Menyembunyikan Status Sah

Menyembunyikan Status Sah
BAB 11 Mengumumkan


__ADS_3

Mas Rehan tiba-tiba berhenti, "Dek, lihat itu Desi kan..?"


"Emm.. iya memangnya kenapa, yuk kita masuk..! Aku udah cape mas, pengen rebahan dulu."


"Iya mas juga capek, tapi itu kan masih ada Desi." Rehan


"Ini hari minggu Mas, dia gak akan curiga, dia pasti ngira mas lagi main ngapelin aku, biarin aja, nanti pintu kamar kita buka lebar-lebar, aku rebahan dan mas duduk di dekat pintu..! Hehehe"


"Oh iya ya ini hari minggu, ah dek.. enakkan di kamu bisa rebahan." Keluh Mas Rehan.


Kami Pun segera masuk, dan melewati Desi dan teman-temannya yang lagi ngobrol di dekat pos satpam.


"Eh kak Rehan, kak Mel… habis lari ya?" Desi


"Emm iya Des abis lari pagi pulangnya siang,hehe aku masuk dulu ya Des gak kuat haus, air minum yang aku bawa habis.hehe." Jawabku


"Oh iya kak.." Desi


Aku segera menarik tangan mas Rehan yang masih mematung disana.


Akhir-akhir ini kami memang jarang bertemu Desi di kosan, membuat kami sedikit lengah.


Kamarnya yang kini berada di lantai atas di seberang kamar kami, membuatku semakin ribet dibuatnya, ketika aku ingin keluar, aku harus mengintip dari jendela terlebih dahulu, ku pastikan Dia sedang tidak ada diluar atau pintu kamarnya tertutup.


Hari-hari ku lewati dengan seperti itu, ada saatnya dimana aku yang gugup karena takut ketahuan, ada saatnya aku menikmati masa-masa bersama mas Rehan, menikmati pekerjaan, hingga tak terasa 9 bulan berlalu.


Aku berencana membuat undangan pernikahan dan diadakan di kota B.


Hingga rencana itu benar-benar terlaksana, kami akhirnya bisa membagikan undangan pernikahan.

__ADS_1


Teman-teman yang tahu merasa sedikit kaget dan memberikan ucapan selamat.


Sebenarnya mas Rehan masih dengan status pegawai kontrak tapi kami memutuskan mengumumkan pernikahan kami. Kami sekarang meyakini jika rezeki tidak akan tertukar, dan memang sebuah pernikahan harus segera diumumkan agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Aku sangat senang, dan akupun langsung menghentikan program KB ku, berharap segera mendapatkan garis 2.


"Mas.. aku udah telat haid, dan aku sudah melakukan testpack, aku hamil mas." Ucapku


"Alhamdulillah…" Rehan


"Tapi bagaimana tanggapan orang nanti ya, aku hamil tak lama setelah undangan disebar."


"Hmm.. sudah tidak apa-apa, bukannya banyak pengantin baru yang langsung mendapatkan kepercayaan." Rehan


"Iya sih, aku hanya takut mereka mengira, aku menikah setelah hamil." Keluhku lesu


"Sudah jangan berpikiran negatif, kalau kamu takut, kamu jangan beritahu siapa-siapa dulu tentang kehamilan mu..!" Rehan


"Iya juga ya, mas ikutan bingung juga dek.hehe, sudah nanti saja kita pikirkan lagi, sekarang kamu istirahat dulu..! Kita tidur." Rehan


Akhirnya kami memilih menyudahi obrolan kami dan segera beristirahat. Aku merasa dengan kebohonganku menutupi pernikahanku membuatku pusing sendiri dengan masalah-masalah baru yang muncul.


Tapi sudahlah, mereka tidak tahu tentang kebohonganku saja aku sudah bersyukur sekali, mereka hanya tahu kalau aku pengantin baru. Padahal sudah 10 bulan berlalu.


Benar saja seperti dugaanku, saat bekerja aku disuruh mengangkat beberapa wadah yang berisi bahan makanan.


Ya ampun , pasti itu berat sekali, bagaimana ini? Keluhku dalam hati


"Mel kenapa diam saja, ayo cepat biar kita segera pulang..!" Ucap Fitri temanku

__ADS_1


Jika aku mengabaikannya tanpa memberi tahu, pasti aku akan dikira malas, dan lalai dengan pekerjaan, bagaimana ini? Gumamku dalam hati.


Akhirnya aku memberanikan diri berbicara pada leader tim ku. Aku jujur kalau aku sedang hamil dan tidak bisa bekerja yang berat-berat.


"Wah… selamat ya mel. Tokcer deh pengantin baru udah isi lagi." Ucap beberapa temanku


"Pengantin baru apanya, hadeuh… aku gak punya pilihan lain." Keluhku dalam hati


Sulis dan Ipi memberi selamat juga padaku, mereka sempat mengejekku juga.


"Pengantin baru nih.. hehehe" Ucap mereka, aku hanya menghembuskan napas panjang. Tanpa berdebat dengan mereka, aku lelah akhir-akhir ini dengan kebohonganku, bahkan sekarang setelah semua aku masih saja dipusingkan dengan masalah yang timbul setelahnya.


Mas Rehan menyuruhku berhenti bekerja saja, aku pun menurutinya, lagi pula aku rindu jam tidur yang normal.hehe


Saat bersantai di rumah, "Dek.. kamu kan mau berhenti bekerja, kamu juga lagi hamil kan, ibu bilang sebaiknya kita pindah saja ke rumah ibu, ibu mau menempati kiosnya saja biar gak capek bolak-balik katanya."


Deg..


Entahlah, aku sebenarnya lebih nyaman tinggal disini, aku tidak mau dicampur dengan keluarga mas Rehan, aku takut terjadi cekcok suatu saat nanti, aku pernah mendengar kalau lebih baik setelah berkeluarga kita hidup mandiri.


***


(Wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīn)


Artinya: “Dan tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa) di muka bumi melainkan semuanya telah dijamin rezekinya oleh Allah.


Dia mengetahui tempat kediaman dan tempat penyimpanannya. Semua itu (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS Hud: 6)


***

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2