
Pagi itu Kim Yuri membuatkan teh untuk pangeran,dia memasukan ramuan yang dia beli semalam.
Pangeran Yul melihat ketika Kim Yuri menaruh ramuan itu ke teh pangeran
Yul pun curiga jika Kim Yuri ada maksud buruk ke pangeran.
Yul mencari alasan agar pangeran tidak meminum teh itu.
"Pangeran..ini teh mu,minumlah sebelum pergi" Ucap Kim Yuri sambil memberikan teh nya ke pangeran.
"Terima kasih" Saat pangeran hendak meminum tehnya,tiba tiba ada batu di lempar dari luar dan mengenai cangkir teh pangeran.
PrangGggg..Cangkir itu pecah .
Pangeran melihat ada seseorang di luar,dia pun mengejar orang itu.
"BERHENTI!!" Teriak pangeran sambil mengejar orang itu.
Kim Yuri kesal karena pangeran tidak jadi meminum tehnya,Kim Yuri pun menyuruh dayang untuk membersihkan pecahan gelas itu.
Pangeran berhasil mengejar orang itu,saat sudah tertangkap pangeran menarik cadar dan kaget ternyata dia adalah Yul.
"Yul!! kau..ada apa..kenapa tiba tiba kau menyerangku" Tanya pangeran.
"Maaf Yang mulia..aku tidak bermaksud untuk menyerang mu,aku hanya ingin anda tidak meminum teh dari Selir Yuri" Ucap Yul.
"Teh? tapi ada apa?" Tanya pangeran yang tidak mengerti apa sebenarnya yang Yul katakan.
"Aku tidak sengaja melihatnya menaruh sesuatu di teh mu,aku khawatir itu berbahaya untukmu" Ucap Yul.
"Apa..tapi kenapa dia melakukan itu padaku,apa dia ingin mencelakai ku" Seru pangeran.
"Sepertinya dia tidak ingin mencelakai mu,tapi pasti ada sesuatu..sebaiknya kau tidak meminum ataupun memakan apapun yang di berikan nya,jaga jaga kalau dia akan memberimu sesuatu lagi yang berbahaya " Ucap Yul.
"Baiklah..kau apa menyembunyikan hal lain padaku?" Tanya pangeran yang merasa kalau Yul sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Ah..tidak Yang mulia,memangnya apa yang ku sembunyikan..Emh..ngomong ngomong bagaimana kalau kita langsung menemui warga desa saja" Ucap Yul agar pangeran tidak curiga terus terhadapnya.
"Baiklah..ayo" Pangeran pun pergi ke desa bersama Yul dan pengawal nya yang lain.
Sementara itu di tempat Li Xuan,Li Xuan sedang berjalan pagi di temani Xiao dan Xiang.
__ADS_1
"Kalian berdua kenapa..biasanya tiada hari tanpa kalian beradu mulut,tapi sekarang kalian diam..sangat mencurigakan " Li Xuan heran dengan Sikap Xiao dan Xiang yang biasa berantem setiap hari kini hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun.
"Kami tidak ada apa apa,benar kan Xiao" Ucap Xiang.
"Iya..kami hanya berfikir kalau kita berdua terlalu banyak bicara, seharusnya kami saling menjaga " Ucap Xiao.
"Itu benar..kita keluarga sekarang,kita harus saling menyayangi dan menjaga satu sama lain" Ucap Li Xuan.
"Yang mulia..aku sangat menyayangimu " Ucap Xiao sambil memeluk Li Xuan.
"Sungai ini sepertinya banyak ikannya" Ucap Li Xuan sambil duduk dia atas batu di tepi sungai.
"Apa anda mau makan ikan siang ini?" Tanya Xiao.
"Aku akan menangkap ikan untukmu" Xiang masuk ke air untuk menangkap ikan .
"Hewhh..aku teringat saat di hutan bersama pangeran dulu,aku juga menangkap ikan bersamanya" Ucap Li Xuan.
Xiao menatap Li Xuan yang menitihkan air matanya,dia merasa kalau Li Xuan sangat merindukan pangeran sekarang.
"Yang mulia..kau hanya mengingat pangeran saja sekarang,padahal kau dulu juga sering menangkap ikan denganku..kita juga menghabiskan waktu seharian bermain bersama apa kau melupakannya" Xiao berusaha mengganti topik agar Li Xuan tidak sedih karena merindukan pangeran.
"Anda benar..aku lupa" Ucap Xiao sambil tertawa kecil.
"Hooo..Xiang..besar sekali ikan yang kau dapatkan" Li Xuan memuji Xiang yang mendapatkan ikan besar di sungai.
"Tentu saja..ini bukan apa apa untukku" Ucap Xiang.
"Wah lihatlah itu..kau sombong sekali,aku juga bisa mendapatkan ikan lebih besar darimu" Seru Xiao.
"Kau..ha..ha..ha itu tidak mungkin,badanmu saja sangat kecil..aku takut kau akan terbawa arus karena badanmu yang kecil itu" Xiang mengejek Xiao dan Xiao pun kesal dengannya.
"Kau!! baiklah bagaimana kalau kita bertaruh saja sekarang..kita tunjukkan siapa yang paling hebat di sini!" Ucap Xiao.
"Siapa takut..kita lihat saja" Xiang pun menerima tantangan dari Xiao.
"Sudah. sudah..kalian ini,baru saja kalian akur dan sekarang kalian sudah begini lagi!" Li Xuan menghentikan Xiao dan Xiang yang terus saja adu mulut dari tadi.
"Maaf Yang mulia.. Xiang..maafkan aku,kau memang lebih hebat dariku" Ucap Xiao.
"Tidak..aku yang salah,maafkan aku karena mengejekmu" Ucap Xiang.
__ADS_1
"Nah gitu dong,hari sudah siang..kita kembali ke rumah sekarang,aku lapar" Ucap Li Xuan.
Mereka pun kembali ke rumah, Xiao membawa ikan itu ke dapur dan memasaknya untuk Li Xuan.
Sudah satu bulan sejak pangeran datang di desa,pangeran sedang ada di desa sekarang,dia melihat penduduk desa yang sedang membantu istrinya yang sedang hamil untuk duduk.
Dia pun teringat dengan Li Xuan.
"Sudah dua minggu sejak Li Xuan pergi,bagaimana kabar dia sekarang"Gumam pangeran
"Aku yakin Permaisuri baik baik saja,ada Xiang yang menjaganya dengan baik...Xiao juga ikut bersamanya" Ucap Yul.
"Aku sangat merindukannya" Ucap pangeran.
Pangeran pun akan segera kembali ke istana karena keadaan di desa sudah baik baik saja.
Sementara itu Kim Yuri sedang mengunjungi toko obat yang di datanginya dulu.
"Kau ini membohongi ku!! obat sama sekali tidak bereaksi apapun!!" Kim Yuri kesal karena merasa telah di bohongi oleh penjual toko.
"Itu tidak mungkin Yang mulia,aku tidak mungkin membohongi anda" Ucap pemilik toko.
"Lalu kau pikir aku yang berbohong!" Seru Kim Yuri.
"Bukan itu maksudku Yang mulia, Yang mulia apa anda benar benar memastikan kalau Yang mulia pangeran benar benar meminum obat ini?" Tanya pemilik toko.
"Itu..aku tidak tahu pasti,dia tidak langsung meminum ataupun makan apapun yang ku berikan padanya..tapi ketika aku menemuinya lagi,dia sudah menghabiskannya" Ucap Kim Yuri.
"Aku merasa kalai Yang mulia pangeran mencurigaimu,dia pasti tidak benar benar meminumnya" Ucap pemilik toko.
"Lalu aku harus apa sekarang!" Seru Kim Yuri.
"Ini adalah obat lain..anda suruh pelayan anda yang memberikannya,jangan anda..aku pastikan ini akan berhasil" Ucap pemilik toko sambil memberikan obat baru pada Kim Yuri.
"Baiklah..kalau ini berhasil,aku akan memberikan bonus untukmu" Ucap Kim Yuri.
"Terima kasih Yang mulia,aku pastikan ini akan berhasil" Ucap Pemilik toko sangat yakin.
"Aku pergi sekarang" Kim Yuri kembali ke penginapan,dia pun menyusun rencana untuk memberikan obat nya ke pangeran.
Bersambung..
__ADS_1