Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri

Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri
Kim Yuri kembali ke istana


__ADS_3

Kim Yuri membuat kesepakatan dengan tabib,tabib yang sedang membutuhkan banyak uang pun menyetujui untuk membantu Kim Yuri.


Tabib itu pergi ke istana menemui pangeran.


"Yang mulia..saya datang ke sini untuk memberitahukan keadaan Yang mulia selir" Ucap Tabib itu.


"Memangnya ada apa dengannya?" Tanya Pangeran.


"Yang mulia selir tidak sengaja mengkonsumsi jamur beracun, keadaan nya sangat buruk..dia harus mendapatkan perawatan yang bagus,saya khawatir ini akan membuat bayi dalam kandungannya terjadi masalah" Ucap tabib.


Pangeran yang sudah sangat marah dan kecewa dengan Kim Yuri Pun merasa bingung dengan apa yang akan di lakukannya sekarang,pada satu sisi sekarang Kim Yuri sedang mengandung anaknya.


Yul menghampiri Pangeran yang sedang kebingungan "Yang mulia ada apa denganmu?" Tanya Yul.


"Kim Yuri tidak sengaja mengkonsumsi jamur beracun,aku khawatir bayi dalam kandungannya terjadi masalah" Ucap pangeran.


"Aku mengerti..tabib kau pergilah dulu" Yul menyuruh tabib untuk keluar karena dia ingin membicarakan masalah ini dengan pangeran secara pribadi.


"Pangeran..aku sudah memikirkan nya,aku tahu semua yang di lakukan Kim Yuri adalah salah..tapi kalau di pikir kembali dia melakukan ini semua karena cemburu padamu yang sangat menyayangi Permaisuri,Kau yang dulu menggunakan berbagai cara untuk nya agar bisa menjadi selirmu" Yul tidak berusaha membela Kim Yuri,dia hanya berfikir apa yang di lakukan Kim Yuri hanyalah bentuk sakit hatinya.


"Kau benar,akulah yang bersalah di sini"Pangeran menyadari kalau dirinyalah yang membuat Kim Yuri menjadi jahat seperti ini.


"Yang mulia..setelah pemakaman Kaisar dan Permaisuri,sebaiknya kau bawa Kim Yuri kembali ke istana..bukan untuknya,tapi bayi yang ada di dalam kandungannya" Ucap Yul.


"Tapi bagaimana kalau dia berulah lagi?" Pangeran masih ragu untuk membawa Kim Yuri kembali ke istana.


"Aku punya solusi untuk itu..sebaiknya jangan kau berikan dia kekuasaan lagi sebagai selir utama,kau bisa menjadikan Selir Kim so yong menjadi selir utamamu" Yul memberi saran untuk pangeran agar menobatkan Kim So Yong terlebih dulu menjadi selir utama.


"Baiklah.. aku setuju dengan solusi darimu"


Hari pemakaman tiba,pangeran masih tidak bisa merelakan kepergian Li Xuan.


Dia pun menangis lagi di depan makam Li Xuan.

__ADS_1


Sementara itu Yul memakamkan Xiang dengan hormat,setelah semua orang pergi Yul duduk dan menangis di samping makam Xiang.


"Andai saja aku punya keberanian untuk mengungkapkannya padamu bahwa aku mencintaimu..sekarang hanya tinggal penyesalan saja,kau sudah pergi jauh sekarang..aku akan sangat merindukanmu"Yul menyesal karena tidak memberitahu perasaanya lebih cepat ke Xiang.


Hari hari pun berlalu,Kim Yuri sudah kembali ke istana tapi pangeran enggan menemuinya.


"Aku sudah beberapa hari di sini tapi pangeran tidak pernah datang mengunjungiku, setidaknya kalau bukan untukku datanglah untuk bayinya yang belum lahir ini" Gerutu Kim Yuri.


"Yang mulia selir..apa anda sudah dengar bahwa pangeran akan di nobatkan menjadi kaisar" Ucap Salah satu dayang Kim Yuri.


"Apa?? benarkah itu..benar juga banyak pangeran yang tewas karena penyerangan itu,meskipun masih ada pangeran yang lain tapi yang layak naik tahta hanya pangeran Liam..tapi kenapa aku harus terjebak menjadi selir berpangkat rendah di sini!" Gerutu Kim Yuri yang kesal.


Sementara itu Kim So Yong menemui pangeran yang sedang ada di aula sendirian.


"Yang mulia " Sapa Kim So Yong.


"Kau datang..ada apa?" Tanya pangeran.


"Kau tidak perlu khawatir, aku sudah membuat kesepakatan dengan mereka..jika mereka tetap ingin aku yang naik tahta,aku akan naik tahta tanpa seorang ratu..aki belum bisa menggantikan posisi Li Xuan untuk orang lain" Ucap pangeran.


"Aku mengerti.. setidaknya aku tidak khawatir sekarang,mereka akan berhenti menemuiku" Ucap Kim So Yong.


Di tempat lain Seon tak sudah mendengar kabar tentang pangeran yang akan di nobatkan menjadi kaisar.


Dia hendak memberitahu Li Xuan tapi mengurungkan niatnya itu karena merasa sekarang Li Xuan sudah hidup lebih baik dan tidak mau di kait kaitkan lagi dengan pangeran karena hubungannya dengan pangeran sudah berakhir sekarang.


"Kau kenapa tertawa terbahak bahak seperti itu?"Tanya Seon tak yang baru sampai dan melihat Li Xuan sedang tertawa.


"Aku tidak bisa menahannya..karena kau meminta Xiang untuk berdandan seperti perempuan sekarang,entah berapa baju yang sudah di robeknya sekarang karena dia tidak terbiasa memakai pakaian seperti ini" Ucap Li Xuan sambil tidak bisa berhenti tertawa.


"Apa kau puas sekarang!! sekarang uangku habis hanya untuk membeli pakaian saja!" Seru Xiang yang kesal.


"Kalau kau sayang dengan uangmu kenapa kau tidak menjahitnya saja" ejek Seon tak sambil tertawa.

__ADS_1


"Wah..wah kalian ini memang sudah berencana untuk melakukan ini padaku,dan sekarang kau memintaku untuk menjahit!" Seru Xiang.


"Sudah..sudah.. bagaimana kalau kita pergi ke hutan untuk berburu sekarang,kau bisa mengganti pakaian yang lebih nyaman" Ucap Li Xuan.


"Ide yang bagus.. persediaan kita juga sudah mulai habis,kita harus menangkap banyak agar bisa menjualnya" Ucap Xiang sambil masuk ke kamarnya dan berganti pakaian.


Seon tak menyiapkan senjata untuk mereka berburu.


"Sepertinya kau sudah mulai terbiasa dengan kehidupan rakyat biasa"Ucap Seon tak.


"Hem..lebih nyaman seperti ini,aku bisa melakukan apa saja yang aku mau" Ucap Li Xuan yang sebenarnya sangat merindukan Xing Qi.


"Aku tahu sebenarnya kau sangat merindukan putramu bukan?" Ucap Seon tak tiba tiba.


"Seperti nya aku tidak bisa menyembunyikannya,aku memang sangat merindukan nya..tapi aku yakin dia baik baik saja karena Xiao bersamanya" Li Xuan sudah selesai bersiap dan mereka bertiga pun berangkat ke hutan.


Xiao sedang bersama Xing Qi,semenjak mengetahui kalau Ibunya meninggal..Xing Qi lebih banyak murung dan menyendiri.


Xiao sangat khawatir dengan keadaan Xing Qi.


"Tuan kecil..besok kita akan kembali ke istana,ayahmu akan di nobatkan menjadi kaisar besok" Ucap Xiao.


"Aku tahu..bisahkan aku di sini saja,aku tidak ingin kembali ke istana sekarang" Ucap Xiao.


"Tidak bisa tuan kecil,kau juga akan menjadi pangeran mahkota sekarang..banyak yang harus kau pelajari" Ucap Xiao mencoba membujuk Xing Qi.


"Andai saja ibu masih ada,dia pasti akan menjadi ratu sekarang..kenapa dia harus pergi secepat ini" Ucap Xing Qi sambil menatap langit.


"Mungkin..tapi dia tidak akan menyukainya" Ucap Xiao.


Xing Qi menatap Xiao dan ingin tahu kenapa ibunya tidak ingin menjadi seorang ratu padahal itu adalah impian semua wanita di istana.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2