
Keesokannya Li Xuan mengajak pangeran untuk menemui ayahnya.
Ayah Li Xuan sedang duduk minum teh dan Mereka pun menghampirinya.
"Yang mulia pangeran..kau ada di sini,kapan kau datang?" Tanya ayah Li Xuan yang kaget karena pangeran sudah di sana pagi pagi.
"Aa..itu..aku sampai kemarin malam,karena sudah larut aku tidak enak menganggu anda yang sedang istirahat..jadi aku putuskan untuk menemui anda keesokannya" Ucap pangeran.
"Oh..jadi begitu,kalau begitu kita sarapan bersama sekarang..kalian cepat siapkan sarapan untuk pangeran dan permaisuri" Seru Ayah Li Xuan ke pelayannya.
"Ayah..apa kau benar benar sudah baik baik saja sekarang?" Tanya Li Xuan yang masih mencemaskan ayahnya.
"Aku sudah baik baik saja,kau tidak perlu khawatir Xuan..sebaiknya kau segera kembali ke istana,kau sudah di sini sangat lama..pangeran saja sampai menyusulmu" Ucap Ayah Li Xuan.
"Ah..bukan begitu,sudah seharusnya Xuan di sini menemani anda..aku tidak masalah jika dia ada di sini,sebenarnya aku sangat ingin datang kemari tapi baru bisa aku lakukan sekarang" Pangeran bicara panjang lebar dengan ayah Li Xuan.
Sementara itu Xuan menghidangkan sarapan yang sudah di siapkan oleh para pelayan.
Mereka pun sarapan bersama pagi itu.
Sementara itu Xiao sedang membereskan kamar tidur Li Xuan,dia tidak bisa berhenti tersenyum karena terus memikirkan Yul.
Dia pun tidak sabar untuk bertemu dengan Yul dan dia mempercepat pekerjaannya agar cepat selesai dan dia bisa menemui Yul.
Yul sedang menunggu pangeran selesai sarapan.
"Yul..apa kau akan kembali ke istana hari ini?" Tanya pangeran yang sudah selesai sarapan dan menghampiri Yul untuk menanyakan kepulangannya.
"Aku tidak pulang Yang mulia,aku harus menjaga anda yang mulia" Ucap Yul.
"Baiklah..tapi sekarang aku ingin berduaan saja dengan permaisuri..kau jangan ikuti aku dulu" Yul mengiyakan perintah pangeran dan membiarkan pangeran pergi berdua saja dengan Li Xuan.
Yul pergi keluar dan berhenti di pinggir sungai untuk menunggu Xiao,mereka sudah berjanji untuk bertemu di sana hari ini.
Setelah menunggu beberapa menit Xiao datang dan Langsung menghampiri Yul yang sedang menunggunya.
__ADS_1
"Tuan Yul..maaf,apa anda sudah menunggu lama di sini?" Tanya Xiao yang terengah engah karena dia berjalan sangat cepat dari kediaman Ayah Li Xuan.
"Tidak..aku juga baru sampai,kita pergi sekarang?" Tanya Yul.
"Ah iya..lewat sini Tuan Yul" Xiao berjalan bersama Yul untuk jalan jalan di desa.
Yul pun sangat senang melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya "Aku tidak menyangka ada tempat seindah ini setelah melewati pemukiman..apa kau sering ke sini saat dulu di sini? Tanya Yul.
"Ah iya..aku dulu selalu menemani Permaisuri bermain di sini,ini termasuk tempat favoritnya..karena terlalu sering ke sini aku juga menyukainya" Jawab Xiao.
"Itu ada rumah pohon..apa kita bisa ke sana?" Tanya Yul yang melihat rumah pohon di pohon atas bukit.
"Tentu saja bisa..ayo" Xiao menaiki bukit bersama Yul.
Mereka berdua pun terus bercerita tentang mereka,Xiao sangat senang dan nyaman saat bercerita dengan Yul.
Yul mulai merasakan sesuatu terhadap Xiao tapi dia tidak mau terburu buru dan memutuskan untuk memulainya perlahan.
"Emh..apa kau lapar?" Tanya Yul yang sedang menahan laparnya dari tadi.
"Ah..anda belum sarapan,di pasar ada tempat gukbap yang enak..anda pasti suka" Ucap Xiao.
Sesampainya di tempat Gukbap Xiao pun langsung memesan untuk mereka berdua.
"Wah cepat sekali..kelihatannya enak,aku makan ya" Yul langsung memakan Gukbap nya.
Xiao pun menikmati Gukbap nya karena dia juga belum sarapan.
Saat sedang makan Yul teringat perintah pangeran untuk mencari tahu tentang sepupu Li Xuan yang kemarin di lihatnya.
"Oh iya Xiao..sambil makan aku mau tanya sesuatu" Ucap Yul.
"Apa yang ingin anda tanyakan?"
"Kau tau sepupu Permaisuri kan?" Tanya Yul.
__ADS_1
"Ah..Tuan Muda Lee Joon gi"
"Iya..betul,bisa kau menceritakan tentangnya?" Pinta Yul.
"Tentu saja" Xiao mulai menceritakan tentang Lee Joon gi" Tuan muda itu Sepupu sekaligus orang yang paling dekat dengan permaisuri sejak mereka masih kecil,Tuan muda sangat menyayangi Permaisuri..dan selalu melindungi permaisuri,dulu mereka selalu bermain dan menghabiskan waktu bersama..entah kenapa tuan muda selalu bisa menghibur Permaisuri,kemarin saat permaisuri baru sampai di sini tuan muda tahu kalau permaisuri sedang sedih karena penobatan selir. tapi Tuan muda berusaha menghibur Permaisuri dan permaisuri bisa sedikit melupakannya dan dia baik baik saja sekarang" Ucap Xiao.
"Oh jadi begitu..tapi Xiao asal kau tahu saja,dulu mungkin pangeran menikah dengan permaisuri karena permintaan Ratu..dia tidak mencintainya saat itu,tapi sekarang pangeran benar benar tidak bisa sedetik saja tidak melihat permaisuri" Yul memberitahu tentang pangeran.
"Xiao juga merasa begitu,aku harap pangeran bisa selamanya mencintai permaisuri" Ucap Xiao.
"Oh iya..apa kau tidak tahu sesuatu yang lain? Kau..jangan salah paham,aku hanya ingin tahu saja" Yul takut kalau Xiao salah paham dan mengira dia hanya memanfaatkannya saja.
"Tidak apa-apa,aku tahu..emhh..sepertinya Tuan muda akan mengutus orang untuk menjaga permaisuri secara pribadi" Yul puas dengan informasi yang di dapatnya.
"Terima kasih karena kau sudah mau memberitahu ku,,oh iya setelah ini kita mau ke mana?" Tanya Yul yang sudah selesai menghabiskan makanannya.
"Sepertinya kita kembali saja,lagi pula anda sudah dapatkan yang anda inginkan kan" Ucap Xiao sambil beranjak dari tempat duduknya dan membayar makanannya.
"Hei tunggu..aku sudah bilang padamu kau jangan salah paham,aku benar benar hanya ingin pergi denganmu hari ini" Yul berusaha mengejar Xiao yang berjalan mendahuluinya.
"Aku tahu tuan,dan aku sudah memberitahumu semuanya" Xiao tetap mempercepat langkahnya.
Yul menahan tangan Xiao dan Xiao hampir terjatuh tapi Yul langsung menangkapnya.
Mata mereka langsung saling menatap.
"Aku benar benar ingin pergi denganmu menghabiskan waktuku di sini bersama mu,aku belum tahu perasaanku yang sesungguhnya..tapi aku benar benar ingin memulainya dan memutuskannya sendiri"Yul menatap dalam mata Xiao.
"Anu..Tuan bisahkah anda melepaskan ku" Yul tersadar orang orang menatap mereka dengan tatapan aneh.
"Ma..maaf" Yul langsung melepaskan Xiao.
"Tuan Aku tahu anda tidak seperti itu,tapi maksudku untuk kita segera kembali adalah..kit sudah pergi terlalu lama,aku takut permaisuri membutuhkanku sekarang" Jelas Xiao.
"Ah iya..kalau begitu kita berjalan perlahan saja" Xiao mengangguk dan mereka pun kembali bersama.
__ADS_1
Yul agak malu karena perkataanya tadi,dia takut kalau Xiao tidak menyukainya dan tidak mau pergi bersamanya lagi.
Bersambung.