Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri

Menjelajah Waktu Dan Menjadi Permaisuri
Mencari seorang Ratu


__ADS_3

Xiao menatap langit sambil menitikkan air matanya,dia memikirkan tentang apa yang telah terjadi di istana.


"Semuanya terjadi begitu cepat,apa Yang mulia Permaisuri sudah tahu sehingga dia sengaja mengirim kita keluar istana" Gumam Xiao.


"Apa yang kau katakan Xiao?" Tanya Xing Qi.


"Tidak ada,aku harus terbiasa memanggilmu pangeran mahkota sekarang..ah sebaiknya kita bersiap sekarang" Ucap Xiao.


"Kau saja..aku ingin menemui seseorang dulu" Xing Qi pergi menemui teman belajarnya.


"Bai yu" Pangeran memanggil Bai yu teman belajarnya yang sedang membaca buku di bawah pohon.


"Ah..Yang mulia,ada apa?" Tanya Bai yu buru buru berdiri.


"Jangan memanggilku Yang mulia" Ucap Xing Qi yang enggan di panggil Yang mulia oleh temannya.


"Tapi kata guru kau akan segera kembali ke istana dan di nobatkan menjadi pangeran mahkota,tidak baik jika aku terus memanggilmu dengan namamu" Ucap Bai yu.


"Terserah kau saja..oh iya aku datang mencarimu untuk bertanya padamu,apa kau mau ikut denganku ke istana?" Tanya Xing Qi.


"I..istana..a..aku" Ucap Bai yu dengan terbata.


"Aku hanya orang rendahan yang mulia,aku tidak pantas datang ke istana" Ucap Bai yu.


"Siapa yang bilang tidak pantas,kau sudah tidak punya siapapun..aku akan membutuhkan orang hebat untuk di dekatku,jadi aku akan memilihmu sebagai orang terdekatku..kita bisa belajar bersama di istana nanti" Ucap Xing Qi meyakinkan Bai yu.


Bai yu menangis karena baru pertama kali ada seseorang yang menganggapnya begitu penting.


"Terima kasih yang mulia hiks..hiks" Bai yu pun membawa barang barangnya dan pergi bersama Xing Qi ke istananya.


Sementara itu Kim Yuri sedang duduk di taman menunggu Liam lewat.


Setelah beberapa lama menunggu,Kaisar Liam pun Lewat dan segera menghampiri Kaisar Liam.


"Yang mulia" Kim Yuri memberi hormat ke Kaisar Liam.


Kaisar Liam hanya menatapnya.


"Aku ingin mengucapkan selamat padamu,aku menunggumu dari pagi di sini" Ucap Kim Yuri.

__ADS_1


"Lain kali tidak usah menungguku" Ucap Kaisar Liam dengan ketus,Kaisar Liam pun meninggalkan Kim Yuri.


Saat Kaisar Liam hendak pergi,Kim Yuri menahannya.


"Apa kau sangat membenciku sekarang!" Seru Kim Yuri.


Kaisar Liam pun menghentikan langkahnya,dia menyuruh kasim dan dayang untuk meninggalkan mereka berdua.


"Kenapa kau menyuruh semua orang pergi,Kaisar..aku tahu aku memang bersalah,aku memang jahat..tapi semua ini aku lakukan karenamu!" Seru Kim Yuri.


"Aku tahu..aku yang salah padamu,tapi tidak seharusnya kau membalasnya dengan menyakiti orang lain" Ucap Kaisar Liam.


Kim Yuri menangis "Aku mohon padamu..setidaknya kau harus menyayangi anak yang ada di dalam kandunganku ini karena dia adalah darah dagingmu yang mulia hiks..hiks"


"Kau tidak usah khawatir,dia akan di perlakukan layaknya pangeran yang lain..jika sudah tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi,aku harus pergi sekarang" Kaisar pun pergi meninggalkan Kim Yuri.


Kim Yuri menghapus air matanya "Hewh..jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang tidak akan kau duga Yang mulia" Gumamnya.


Kim Yuri pun kembali ke paviliun nya.


Setelah beberapa bulan penobatan Liam,Tadinya semua baik baik saja walaupun tidak ada yang menduduki posisi ratu.


Kaisar Liam menemui Kim So Yong untuk minum teh bersamanya.


"Ada apa yang mulia,apa yang membuat mu gelisah sekarang?" Tanya Kim So Yong sambil menuangkan teh ke cangkir Liam.


"Kau selalu mengerti perasaan ku,aku hanya sedang kesal" Jawab Liam.


"Kenapa? apa ini soal ratu lagi?" Tanya Kim So Yong.


"Ya..mereka terus mendesakku,bagaimana menurutmu?" Tanya Liam ke Kim so yong.


"Aku tidak mengerti Yang mulia,aku tahu kau masih berduka atas kematian Permaisuri Li Xuan..tapi mereka tidak mau mengerti tentang perasaanmu" Ucap Kim So Yong.


Liam pun berpikir sejenak,dia menatap Kim So Yong"Apa kau saja yang menduduki posisi itu dan menjadi ratuku" Sontak Kim So Yong pun kaget dengan ucapan Liam.


"Yang mulia..apa yang kau katakan,sudah jelas itu tidak mungkin..bahkan bukankah dari awal mereka menyuruhmu untuk mengembalikan ku ke keluargaku karena aku tidak bisa memberimu keturunan..yang mulia aku baik baik saja asal aku bisa ada di dekatmu,aku tidak ingin terjadi hal buruk yang membuatku harus berpisah denganmu Yang mulia" Ucap Kim So Yong.


"Lalu bagaimana..Tidak mungkin itu Kim Yuri" Liam pun bingung sekarang.

__ADS_1


"Yang mulia..bagaimana kalau kau mencari ratumu sendiri agar kau yakin dia baik untukmu" Ucap Kim So Yong.


"Maksudmu..aku harus menikahi seseorang lagi untuk menjadikan nya ratuku?" Tanya Liam.


"Ya..hanya itu jalan satu satunya,dan lagi kau bisa memilihnya sendiri"Kim So Yong berusaha meyakinkan Liam.


Liam pun terus memikirkannya,Keesokannya Liam menyuruh untuk mengumpulkan semua gadis terhormat karena dia ingin memilih ratunya sendiri tanpa campur tangan orang lain.


Mereka semua di kumpulkan di suatu tempat dan Liam datang tanpa mereka tahu bahwa dia adalah kaisar.


Liam melihat mereka satu persatu dan yang dia lihat hanyalah keserakahan kekuasaan.


"Yul aku benar benar muak,yang mereka bicarakan hanyalah kekuasaan" Ucap Liam.


"Aku rasa juga begitu Yang mulia,Yang mulia..bagaimana kalau gadis itu" Ucap Yul sambil menunjuk seorang gadis.


"Siapa dia?" Tanya pangeran.


"Dia anak perdana menteri,usianya masih 20 tahun..namanya Wang ja rim,aku memperhatikan nya dari kemarin..dan aku rasa hanya dia saja yang sama sekali tidak tertarik dengan posisi ratu ini,dia hanya datang karena paksaan dari ayahnya" Ucap Yul .


Liam pun memperhatikan Wang ja rim, Keesokan nya Liam mendekati Wang ja rim.


"Ekhem.." Liam menghampiri Wang ja rim yang sedang sibuk menggambar.


"Ada apa..apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Wang ja rim dengan Cuek.


"Ah tidak..aku hanya ingin melihat apa yang sedang anda gambar" Ucap Liam.


"Hewh..apa kau itu suruhan Kaisar?" Tanya Wang ja rim.


"Ya..seperti itulah" Ucap Liam.


"Aku sangat bosan,entah sampai kapan aku ada di sini..membosankan" Ucap Wang ja rim.


"Apa nona tidak ingin menjadi seorang ratu?" Tanya Liam.


"Tidak..aku sama sekali tidak tertarik,ah..apa kau sibuk? bisa bantu aku ambilkan kuas yang baru?" Tanya wang ja rim.


"Tentu saja" Liam pun membantu Wang ja rim dan saat itu dia mulai dekat dengannya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2