
Saat Li Xuan tertidur,Seon tak melihat keluar gua untuk memeriksa apakah hujannya sudah reda atau belum.
Karena tidak tega melihat Li Xuan yang tertidur dengan perut kosong,Seon tak pun mengambil daun besar untuk memayungi nya.
Seon tak mencari sesuatu yang bisa di makan,setelah lama mencari.. akhirnya dia menemukan ladang ubi milik warga desa.
Akhirnya Seon tak mengambil sedikit ubi itu untuk ia dan Li Xuan makan.
"Ada ladang ubi di tengah hutan seperti ini, sepertinya tidak apa apa jika aku mengambilnya sedikit saja..pemilik ladang maafkan aku,aku akan membayar nya jika aku sudah bisa kembali ke istana nanti" Ucap Seon tak.
Seon tak pun segera kembali ke gua tempat Li Xuan berada,Seon tak melihat Li Xuan yang masih tertidur.
Ia pun membakar ubi yang dia ambil tadi,Li Xuan terbangun karena mencium aroma ubi yang sedang di bakar oleh Seon tak.
"Oh tidak..karena lapar hidungku menjadi aneh seperti ini" Ucap Li Xuan.
"Apa yang Permaisuri katakan,bangunlah..dan ini,makanlah dulu" Ucap Seon tak sambil memberikan Ubi bakar yang sudah di kupasnya ke Li Xuan.
"Ubi? kau dapat ini dari mana?" Tanya Li Xuan.
"Aku mendapatkan nya di sebelah sana" Ucap Seon tak sambil menunjuk.
"Apa kau mencuri nya?" Tanya Li Xuan sambil berhenti memakan ubi itu.
"Tidak..aku hanya meminjamnya,nanti aku akan membayarnya" Ucap Seon tak.
"Sama saja,ah sudahlah..aku sangat lapar hah...panass" ucap li Xuan sambil meniup ubi bakar itu.
Seon tak pun juga memakan ubi bakar itu.
"Hari sudah sangat malam,kita tidak bisa kembali ke istana sekarang " Ucap Seon tak.
"Aku mengerti,kalau begitu kita bermalam saja dulu di sini..kita akan kembali esok hari" Ucap Li Xuan.
"Anda istirahat lah,aku akan menjaga anda" Ucap Seon tak.
"Kau juga harus tidur..Hoaaammmm" Li Xuan pun tertidur.
Seon tak berjaga sambil terus membuat api agar Li Xuan tidak kedinginan,Seon tak terdiam dan teringan dengan adiknya.
Dia meremas rantung yang di tangannya karena kesal,dia berjanji pada dirinya sendiri akan membalas apa yang sudah terjadi pada adiknya.
Hari sudah pagi,Li Xuan terbangun..dia memperhatikan Seon tak yang tertidur sambil duduk.
__ADS_1
Karena tidak tega membangunkannya,Li Xuan pun keluar untuk mencari sarapan.
Setelah Satu jam Li Xuan pergi,Seon tak terbangun dan melihat bahwa Li Xuan sudah tidak ada di sana.
"Celaka..aku ketiduran, permaisuri tidak ada..aku harus mencari nya" Saat Seon tak hendak keluar untuk mencari Li Xuan.
Li Xuan kembali dengan membawa ikan di tangannya.
"Kau sudah bangun?" Tanya Li Xuan.
"Anda dari mana permaisuri,aku sangat khawatir..anda tidak bisa pergi begitu saja tanpa memberitahu ku" Seru Seon tak.
"Hei..tenang saja,aku hanya keluar sebentar untuk mencari sarapan..aku melihat kau sangat lelah jadi aku tidak tega membangunkanmu " Ucap Li Xuan.
"Aku akan menyiapkan api sekarang" Ucap Seon tak sambil mengambil ikan di tangan Li Xuan.
"Baiklah..kau jadi sopan sekali padaku" Ucap Li Xuan.
Seon tak membakar ikan yang di dapatkan oleh Li Xuan,setelah matang mereka pun sarapan bersama.
Beberapa saat kemudian.
"Aku sudah selesai,kita bisa kembali ke istana sekarang...Xiang pasti sudah menungguku" Ucap Li Xuan.
Li Xuan memperhatikan sepanjang jalan dan melihat pemandangan hutan yang indah.
Setelah berjalan sangat lama, akhirnya mereka melihat rumah penduduk.
"Akhirnya..kita sampai juga ke desa" Ucap Li Xuan yang sudah sangat lelah berjalan.
"Anda istirahat lah dulu,aku akan meminta air ke penduduk" Ucap Seon tak.
"Baiklah..jangan terlalu lama" Ucap Li Xuan sambil duduk.
Saat sedang menunggu Seon tak mengambil air,tiba tiba Li Xuan di kejutkan oleh Dayang Pangeran yang melihatnya.
"Yang mulia Permaisuri,anda di sini?" Tanya Dayang itu.
"Aishh..kau mengagetkanku saja,tunggu dulu..kau bukannya dayang pangeran?" Tanya Li Xuan.
"Benar Yang mulia,hamba sedang mencari barang yang ingin di beli pangeran di sini" Ucap Dayang.
"Bukankah kau ikut pangeran ke rumah orang tua Kim Yuri,jadi..kau akan kembali ke sana" Tanya Li Xuan.
__ADS_1
"Benar Yang mulia,apa anda mau melihat Pangeran dulu ke sana?" Tanya Dayang.
"Ah tidak..nanti Kim Yuri pasti tidak akan menyukainya,ah Seon tak..kau lama sekali,cepat berikan airnya" Li Xuan langsung meminum air yang di bawa oleh Seon tak.
"Kau dayang istana?" Tanya Seon tak.
"Iya benar,apa sebaiknya kau bawa permaisuri menemui pangeran.. sepertinya permaisuri juga belum makan" Ucap Dayang.
"Permaisuri,sebaiknya kita singgah di tempat pangeran sekarang..aku khawatir dengan keadaan anda sekarang" Ucap Seon tak.
"Terserah kau saja..kita ke sana hanya meminjam kuda saja untuk kita pulang ke istana,jangan lama lama di sana" ucap Li Xuan.
"Baik Yang mulia " Seon tak meminta dayang itu untuk menunjukan jalan,mereka pun mengikuti arahan jalan dayang pangeran.
Saat sampai di rumah Kim Yuri hari mulai gelap.
"Aku tidak mau masuk,kau cepatlah suruh penjaga untuk menyiapkan kuda untukku" Ucap Li Xuan.
"Baik Yang mulia" Dayang mengajak Seon tak bersamanya untuk mengambil kuda untuk mereka.
Saat Li Xuan sedang menunggu Seon tak,tiba tiba dia mendengar suara pangeran.
Li Xuan pun tidak sadar tiba tiba kakinya melangkah ke arah suara pangeran,Li Xuan berdiri di belakang kamar kim Yuri.
Li Xuan melihat ada lubang kecil,karena dia sangat penasaran dia pun melihat apa yang sedang terjadi di dalam lewat lubang kecil itu.
Saat Li Xuan sedang mengintip,dia melihat pangeran yang sedang berciuman dengan Kim Yuri.
Tiba tiba Li Xuan merasakan sesak di dadanya,dan air matanya pun tidak terasa menetes tanpa ia sadari.
"Apa yang sedang Yang mulia lakukan?"Tanya Seon tak yang sudah ada di belakang Li Xuan.
"Ah tidak,kau sudah ambil kudanya?" Tanya Li Xuan.
"Sudah.. tapi hanya ada satu,anda kembalilah dulu ke istana..aku akan jalan kaki" Ucap Seon tak.
"Kenapa harus jalan kaki,kita bisa menungganginya bersama" Li Xuan mengajak Seon tak untuk menunggangi kuda itu bersamanya.
Seon tak enggan melakukanya tapi Li Xuan memaksanya,sepanjang perjalanan Li Xuan masih terbayang dengan apa yang di lihat tadi.
Dia pun semakin tidak menyukai pangeran,dan dia berjanji akan meninggalkan pangeran dan istana setelah balas dendam nya selesai.
Bersambung.
__ADS_1