
Hari hari sudah berlalu,semakin hari pangeran semakin dekat dengan Li Xuan.
Yang mulia Ratu selalu mengawasi putranya itu dan melihat perubahan yang dia inginkan,karena merasa Kim Yuri sudah bukan ancaman untuk Li Xuan..Yang mulia Ratu pun membiarkan dia pergi.
Kim Yuri yang sudah di bebaskan mencari cara agar dia bisa bertemu dengan pangeran dan meminta pangeran agar segera membawanya ke istana.
Sementara itu di istana,paviliun Li xuan.
"Pangeran..apa kau tidak sibuk hari ini?" Tanya Li Xuan ke pangeran.
Pangeran pun menjawab "Aku tidak ingin beraktifitas apapun hari ini,aku hanya ingin bersama denganmu saja hari ini"
Li Xuan sangat bahagia pangeran banyak menghabiskan waktu bersamanya sekarang.
"Kau cobalah ini..ini sangat enak" Saat pangeran hendak menyuapi makanan ke Li Xuan,tiba tiba Li Xuan mual.
"Huw..huweek" Maaf pangeran,aku tidak sengaja.
"Kau kenapa,apa kau sakit..Dayang Shin,cepat panggil tabib ke sini" Pinta pangeran sambil melihat keadaan Li Xuan.
Dayang Shin pun pergi untuk memanggil tabib istana,Sementara itu Pangeran menggendong Li Xuan dan membaringkannya di tempat tidur.
"Aku tidak apa apa pangeran,aku baik baik saja" Li Xuan berusaha untuk membuat pangeran agar tidak cemas kepadanya.
"Kau sakit..jadi jangan banyak bicara dan istirahatlah" Pangeran cemas dengan keadaan Li Xuan.
Beberapa saat kemudian Dayang Shin sudah kembali ke paviliun dengan tabib bersamanya.
"Tabib..cepat periksa permaisuri" Pangeran mempersilahkan tabib untuk segera memeriksa keadaan Li Xuan.
"Baik..hamba mohon ijin Yang mulia" Tabib pun mulai memeriksa keadaan Li Xuan dan bertanya apa yang di rasakannya sekarang.
" Yang mulia..apa yang anda rasakan beberapa hari ini?" Tanya tabib ke Li Xuan.
"Aku sering merasa mual belakangan ini,dan aku kehilangan nafsu makanku" Ucap Li Xuan.
__ADS_1
"Hem..kapan terakhir anda datang bulan?" Tanya tabib lagi.
"A..apa datang bulan,i..itu sepertinya bulan kemarin,dan bulan ini aku belum datang bulan..apa ada masalah dengan itu tabib?" Li Xuan bertanya ke tabib dan penasaran dengan keadaannya sekarang.
"Tidak salah lagi..Yang mulia pangeran,selamat..Yang mulia permaisuri sedang mengandung sekarang..saya ucapakan selamat yang mulia" Pangeran kaget dengan pernyataan tabib.
"Be..benarkah,permaisuriku hamil?" Pangeran masih tidak percaya dengan yang di katakan tabib dan mencoba untuk memperjelasnya lagi.
"Benar yang mulia,tidak salah lagi..janin masih berukuran kecil tapi hamba bisa merasakannya" Ucap tabib itu meyakinkan pangeran.
Pangeran menghampiri Li Xuan dan langsung memeluknya "Selamat permaisuriku..selamat..terima kasih karena sudah memberikanku kebahagiaan ini" Pangeran menangis bahagia bersama Li Xuan.
Dayang Shin langsung memberitahu kabar baik ini ke seluruh istana,Yang mulia kaisar pun ikut bahagia dan memberi selamat langsung kepada pangeran dan Li Xuan secara langsung.
Ayah Li Xuan yang di beri kabar bahagia ini pun langsung ke istana membawa hadiah yang sangat banyak untuk Li Xuan.
"Xuan anakku" Ayah Li Xuan menemui Li Xuan.
"Ayah..kau datang" Li Xuan sangat bahagia karena ayahnya datang melihatnya.
"Iya ayah..Xuan juga tidak menyangka bisa hamil secepat ini" Li Xuan minum teh bersama ayahnya hari itu dan banyak bercerita tentang kehidupannya sekarang di istana.
Sementara itu di istana Ratu,Ratu dan kaisar sedang membicarakan tentang Pangeran Liam.
"Ratu..aku sedang bingung dengan krisis di istana kita sekarang" Ucap Kaisar.
"Ada apa Yang Mulia,aku pikir semuanya baik baik saja"Jawab Ratu yang tidak tahu dengan apa yang terjadi sekarang.
"Kerajaan kita membutuhkan dukungan dari menteri pertahanan dan menteri perdagangan sekarang" Kaisar menceritakan masalahnya dengan Ratu.
"Mereka meminta pernikahan untuk putri mereka" Ucap Kaisar.
"Benarkah..kalau begitu kita bisa membuat pernikahan mereka dengan pangeran kelima dan ketujuh,pangeran Jimyeon masih belum dewasa kita tidak bisa membuatnya menikah sekarang" Ratu mencoba mengusulkan untuk membuat pernikahan dengan pangeran ke lima dan ke tujuh.
"Aku pikir juga begitu,tapi mereka punya pilihan mereka sendiri..dan aku tidak bisa menolaknya karena aku tidak berdaya sekarang" Kaisar sangat bingung dan ingin berbagi kegelisahannya sekarang dengan Ratu.
__ADS_1
"Lalu..siapa pilihan mereka?" Ratu pun mempertanyakan siapa yang di maksud oleh Kaisar.
"Mereka meminta putri mereka untuk menjadi selir pangeran ketiga" Ratu pun terkejut dengan pernyataan kaisar.
"Liam?? kenapa harus dia..Xuan baru saja memulai kehamilannya sekarang,dia akan sedih nanti" Ratu khawatir dengan keadaan Li Xuan jika mendengar ini.
"Aku pikir juga begitu,tapi mereka tidak mau kalau itu bukan pangeran Liam..mungkin putri mereka yang menginginkannya karena kau tahu sendiri Liam sangat terkenal dengan ketampanannya " Ucap Kaisar.
"Aku bisa mengerti" Ratu pun hanya bisa berharap jika tidak akan ada masalah nantinya dengan Li Xuan,dia pun mulai memikirkan untuk bicara dengannya nanti.
"Jadi Ratuku..aku minta kau bicaralah dengan Li Xuan dan aku akan membicarakannya dengan Liam" Ujar Kaisar.
"Baiklah Yang mulia,Sudah Larut..sebaiknya Yang mulia tidur sekarang" Kaisar pun pergi tidur bersama Ratu.
Keesokan nya Kaisar meminta Pangeran Liam untuk menghadap padanya.
"Liam ..aku ingin bicara denganmu" Ucap Kaisar.
"Ananda Liam akan mendengarkan Yang mulia" Pangeran pun duduk di hadapan Kaisar.
"Liam kau tahu yang sedang di hadapi istana sekarang,kita membutuhkan dukungan dari menteri pertahanan dan perdagangan sekarang" Kaisar membicarakan keadaan istana dengan Pangeran Liam sebelum memintanya untuk menikahi putri dari menteri sekarang.
"Ananda tahu..Liam akan pergi ke desa nanti untuk melihat keadaan rakyat secara langsung,dan pangeran Sangyeon sudah pergi tadi pagi untuk memeriksa perbatasan" Ucap Pangeran Liam.
"Aku tidak bisa basa basi denganmu,aku akan langsung" Pangeran mengernyitkan keningnya penasaran dengan apa yang akan di bicarakan kaisar sekarang.
"Semua masalah istana akan selesai dengan adanya dukungan dan bantuan langsung dari para menteri,tapi mereka minta timbal balik agar putri mereka bisa menikah denganmu" Sontak Pangeran Liam kaget dengan ucapan kaisar.
"Tapi Yang mulia..Li Xuan baru saja hamil,apa tidak bisa dengan pangeran yang lain saja..lagi pula aku sangat mencintai Li Xuan dan tidak mungkin aku memikirkan itu sekarang" Pangeran mencoba agar dia tidak di nikahkan dengan putri para mentri.
"Aku tahu..tapi ini harus kau lakukan demi rakyat dan istana kita,ini perintah dan kau harus mematuhinya" Pangeran tidak bisa berkata apa apa lagi dan hanya bisa mematuhinya sekarang.
"Baiklah..ini ananda lakukan demi kepentingan rakyat"Kaisar pun sudah lega sekarang sementara itu pangeran tidak sanggup untuk memberitahu Li Xuan sekarang.
Bersambung.....
__ADS_1