
Lima hari sudah berlalu,keadaan pangeran sudah pulih sekarang.
Pagi itu pangeran menghampiri Park Mo yang sedang merangkai jerami.
"Tuan mo" Tegur pangeran ke Park mo yang sedang fokus ke pekerjaannya.
"Pangeran..apa anda membutuhkan sesuatu?" Tanya Park mo.
"Aku sudah pulih sekarang..aku ingin menepati janjiku" Ucap pangeran ke Park mo.
"Pangeran..kejadian itu sudah sangat lama,sudahlah..kami baik baik saja sekarang" Jawab Park Mo.
"Tapi luka di hati Mi jin masih ada,belum hilang sepenuhnya..apa kau tega melihat putrimu menderita seperti itu" Park mo yang mendengar ucapan pangeran teringat akan kejadian masa lalu yang menimpa putrinya.
"Anda benar pangeran..apa kita bisa pergi sekarang" Seru Park mo sambil berdiri dan segera bersiap siap untuk pergi ke desa.
Pangeran menghampiri Xuan yang sedang menemani Mi jin dan Jun su bermain.
"Xuan..bersiaplah untuk pergi,kita akan ke desa sekarang" Mendengar perkataan pangeran Xuan pun membantu Mi jin dan Jun su bersiap,karena ini untuk pertama kalinya setelah kejadian itu Mi jin kembali ke desa.
Setelah semua selesai bersiap,Pangeran dan yang lainnya memulai perjalanan ke desa.
Sepanjang jalan Mi jin gelisah tidak tenang,Xuan yang merasakan hal itu pada Mi jin pun mencoba menenangkan Mi jin dengan menggenggam tangan Mi jin.
Park mo yang menggendong Jun su sudah tidak sabar untuk membuat orang orang yang dulu melakukan kejahatan pada keluarganya di hukum dengan berat,dan dia merasa sangat yakin mereka akan di hukum karena dia bersama pangeran sekarang.
__ADS_1
Setelah beberapa jam berlalu,sampailah mereka ke desa.
"Kita sudah sampai di desa,park mo..kita langsung saja ke tempat pejabat itu,kau masih ingat rumahnya kan?" Tanya pangeran ke Park mo.
"Bagaimana aku bisa lupa rumah bajingan bajingan itu yang sudah menodai anakku!!" Ucap Park mo "Lewat sini pangeran" Park mo menuntun jalan ke tempat pejabat itu.
Sesampainya di Depan rumah pejabat itu,pangeran langsung menghampiri para penjaga yang ada di depan pintu.
"Katakan pada tuan kalian ada tamu dari istana,katakan padanya pangeran ketiga datang untuk bertamu" PEnjaga pun langsung berlari masuk untuk memberi tahu tuan mereka.
Penjaga itu berlari menuju ke tempat tuannya "Tuan..tuan,ada tamu di depan" Ucap penjaga itu.
"Tamu siapa pagi pagi begini" Tuan pejabat itu belum tahu yang datang itu adalah pangeran dan malas untuk menemui tamu itu.
"Pria itu bilang dia dari istana,dan dia itu pangeran ketiga" Mendengar ucapan dari penjaga itu,pejabat itu pun langsung berdiri.
Kreeeeetttttt..pintu di buka.
"Oh..ho..ho Maafkan karena menunggu terlalu lama pangeran,rumahku sangat di berkati oleh kedatangan pangeran" Saat pejabat itu sedang fokus bicara pangeran,dia kaget melihat Par mo yang datang bersama pangeran.
"Kau..kenapa kau datang kemari!!" Seru pejabat itu ke Park mo.
"Dia datang bersamaku..bisakah aku masuk ke dalam" Pangeran menatap pejabat itu dengan tatapan mengerikan.
"Te..tentu saja..silahkan..silahkan" Pejabat itu mempersilahkan pangeran masuk,yang lain pun mengikuti di belakang pangeran.
__ADS_1
Sementara itu pejabat bingung dengan kedatangan pangeran yang datang secara tiba tiba,dan lagi dia datang bersama park mo.
Setelah di persilahkan duduk,pangeran tidak mau basa basi dan langsung meminta pejabat itu untuk memanggil putranya.
"Panggil putramu kemari" Pangeran sudah tidak sabar untuk melihat bajingan yang tidak bertanggung jawab itu.
"Ba..baik pangeran,pelayan..kalian panggil lah putraku kemari" Pejabat itu sudah mulai merasa bahwa kedatangan pangeran ada sangkut pautnya dengan kejadian masa lalu karena park mo bersamanya sekarang.
Beberapa menit kemudian ketiga putra pejabat itu datang dan memberi salam kepada Pangeran.
"Min ji..di antara ketiga lelaki ini mana yang dulu pernah melakukan hal keji itu kepadamu" Tanya pangeran ke Min ji.
Anak anak dari pejabat itu ialah,Li tian,Li mue dan Li luo.
Min ji pun menatap anak anak pejabat itu dan menunjuk ke salah satu lelaki itu.
Li tian yang di tunjuk oleh Min ji pun kaget dan ketakutan.
"Baiklah..tanpa aku beritahu kalian juga pasti tahu kan kedatangan ku kemari karena apa,dan lagi aku kemari bersama mereka" Pangeran mulai membicarakan masalah mereka.
"Li tian..kau ingat kejadian yang kau lakukan dulu kepada mereka?"Ucap pangeran sambil menatap ke Li tian.
Li tian yang sudah gemetar sejak tadi,di tambah tatapan pangeran yang menakutkan kepadanya. dia mencoba menyangkal dugaan pangeran " A..apa yang pangeran katakan,a..aku sama sekali tidak tahu pangeran" Keringat dingin Li tian pun bercucuran.
Pangeran membanting cangkir yang sedang di pegangnya dan membuat semua orang kaget..PRANGGGGGGGGG.
__ADS_1
Cangkir itu di banting persis di depan Li tian yang membuat Li tian tidak tahu harus berbuat apa lagi sekarang.
Bersambung..