
Li Xuan masih terjaga dan tidak bisa tidur.
"Padahal aku tidak perduli sama sekali,tapi kenapa hal itu masih mengganggu pikiranku" Gumam Li Xuan ke dirinya sendiri.
"Aku tidak tahu ingatanku bisa kembali lagi atau tidak,tapi bukankah aku baik baik saja meskipun aku tidak bisa mengingatnya lagi" Gumam Li Xuan lagi.
Karena tidak bisa tidur,Li Xuan menyelinap keluar tanpa di ketahui oleh siapapun.
Bahkan Xiang tidak menyadari itu,tapi Seon tak mengetahuinya dan dia diam diam mengikuti Li Xuan dari belakang.
Li Xuan pergi keluar istana,saat ada penjaga lewat Seon tak menarik Li Xuan agar tidak ketahuan penjaga.
"Ssttt..ada penjaga,diamlah" Ucap Seon tak.
Penjaga sudah pergi,Seon tak melepas tangannya yang tadi menutup mulut Li Xuan.
"Mereka sudah pergi" Ucap Seon tak sambil melepaskan tangannya.
"Ishhh..kau ini apa apaan sih,bagaimana kau bisa tahu aku menyelinap pergi bahkan Xiang pun tidak menyadarinya" Ucap Li Xuan.
"Siapa bilang dia tidak menyadarinya,dia tahu semua dan menyuruhku untuk pergi mengikutimu " Ucap Seon tak.
"Wahhh..pengawalku ini memang sangat hebat,karena kau sudah ada di sini..jadi Sekarang kau ikuti aku saja" Ucap Li Xuan.
"Memangnya anda mau pergi kemana?" Tanya Seon tak.
"Aku tidak bisa tidur dan aku tidak suka ada di sini,entah kenapa aku ingin pergi ke suatu tempat" Ucap Li Xuan.
"Baiklah..terserah anda saja" Ucap Seon tak.
Mereka berdua pergi bersama,Saat Li Xuan sedang tidak bisa tidur tadi tiba tiba dia teringat tentang taman bunga tempat dia dulu berdiam diri di sana.
Karena penasaran ingatan itu benar atau tidak,dia memutuskan untuk pergi malam itu juga.
Li Xuan berjalan sangat jauh dan entah kenapa dia sangat familiar dengan jalan itu,"Kita sudah berjalan sangat lama tapi kenapa tidak sampai sampai juga" Gerutu Li Xuan.
"Memangnya anda mau kemana?" Tanya Seon tak.
__ADS_1
"Entahlah..aku hanya mengikuti langkah kakiku saja" Ucap Li Xuan.
"Apa!! bagaimana bisa..kita sudah berjalan sangat jauh dan anda tidak tahu tujuan anda?" Gerutu Seon tak yang sangat lelah dengan Li Xuan.
"Husttt.. sepertinya kita sudah sampai" Ucap Li Xuan sambil melihat padang bunga di depannya.
Seon tak menatap ke depan,karena ini malam hari tentu saja keindahan bunga bermekaran itu tidak terlihat.
Tapi sebagai gantinya,kunang kunang yang berterbangan di sana menggantikan keindahan itu.
"Yang aku ingin lihat adalah hamparan bunga yang mekar,tapi ini juga indah..aku tidak menyesali pergi ke sini" Ucap Li Xuan.
Tiba tiba Seon tak teringat tentang adiknya yang dulu juga sangat menyukai kunang-kunang,dia terbiasa pergi bermain dengan adiknya malam hari dan mereka hanya bisa menemui pemandangan indah malam hari dengan melihat kunang-kunang yang menyala di malam hari.
Li Xuan menengok ke arah Seon tak dan melihat mata Seon tak yang berkaca-kaca "Ada apa dengan dirimu? apa kau terharu melihat ini sampai ingin menangis" Ejek Li Xuan sambil tertawa kecil.
"Aku hanya teringat adikku" Ucap Seon tak dan Li Xuan pun menghentikan tawanya.
"Kau punya seorang adik? Dia laki laki atau perempuan?" Tanya Li Xuan.
"Kau pasti sangat menyayanginya" Ucap Li Xuan.
"Tentu saja,dia adalah kehidupanku..cahaya bagi hidupku" Ucap Seon tak.
"Jika kau merindukannya pergilah,aku akan memberimu libur untuk bertemu dengannya..ajaklah dia ke sini,dia pasti sangat senang jika melihat ini" Ucap Li Xuan.
"Jika aku bisa aku pasti akan melakukannya,sayangnya tidak..dia sudah tidak ada di dunia ini lagi" Ucap Seon tak sambil berjalan ke arah kunang kunang itu.
"Maafkan aku,aku tidak tahu" Ucap Li Xuan yang merasa tidak enak ke Seon tak.
"Tidak apa apa,ketika melihat anda aku seperti melihat dirinya..dia pasti sudah sebesar anda jika masih hidup" Ucap Seon tak.
"Hei..tapi aku tidak mau punya kakak sepertimu" Ejek Li Xuan.
"Aku juga tidak mau punya adik seperti anda yang hidupnya di kendalikan orang lain" Ucap Seon tak.
"Hei..apa yang kau katakan,aku tidak seperti itu " Gerutu Li Xuan.
__ADS_1
"Tapi..kalau aku boleh tahu,adikmu meninggal karena apa?" Tanya Li Xuan.
"Dia menghilangkan nyawanya sendiri" Ucap Seon tak.
Angin berhembus,Li Xuan terkejut dengan jawaban Seon tak..Li Xuan menatap dalam dalam kesedihan Seon tak.
"Dia tidak terima dengan keadaannya saat itu karena di paksa menikah,kami juga tidak mau menikahkannya dengan orang yang bukan pilihannya..tapi.." Seon tak menghentikan ceritanya.
"Tapi kenapa? " Tanya Li Xuan yang penasaran.
"Yang ingin menikahinya itu saat itu adalah..Kaisar" Sontak Li Xuan kaget dengan ucapan Seon tak.
"A..apa..bagaimana bisa Kaisar ingin menikahi gadis yang sangat jauh usianya dengan dirinya" Ucap Li Xuan tidak percaya.
"Cihhh..bukankah semua orang di istana itu sama saja,bahkan suamimu yang dulu sangat mencintaimu itu juga memiliki selir bukan" Ucap Seon tak.
"Entahlah..aku masih tidak ingat apapun tentangnya,tapi memang benar..pangeran atau siapapun mereka yang berkuasa bahkan memiliki lebih dari satu wanita" Ucap Li Xuan.
"Tapi aku rasa bukan hanya itu saja,kau seperti memiliki masalah lain dengan kaisar?" Tanya Li Xuan yang merasa kalau Seon tak masih menyembunyikan sesuatu darinya.
"Baiklah..aku akan menceritakan semuanya pada anda,Setelah mendengar bahwa adikku meninggal dengan mengakhiri hidupnya sendiri..kaisar merasa sangat terhina dan mengutus pasukannya untuk menyerang kediaman keluargaku,saat itu aku yang belum bisa apa apa hanya bisa melihat keluargaku terbunuh di depan mataku" Ucap Seon tak dengan amarah di matanya.
"Aku tahu kesedihan dan dendam di hatimu,apa kau ingin melakukan sesuatu agar sakit di hatimu bisa hilang?" Tanya Li Xuan.
"Aku akan membalas mereka semua,tapi anda tenang saja..semua itu akan aku lakukan setelah balas dendam anda selesai terlebih dahulu" Ucap Seon tak.
"Kau tenang saja,aku akan membantumu..kita akan membalaskan dendam adikmu bersama" Ucap Li Xuan.
"Hem..kita selesaikan saja dulu rencana anda" Ucap Seon tak.
Seon tak merasa sangat nyaman ketika bersama Li Xuan,Dia menatap Li Xuan dan merasa ada yang aneh dengan dirinya.
Saat Li Xuan melihat ke arahnya,Seon tak mengalihkan pandangannya dan itu membuat Li Xuan tertawa kecil.
Li Xuan berlarian kecil membuat Kunang kunang itu berterbangan,Melihat Li Xuan yang seperti itu membuat Seon tak tertawa untuk pertama kalinya setelah kejadian pedih yang menimpanya dulu.
Bersambung.
__ADS_1