
Li Xuan mulai beradaptasi dengan lingkungan istana,Li Xuan pun diam diam memperhatikan Kim Yuri setiap saat.
Siang itu Kim Yuri sedang duduk di taman dan Li Xuan pun menghampiri nya.
"Apa aku boleh duduk di sini?" Tanya Li Xuan.
"Tentu saja permaisuri,bukankah semuanya milikmu di sini" ucap Kim Yuri dengan nada ketus.
"Oh iya..apa dulu kita dekat?" Tanya Li Xuan.
"Entahlah..aku hanya melakukan tugasku saja,dan jujur kita tidak terlalu dekat..hubungan kita hanya sekedar sebagai Selir dan permaisuri saja,karena kau seorang permaisuri di sini sudah seharusnya aku menghormati mu sebagai Selir pangeran" Ucap Kim Yuri.
"Benarkah.. sepertinya kau memang tidak menyukai ku dari dulu,jadi itu alasan kau sering menyakiti ku" Ucap Li Xuan sambil menatap Kim Yuri.
"Apa maksudmu? aku menyakiti apa?" Tanya Kim Yuri yang Heran dengan apa yang di bicarakan oleh Li Xuan.
"Tidak ada,aku pergi sekarang..aku ingin menemui pangeran sekarang,dia pasti sudah menungguku" Li Xuan sengaja memanas manasi Kim Yuri dengan mengatakan itu padanya.
Kim Yuri sangat kesal,dia pun pergi keluar istana untuk menemui penjual obat yang dulu sering membantunya.
"Nyonya.. setelah sekian lama anda datang lagi,ada apa?" Tanya penjual obat itu.
"Kau tahu.. permaisuri ternyata masih hidup! Dia kembali lagi ke istana dan merebut pangeran dariku lagi!" Ucap Kim Yuri.
"Aku tahu..apa yang kau butuhkan?" Ucap Penjual
obat.
"Aku mencari obat yang bisa membunuh orang secara perlahan!!" Ucap Kim Yuri.
"Hem..aku punya satu obat,obat ini tidak akan berjejak..ini tidak akan membahayakan Nyonya jika ada yang mengetahuinya nanti" Ucap Penjual obat sambil mencari obat yang di katakan nya itu.
"Berikan padaku..dan siapkan aku obat untuk pangeran juga" Ucap Kim Yuri sambil mengambil obat itu di tangan penjual obat.
"Aku sudah menyiapkan nya,ini Nyonya" Ucap penjual obat sambil memberikan obat itu ke Kim Yuri.
__ADS_1
"Ini bayaranmu..aku pergi sekarang" Kim Yuri memberi kan uangnya lalu pergi dari tempat penjual obat itu.
Kim Yuri kembali ke istana,dia memanggil salah satu dayang di kediaman Li Xuan untuk menemuinya.
"Yang mulia..a..ada apa Yang mulia memanggil saya ke mari" Tanya Dayang itu.
"Aku ingin kau mengerjakan suatu pekerjaan untukku" Ucap Kim Yuri.
"A..apa itu Yang mulia" Tanya Dayang itu.
"Berikan obat ini setiap hari ke Li Xuan,kau masukan saja ke makanan atau minumannya" Ucap Kim Yuri sambil melemparkan obat itu Ke Dayang.
"Sa..saya tidak berani Yang mulia" Ucap Dayang yang ketakutan.
"Benarkah..Oh iya..bukankah keluarga mu di tahan di istana karena berhutang pajak sangat banyak,aku bisa membantumu membebaskan mereka..asalkan kau mau menuruti semua perintah ku!" Seru Kim Yuri.
"Yang mulia..saya mohon Yang mulia bantu saya bebaskan mereka Yang mulia,saya akan membawa obat ini bersamaku tapi Yang mulia juga harus membebaskan keluarga ku segera" Ucap Dayang itu memohon di kaki Kim Yuri.
"Kau tenang saja,jika kau sudah memberikan obat itu padanya aku akan membantumu " Ucap Kim Yuri sambil pergi meninggalkan Dayang itu.
Xiang pun mengikuti Dayang itu ke kamarnya,ia melihat Dayang itu menyembunyikan sesuatu di tumpukan barang barangnya.
Xiang menunggu Dayang itu pergi untuk memeriksa apa yang di sembunyikan nya,saat Dayang itu keluar Xiang menyelinap masuk ke dalam dan memeriksa bungkusan itu.
Xiang membuka bungkusan itu dan dia sangat terkejut "Ini..bukankah ini racun,meskipun tidak berbau tapi aku yakin ini adalah racun..untuk apa dia membawanya,aku harus menukar ini dengan obat biasa" Xiang oun menukar bungkusan obat Racun itu dengan obat biasa yang dia bawa.
Setelah itu Xiang terus memperhatikan Dayang itu untuk mencari tahu sebenarnya siapa yang menjadi targetnya,entah dia melakukannya untuk dirinya sendiri atau perintah dari orang lain.
Waktu makan siang Dayang itu bertugas mengantar makanan ke Li Xuan,tidak sengaja Xiang melihat Dayang itu menaruh sesuatu di makanan Li Xuan.
Kini Xiang tahu ternyata target itu adalah Li Xuan.
Xiang pun menemui Li Xuan yang sedang menyantap makanannya.
"Yang mulia..aku rasa Selir Yuri sudah menyusun rencana lagi untuk melenyapkan anda" Ucap Xiang.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan,apa kau sudah mendapatkan sesuatu?" Tanya Li Xuan sambil terus memakan makanannya.
"Tadi aku melihat salah satu Dayang mu menaruh sesuatu di makanan mu" Ucap Xiang.
Sontak Li Xuan kaget"Huk..uhukk..kenapa kau baru mengatakan nya,aku sudah memakan makananku" Seru Li Xuan.
"Anda tenang saja..aku sudah menukar racun itu dengan obat biasa,semalam aku mengikuti nya karena dia sangat mencurigakan..dia membawa bungkusan dan menyimpannya di barang barang nya,karena aku curiga aku menyelinap ke kamarnya untuk mencari tahu bingkisan apa yang di bawanya" Ucap Xiang menceritakan semua yang dia lakukan ke Li Xuan.
"Lalu..?" Li Xuan bertanya lanjutan ceritanya ke Xiang.
"Ternyata bungkusan itu adalah racun,untuk jaga jaga aku menukarnya dengan obat yang aku bawa..karena aku tidak tahu untuk siapa sebenarnya racun utu,aku mengikutinya dari pagi..dan saat dia mengantar makanan untuk anda,aku melihat dia menaruh obat itu di makanan anda" Ucap Xiang.
"Jadi begitu..semua orang orang di sini tidak ada yang bisa di percaya,aku sangat yakin itu ulah Kim Yuri lagi!" Seru Li Xuan.
"Aku juga merasa begitu,mulai sekarang aku harus benar benar lebih waspada lagi terhadap orang-orang di sini..Yang mulia aku rasa jika aku saja yang menjagamu itu tidak cukup" Ucap Xiang.
"Lalu..bagaimana menurutmu?" Tanya Li Xuan.
"Aku punya seorang teman dari perguruan yang sama,anda tenang saja dia bisa di percaya..mungkin dia memang agak kasar,tapi dia orang baik" Ucap Xiang.
"Baiklah..bawa dia ke sini,dan pertemukan aku dengannya" Ucap Li Xuan.
"Baik Yang Mulia,oh iya..apa anda masih mau makan?" Tanya Xiang.
"Aku sudah tidak berselera,aku akan ke tempat Selir So Yong sekarang" Ucap Li Xuan.
"Baiklah,kalau begitu aku akan mengantar anda ke sana" Ucap Xiang.
Xiang pun mengantar Li Xuan ke kediaman Kim So Yong, setelah itu dia pergi untuk menjemput temannya.
Sementara itu Kim Yuri sedang menemui pangeran di ruang baca.
Kim Yuri akan mengajak pangeran keluar istana untuk menemui orang tua angkatnya yang sedang sakit.
Bersambung..
__ADS_1