepat bangun dari Komanya.


"Xiang..ini sudah sangat lama, lihatlah..badannya semakin kurus,aku khawatir padanya" seru Lee Joon gi.


"Aku juga begitu Tuan Lee.. Sepertinya tidak ada cara lain,aku harus mencari bunga anggrek bulan untuknya" Ucap Xiang.


"Anggrek bulan? bukankah itu bunga yang sangat langka..dan itu ada di dalam hutan" Lee Joon gi merasa kalau dia lah yang seharusnya pergi.


"Aku saja yang pergi..kau tetap di sini jaga Li Xuan " Ucap lee joon gi.


"Tapi itu sangat berbahaya Tuan Lee..ada banyak ular berbisa di tempat bunga itu tumbuh" Xiang memberitahu lokasi bunga itu berada sangatlah berbahaya,banyak ular berbisa di sana.


"Aku tidak perduli,aku bisa lakukan apapun asalkan Li Xuan bisa bangun..meskipun nyawaku taruhannya " Melihat Lee Joon gi yang begitu menyayangi Li Xuan,Xiang pun memberikan obat penawar racun untuk di bawa Lee Joon gi.


"Ini adalah penawar dari segala racun apapun,jika anda tidak sengaja terkena racun apapun saat di sana..segeralah minum obat ini" Xiang memberikan beberapa pil penawar racun untuk di bawa Lee Joon gi.


"Terima kasih..aku pergi sekarang,kau jaga Li Xuan dengan baik" Lee Joon gi segera pergi.


Xiang menyadari persediaan obat untuk Li Xuan habis,dia pun pergi ke pasar untuk membeli bahan obat-obatan untuk Li Xuan.


"Maaf..tapi yang kau cari sudah habis" Ucap pemilik toko.


"Benarkah..bagaimana ini,sudah tidak tersisa lagi di rumah..a..kalau begitu kapan bahan itu tersedia lagi?" Tanya Xiang.


"Mungkin sekitar tiga hari lagi" Ucap pemilik toko.


"Tiga hari? itu terlalu lama..aku harus mendapatkan nya hari ini,kalau tidak besok dia tidak akan bisa minum obat itu dan aku takut keadaan nya akan buruk" Gumam Xiang.


"Kalau kau sangat membutuhkan nya,sebaiknya kau pergi ke desa seberang..ya memang sangat jauh,tapi setidaknya kau akan bisa membuat obat itu secepatnya " Pemilik toko memberi saran ke Xiang untuk pergi ke desa seberang.


"Desa seberang..itu..kalau begitu aku ke sana saja,tidak ada cara lain..aku pergi dulu,terima kasih" Xiang pun segera pergi.

__ADS_1


Xiang sudah menyuruh pelayan untuk menjaga Li Xuan,dia bergegas ke desa seberang agar bis kembali lebih cepat.


Butuh waktu setengah hari untuk sampai di sana,dan kemungkinan Xiang bisa kembali saat larut malam.


Sore hari di desa Yul sedang mencari hadiah untuk Xing Qi,dia pun membeli mainan untuknya.


Saat sedang memilih mainan,dia tidak sengaja melihat Xiang yang sedang mengendarai kudanya dengan sangat cepat.


Yul pun segera mengejar Xiang,Xiang yang menyadari nya pun berhenti agar Yul tidak mengikuti nya lagi.


"Wah..kenapa tiap kali kita bertemu selalu saja di pasar" Ucap Xiang.


"Emh..entahlah aku juga tahu,mungkin itu takdir" Ucap Yul yang masih ngos-ngosan karena mengejar Xiang.


"Seperti nya kau baru saja membeli sesuatu,itu..mainan untuk anak kecil kan" Xiang memperhatikan barang yang di bawa oleh Yul.


"Ah iya..ini untuk Xing Qi,putra pangeran" Ucap Yul.


"Xing Qi..nama yang bagus,dia tumbuh dengan sehat bukan?" Tanya Xiang.


"Tidak..aku sudah tidak bekerja lagi dengan nya,jadi kurang pantas jika aku ke sana" Ucap Xiang.


"Emhh..tapi setidaknya kau lah yang membantu nya lahir ke dunia,oh iy..kita bisa ngobrol sebentar sambil minum teh,ada banyak yang ingin ku ceritakan padamu" Yul mengajak Xiang untuk minum teh bersamanya.


"Emh.. baiklah " Xiang menerima ajakan Yul agar Yul tidak curiga padanya dan mengikuti nya lagi seperti dulu.


Yul Mengajak Xiang ke kedai teh terdekat,dia memesan teh dan camilan untuk mereka.


"Jadi..bagaiman kabarmu?" Tanya Yul


"Seperti yang kau lihat,aku baik baik saja" jawab Xiang.


"Jadi setelah kau memakamkan Permaisuri,kau menghilang begitu saja..apa kau sudah menemukan tuan mu yang baru?" Tanya Yul.

__ADS_1


"Aku kembali ke tuanku yang dulu,aku membantunya membuat obat sesuai keahlianku..jadi..bagaimana kabar istana setelah kepergian permaisuri?" Tanya Xiang.


" Semua orang sedih dengan kepergian nya,pangeran merasa sangat bersalah dan merasa kalau dia lah penyebab Permaisuri meninggal..hidupnya kacau,dia bukan seperti dirinya yang dulu lagi...setiap hari dia selalu meluapkan emosi ke siapapun yang ada di dekatnya,tapi tiap malam dia masih menangisi Permaisuri..dia masih belum bisa melupakan nya." Ucap Yul.


"Aku tahu pangeran akan seperti itu,ya...semua orang pasti akan merasa sangat kehilangan permaisuri" Ucap Xiang .


"Kau benar..dia tidak ada karena memang sudah tiada,tapi kau pergi seolah kau juga ikut tiada" Gerutu Yul.


"Apa maksudmu?"


"Kita sudah dekat bukan..maksudku kita berteman dekat,apa kau tidak ingin bertemu denganku..atau sekedar ingin menengokku begitu" ucap Yul.


"Ah..tidak"


"Kau benar benar menyakiti hatiku..ya tapi tidak apa apa,kau memang begini dari dulu" Ucap Yul sambil tertawa kecil.


"Kita sudah ngobrol sangat lama..aku harus pergi sekarang" Yul menahan Xiang yang hendak pergi.


"Apa kita bisa bertemu lagi?" Tanya Yul.


"Entahlah..jika takdir menginginkan kita bertemu lagi,kita pasti bertemu" Ucap Xiang sambil pergi.


Yul memandangi Xiang yang sudah pergi,pipinya merah karena ucapan dari Xiang.


"Aishhh..aku ini kenapa,kenapa jantungku tiba tiba berdetak kencang seperti ini..sadarlah..sadar" Yul menyadarkan dirinya yang mulai menaruh hati ke Xiang.


"Tapi...dia memang benar benar punya pesona lain,jadi ..aku.. ahh sudahlah,aku harus segera kembali..pangeran pasti mencariku" Yul pun kembali ke istana.


Yul Langsung menemui Xiao yang sedang bersama Xing Qi untuk memberikan mainan yang baru saja ia beli.


"Pangeran kecil..ini mainan baru untukmu" Ucap Yul sambil bermain Cilukba dengan Xing Qi.


"Tuan Yul.. sepertinya kau sangat senang hari ini,ada apa?" Tanya Xiao yang melihat kalau Yul terlihat sangat senang.

__ADS_1


"Ahh..aku memang seperti ini,aku harus menemui pangeran sekarang..aki pergi" Yul tersenyum sepanjang jalan ke tempat pangeran,Xiao benar benar penasaran apa yang baru saja terjadi dengan Yul sampai dia bisa sebahagia itu.


Bersambung.


__ADS_2