Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri

Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri
Ratu baru


__ADS_3

Seon tak segera menghampiri Li Xuan untuk memberitahunya tentang pernikahan Kaisar Liam.


"Aku ingin memberitahu sesuatu hal yang penting padamu" Ucap Seon tak tergesa gesa.


"Ada apa..katakan saja" Ucap Li Xuan yang sedang sibuk menyiapkan panahnya.


"Liam akan menikah dan menobatkannya sebagai Ratu di istana" SEru Seon tak.


Li Xuan terdiam sejenak dan menghentikan pekerjaannya"Secepat ini.." Ucap Li Xuan.


"Hem..apa yang akan kau lakukan sekarang" Tanya Seon tak.


"Aku tidak akan melakukan apa apa" Ucap Li Xuan dan Seon tak tidak menyukai jawabannya itu.


"Bagaimana bisa..Kau pasti sudah melupakannya,bodoh sekali kenapa aku berharap kau bereaksi lain" Gerutu Seon tak.


"Rasa itu belum hilang sepenuhnya,tapi aku tidak ada urusan dengan Ratu baru itu..urusanku adalah dengan Kim Yuri!" Seru Li Xuan.


"Lalu kenapa kau tidak menyelesaikan saat itu juga?" Tanya Seon tak.


"Dia sedang mengandung,aku tidak ingin anaknya ikut menanggung kesalahan ibunya..tunggu anaknya lahir dan aku akan membalaskan dendamku padanya!" Seru Li Xuan dengan amarah di hatinya.


"Baiklah..aku mengerti,dan aku juga belum memberitahu sesuatu hal yang penting lainnya" Ucap Seon tak dengan senyum sinisnya.


"Apa itu?" Tanya Li Xuan.


"Sebenarnya aku mengenal baik Ratu baru itu" Ucap Seon tak.


"Anak perdana menteri Wang jarim..dia yang mengejarmu dulu bukan" Ucap Xiang yang tiba tiba muncul.


"Apa benar yang di katakan Xiang?" Tanya Li Xuan.


"Ya..itu benar" Ucap Seon tak.


"Tapi itu sudah sangat lama..apa kau masih berfikir dia masih menyukaimu.. bodoh " Xiang tidak habis pikir karena Seon tak berfikir bahwa Wang jarim masih menyukainya.


"Apa kau masih bisa mengatakan itu setelah melihat ini" Ucap Seon tak sambil mengeluarkan surat yang di simpannya.

__ADS_1


"Apa ini..dari mana kau dapatkan ini" Tanya Xiang tidak percaya.


Xiang membaca Surat itu bersama Li Xuan dan tidak percaya dengan isinya,isinya adalah bahwa Wang jarim berharap Jika Seon tak datang ke pernikahannya nanti sebagai tanda perpisahan untuknya.


Wang Jarim menulis bahwa bukan keinginannya untuk menikah,dan jika di beri pilihan dia lebih ingin hidup bersama Seon tak.


"Wah..aku tidak percaya ini" Ucap Li Xuan setelah membaca surat itu.


"Apa yang kau katakan..sudah sewajarnya dia seperti itu karena aku ini memang tampan dan pria idaman" Ucap Seon tak dengan percaya diri.


"Tapi..apa kau benar benar akan datang mengunjunginya?" Tanya Li Xuan.


"Tentu saja aku akan datang..bukan sebagai Seon tak,tapi sebagai mantan kekasihnya " Ucap Seon tak.


"Benar juga, meskipun dia datang ke istana pun tidak akan ada yang mengenalinya" Ucap Xiang.


"Aku tidak akan datang sendiri..kalian juga akan ikut denganku" Ucap Seon tak.


"Tidak..aku tidak akan datang,aku hanya akan datang ke istana saat aku akan membalas dendam ku ke Kim Yuri " Ucap Li Xuan sambil beranjak pergi menjauh dari Seon tak dan xiang.


"Tunggu..kau kenapa" Tanya Xiang.


"Aku ingin memberitahu mu sejak lama tapi aku tidak sempat,aku akan memberitahumu sekarang..Li Xuan yang kau kenal dulu sudah kembali ke dunianya..dan aku adalah Li Xuan pemilik asli tubuh ini" Ucap Li Xuan yang membuat Xiang terkejut.


"Sejak kapan?" Seru Xiang yang terkejut.


"Sejak aku sakit setelah di racuni saat itu..Dia sudah berjuang untukku dan dia menjadi tiada karenaku,aku berhutang banyak padanya dan aku ingin membalaskan dendam untuknya..karena bahkan sampai dia tiada pun dia tidak mendapatkan cinta yang di inginkan ya" Ucap Li Xuan.


"Itu sebabnya anda tidak perduli lagi dengan pangeran" Tanya Xiang.


"Ya..yang mencintainya itu bukan aku,dan aku sama sekali tidak ada perasaan sedikit pun padanya" Ucap Li Xuan.


"Kalau begitu apapun juga akan aku lakukan untuk Nona Li Xuan ku yang sudah hilang,kami dari dunia yang sama..sudah sepatutnya aku membantunya " Ucap Xiang.


Tanpa mereka ketahui ternyata Seon tak mendengarkan pembicaraan mereka.


Seon tak tidak mengerti apa yang mereka katakan dan bingung memikirkannya.

__ADS_1


Hari telah berlalu,Pernikahan Kaisar Liam pun sudah tiba.


"Yang mulia kaisar..semua persiapan sudah siap" Ucap Kasim.


"Apa Ratuku juga sudah siap?" Tanya Kaisar Liam.


"Sudah Yang mulia " Ucap kasim.


Hari itu di istana semua orang berbahagia,Kim Yuri tidak sengaja berpapasan dengan Kim So Yong.


"Selir So Yong"Sapa Kim Yuri.


"Ahh selir Yuri..kau juga hendak datang ke aula pernikahan?" Tanya Kim So Yong.


"Tentu saja..aku adalah Selir Kaisar jadi aku harus datang,tapi..bukankah seharusnya kau yang menjadi Ratu,setelah kepergian permaisuri Li Xuan aku pikir kaulah yang sangat dekat dengan Yang mulia..tidak kusangka Yang mulia memilih Ratu nya sendiri dan meninggalkan mu" Ucap Kim Yuri sengaja memprovokasi Kim So Yong.


"Apa yang kau bicarakan Selir Yuri,aku hanya menghormati keputusan Yang mulia saja" Ucap Kim So Yong berusaha tidak terprovokasi.


"Yah..mau bagaimana lagi,aku yang dulu sangat di cintainya saja di tinggalkan begitu saja..dan sekarang datang yang lebih muda dan cantik,kau jangan kaget setelah ini Yang mulia tidak akan membutuhkanmu lagi..setidaknya aku akan menjadi ibu dari seorang pangeran,tapi kau..bagaimana nasibmu nanti" Ucap Kim Yuri yang secara sengaja mengejek Kim So Yong yang tidak bisa mempunyai anak.


"Aku sudah menjadi ibu putra mahkota dengan baik,apa yang aku takutkan dengan posisiku.. seharusnya kau yang takut..benar bukan Yang mulia selir Yuri" Seru Kim So Yong.


"Putra mahkota..Kekekkk" Kim Yuri tertawa mendengar ucapan Kim So Yong"Kau mau membanggakan Putra mahkota yang bahkan sekarang pun sudah sangat jarang menemui mu, ketahuilah meskipun dia tahu aku pernah menyakiti ibunya..dia tetap menyayangiku sebagai ibu yang merawatnya dari kecil,aku rasa hanya putra mahkota saja yang bisa melihat kebenaran di balik kesalahan ku" Ucap Kim Yuri.


Saat sedang berbincang tiba tiba Pangeran putra mahkota menghampiri mereka.


"Ibu" Sapa Xing Qi.


"Pangeran..Ibu mencari mu dari tadi,ayo..kita datang bersama ke aula pernikahan" Ucap Kim So Yong.


"Maaf ibu..aku akan pergi bersama Ibu Yuri,ayo ibu..kau pasti sangat kesulitan karena sedang mengandung" Ucap Putra mahkota sambil meraih tangan Kim Yuri.


"Kau sangat baik pada ku,ayo" Kim Yuri tersenyum sinis ke Kim so yong.


Kim So Yong merasa terabaikan dan mulai memikirkan perkataan Kim Yuri tadi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2