
Kim So Yong terdiam di kamarnya,dia berfikir bahwa hanya dia saja yang tidak di sayang oleh pangeran.
"Apa hanya aku saja satu satunya selir yang tidak di sayang oleh pangeran" Gumam Kim So Yong.
Kim So Yong dulu memang tidak pernah berharap untuk mendapatkan cinta dari pangeran,tapi mulai berjalannya waktu..Kim So Yong sangat ingin merasakan rasanya di cintai oleh pangeran.
Sementara itu Li Xuan sedang menyusun rencana bersama Xiang dan Seon tak.
"Seon tak..bagaimana menurutmu?" Tanya Xiang.
"Aku akan mencari tahu tempat tinggal orang yang selalu memberikan obat obatan itu ke Selir Yuri,aku akan membawanya ke hadapan pangeran dan memberi tahu pangeran siapa Selir Yuri sebenarnya" Ucap Seon tak.
"Kalau begitu soal dayang itu menjadi urusanku,dia juga harus bersaksi atas semua perintah Selir Yuri kepadanya" Ucap Xiang.
"Baiklah..aku rasa aku bisa mengandalkan kalian sekarang,oh iya..aku sangat bosan,aku mau berburu ke hutan sekarang..rasanya sudah lama sekali aku tidak melakukan itu" Ucap Li Xuan.
"Tapi Yang mulia,aku harus mengawasi keadaan di sini..anda pergilah bersama Seon tak" Ucap Xiang.
"Baiklah,Seon tak..kita pergi sekarang" Ucap Li Xuan.
Seon tak pun mempersiapkan kuda untuk Li Xuan,mereka pun pergi ke hutan untuk berburu.
Li Xuan pergi ke hutan yang biasa dia datangi untuk berburu,dia pun meninggalkan kudanya di bawah pohon dan mulai mencari buruan yang dia cari.
"Ke mana perginya mereka semua" Gerutu Li Xuan yang tidak melihat satupun hewan buruan di sana.
"Seperti nya mereka sudah tahu akan di buru,jadi mereka tidak terlihat satupun" Ucap Seon tak dengan santainya.
"Kau ini santai sekali bicara denganku" Ucap Li Xuan.
"Aku merasa nyaman seperti ini,lagi pula aku juga tadinya tidak mau datang ke istana tapi Xiang memaksaku untuk menjagamu" Ucap Seon tak.
"Wah .wah kau memang benar,oh iya karena tidak ada satu pun hewan yang lewat di sini..dan lagi aku juga malas untuk kembali ke istana sekarang,bagaimana kalau kau ceritakan saja tentang kehidupan mu padaku" Ucap Li Xuan.
__ADS_1
"Cihh..untuk apa aku menceritakan tentang hidupku padamu,aku memang pengawalmu tapi bukan berarti kau harus tahu semua tentang ku" Ucap Seon tak.
"Ya..aku memang tidak berhak tahu tentang kehidupan mu,tapi..hanya saja aku melihat ada beban yang sangat berat di matamu" Ucap Li Xuan sambil menatap Seon tak.
"Apakah sangat terlihat" Tanya Seon tak.
"Ya..oh iya kau tahu,aku tidak tahu bagaiman aku harus terjebak hidup seperti ini..yang aku inginkan itu hanya kehidupan yang biasa saja,aku tidak ingin menjadi permaisuri atau pun tinggal di istana" Ucap Li Xuan.
"Yang aku dengar dari Xiang kau kehilangan separuh ingatanmu,apa kau benar benar melupakan semuanya?" Tanya Seon tak.
"Ya..itu benar,mungkin ingatan itu sangat menyakitkan jadi saat aku terbangun dari koma ku..aku enggan mengingatnya" Ucap Li Xuan.
Seon tak pun menatap Li Xuan,dia merasa kalau Li Xuan sangat mirip dengan seseorang yang ia kenal.
"Aku juga tidak suka kehidupan di istana" Ucap Seon tak tiba tiba.
"Kenapa kau berfikir seperti itu" Tanya Li Xuan.
"Hidup di istana itu sangat sulit,kita harus bisa bertahan hidup di istana karena belum tentu orang di sana menyukai kita tinggal di sana" Ucap Seon tak.
"Dan yang tak punya apa apa hanya akan menjadi buruan saja di sana,aku sangat menyesal adikku harus merasakan hal yang sangat kejam di istana" Ucap Seon tak.
"Apa maksudmu? kau mempunyai seorang adik?" Tanya Li Xuan.
"Aku dua bersaudara,orang tuaku meninggal saat usiaku dua belas tahun..dan adikku saat itu berusia tujuh tahun,kami berdua ikut dengan bibi kami dengan identitas baru" Ucap Seon tak.
"Identitas baru? Maksudmu?" Tanya Li Xuan.
"Ah tidak..tidak usah kau pikirkan,kita pergi sekarang.. sepertinya hujan akan datang" Ucap Seon tak yang lupa karena hampir saja dia bercerita tentang masa lalunya ke Li Xuan.
"Hei..kau belum menyelesaikan ceritamu,bagaimana bisa kau pergi seperti ini" Ucap Li Xuan yang kesal karena penasaran dengan lanjutan cerita dari Seon tak.
"Yang mulia..tunggu dulu" Ucap Seon tak yang berhenti mendadak dan Li Xuan pun menabrak punggungnya.
__ADS_1
"Aduh..kenapa tiba tiba berhenti,ada apa" tanya Li Xuan.
"Tadi kita taruh kuda kita di sini kan,tapi..di mana mereka sekarang" Ucap Seon tak sambil mencari kuda mereka.
"Apa yang kau katakan,aku sudah memberi tanda tadi..eh tunggu dulu,ini tanda yang ku buat..tapi di mana kuda kudanya,apa ikatan mereka terlepas?" Tanya Li Xuan.
Seon tak oun memeriksa nya "Tidak..ini sengaja di potong,ada yang mencuri kuda kita" Ucap Seon tak.
"Apa!! Sial!! ..bagaimana sekarang,hari sudah mulai gelap dan lagi mau turun hujan..tidak mungkin kita jalan kaki sekarang untuk kembali ke istana" Ucap Li Xuan yang sangat kesal.
"Mau bagaimana lagi,hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang..Yang mulia kita harus pergi dari sini sekarang,perasaanku tidak enak" Ucap Seon tak.
"Ya..hei kau jangan menakuti ku,tunggu aku" Li Xuan berusaha menyeimbangi jalan Seon tak agar tidak tertinggal.
Hujan mulai turun dengan deras,Seon tak melihat ada gua di depan dan mengajak Li Xuan ke sana untuk berteduh menunggu sampai hujan reda.
"Pakaian ku basah kuyup" Gerutu Li Xuan.
"Aku akan membuat api dengan ranting ini,Yang mulia duduklah" Ucap Seon tak.
Li Xuan pun duduk di atas batu, sementara itu Seon tak membuat api dengan ranting kering yang ada di dalam gua.
Setelah berhasil membuat api,Li Xuan pun menghangatkan tangannya.
Kruuukkkk..Perut Li Xuan berbunyi sangat keras,Dia ingat dia belum makan apapun dari siang dan sekarang dia merasa sangat lapar.
"Maaf..tapi perutku tidak bisa berbohong,dia sangat lapar sekarang" Ucap Li Xuan.
"Maaf Yang mulia,tapi tidak ada apapun di sini..semua bekal kita ada di kuda,dan kuda kita di curi..aku akan mencari makanan keluar nanti setelah hujan reda" Ucap Seon tak.
"Sudahlah..tidak usah kau pikirkan,aku baik baik saja..aku bisa menahannya sampai kita kembali ke istana nanti" Ucap Li Xuan.
Seon tak pun memeriksa keluar untuk melihat apakah hujannya masih deras atau tidak,dia merasa mereka akan terjebak di sana sampai pagi karena hujannya masih saja belum reda.
__ADS_1
Seon tak melihat Li Xuan yang tertidur,dia merasa tidak tega melihatnya tertidur dengan perut lapar.
Bersambung.