Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri

Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri
Permulaan


__ADS_3

Setelah semua sepakat,Sunny dan Li Xuan akan masuk ke istana menyamar sebagai Dayang istana.


"Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini,ini sangat terkesan kalau aku masih menyukai nya..tapi tidak apa jika itu untuk Li Xuan"Ucap Seon tak.


"Apa yang kau katakan?"Tanya Xiang yang sedang bersama Seon tak.


Seon tak baru sadar jika dia tidak seharusnya mengatakan itu di depan Xiang.


"Cihh..sudah aku duga,tapi karena aku sekarang mendengarnya secara langsung aku jadi tahu kalau dugaanku selama ini benar..kau menyukai Li Xuan?" Ucap Xiang.


"Itu...jangan beritahu siapapun tentang ini,hanya kau yang tahu" Seru Xiang.


"Sejak kapan?" Tanya Xiang.


"Sejak...sejak aku sering pergi berburu dengannya dulu" Jawab Xiang.


"Wahh..wah..tapi..kau lebih suka dia yang sekarang atau yang dulu?" Tanya Xiang.


"Kenapa kau tanyakan itu?" Seon tak tidak mengerti dengan pertanyaan Xiang.


"Bukankah kau sudah tahu jika dulu yang ada di dalam tubuh Li Xuan adalah Sunny,jadi saat kau menyukainya dulu itu adalah Sunny bukan Li Xuan..ya memang sulit untuk di percaya tapi itu kenyataannya" Ucap Xiang.


Seon tak pun berfikir,ada benarnya juga yang di katakan Xiang.


"Benar juga katamu..aku jadi tidak mengerti sekarang,entahlah..aku juga tidak berniat untuk mengatakan ke Li Xuan kalau aku menyukainya,cukup aku menyimpannya saja"Ucap Seon tak.


"Terserah kau saja,aku juga tidak perduli" Ucap Xiang.


"Hei..kenapa kau seperti ini,kau tidak menyukaiku kan?" Ledek Seon tak.


"Apa kau bilang!! walaupun kamu adalah satu satunya lelaki yang hidup di dunia ini juga ogah aku suka sama kau!!" Seru Xiang.


"Ha..ha..ha.."


"Kita sudah sampai,tapi apa kau yakin dia sudah menerima pesan darimu?" Tanya Xiang.


"Emhh..tentu saja" Ucap Seon tak.


"Tapi...apa kau yakin dia mau membantumu?" Tanya Xiang.


"Hei.. percayalah padaku" Ucap Seon tak meyakinkan Xiang.


"Cihh..tapi mau bagaimana pun dia itu Ratu sekarang,istri Kaisar..kalau ketahuan mati lah kita" Gerutu Xiang.

__ADS_1


"Sejak kapan kau takut mati?..Eh dia datang" Seon tak menghampiri Jarim yang berjalan menghampiri nya.


"Siapa yang bersama denganmu?" Tanya Jarim sambil menatap ke arah Xiang.


"Ah dia teman seperguruan ku,jadi..bagaimana? apa kamu bisa menolongku? Tanya Seon tak tanpa bertele-tele.


"Aku bisa membantumu..tapi..kapan mereka datang?" Tanya Jarim.


"Besok..besok mereka akan datang" Seru Seon tak.


"Baiklah..aku akan mengurusnya,kau jangan khawatir" Ucap Jarim.


"Terima kasih..apa kau baik baik saja sekarang?" Tanya Seon tak.


"Aku baik baik saja,terima kasih sudah menghawatirkan ku" Ucap Jarim.


"Aku harus kembali sekarang,aku takut mereka curiga jika aku pergi terlalu lama" Ucap Jarim.


"Baiklah..aku ucapkan terima kasih sekali lagi,dan..jaga dirimu baik baik" Ucap Seon tak sambil tersenyum manis ke Jarim.


Setelah Jarim pergi Xiang menghampiri Seon tak.


"Huwekkk..sudah hentikan senyum palsumu itu,dia sudah pergi sekarang" Ucap Xiang.


"Yaa..hentikan!" Xiang pergi meninggalkan Seon tak yang terus menggodanya.


Saat mereka dalam perjalanan pulang,Xiang tidak sengaja melihat Yul membawa bunga di tangannya.


"Hei kenapa kau berhenti?" Tanya Seon tak.


"Kau kembalilah dulu,aku ada urusan sebentar" Ucap Xiang.


"Baiklah"


Xiang yang penasaran pun mengikuti Yul pergi,Xiang terkejut saat melihat Yul berdiri di depan makam yang bertuliskan namanya.


Xiang melihat Yul yang menangis di depan makamnya dan bertanya tanya ada apa dengan Yul kenapa dia datang ke makamnya dan menangis seperti itu.


"Apa yang dia lakukan,kenapa dia seperti itu"Gumam Xiang.


Saat Xiang hendak pergi,tiba tiba dia tidak sengaja mendengar ucapan Xiang yang membuatnya terkejut tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Kenapa kau pergi secepat ini hiks..hiks,aku belum sempat mengungkapkan perasaanku padamu tapi kau lebih dulu pergi meninggalkan ku"Ucap Yul sambil meletakan bunga yang dia bawa di makam Xiang.

__ADS_1


Xiang hanya terdiam saat mendengarnya.


"Kau tahu,aku selalu merindukan mu setiap saat..dan aku sudah putuskan hanya kau wanita satu satunya yang akan aku cintai,dan aku akan terus melajang sampai tiba waktunya kita akan bertemu nanti" Ucap Yul.


Saat Yul sedang meluapkan semua yang ingin dia katakan ke Xiang,tiba tiba Xiang tidak sengaja menginjak ranting dan Yul menyadari ada seseorang yang memperhatikannya.


"Siapa di sana?" Yul mencoba mencari dari mana arah suara itu.


Xiang yang panik pun berlari agar tidak ketahuan oleh Yul.


"Aku yakin ada seseorang tadi di sini,tapi siapa.." Gumam Yul.


Yul kembali ke istana dan masih penasaran siapa yang mengikutinya tadi.


Sementara itu Seon tak sudah sampai lebih dulu dan segera memberitahu kabar baik ke Li Xuan.


"Kalian harus bersiap dan besok jangan sampai telat datang ke istana" Ucap Seon tak.


"Bagus..setelah ini biar aku dan Sunny yang mengurusnya" Ucap Li Xuan.


"Tapi..ngomong ngomong di mana Xiang,bukankah dia bersamamu tadi?" Tanya Sunny yang hanya melihat Seon tak kembali sendirian.


"Ah..dia tadi bilang ada urusan,tapi aku tidak tahu apa itu" Jawab Seon tak.


Xiang berjalan terus tanpa arah,dia mulai menyadari kalau dia sebenarnya juga memiliki perasaan ke Yul,hanya saja dia tidak pernah terlalu memikirkan nya dan memilih fokus dengan tugasnya menjaga Li Xuan.


"Apa yang sebenarnya terjadi padaku,bukankah tidak benar jika aku bersikap begini..aku harus kembali sekarang"Xiang pun berjalan ke arah pulangnya.


"Aku pulang" Ucap Xiang dan langsung masuk ke kamarnya.


"Ada apa dengannya,kenapa dia bersikap seperti itu?" Ucap Sunny.


"Apa yang sebenarnya terjadi,apa kau membuat nya marah lagi!" Ucap Li Xuan.


"Aishhh..bukan aku,tadi dia seperti mengejar sesuatu tapi aku tidak tahu apa itu" Ucap Seon tak.


"Aku harus menemuinya sekarang" Saat hendak berdiri,Sunny melarang Li Xuan untuk Menemui Xiang sekarang.


"Tunggu.. sebaiknya nanti saja,biarkan dia sendiri sekarang" Ucap Sunny.


Li Xuan pun mengangguk dan duduk kembali.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2