Menyembunyikan Status Sah

Menyembunyikan Status Sah
Kerinduan


__ADS_3

Melisa yang merasa hawa dingin merasuki tubuhnya, bahkan bulu kuduknya mulai berdiri.


"Dek.. itu martabaknya, mau dimakan gak? Nanti keburu dingin loh." Rehan


Melisa membalikan badannya setelah mendengar suara tak asing itu.


"Mas.. ih kamu ini bikin kaget aja deh, Mas kapan pulang? Aku gak denger pintu terbuka." Melisa


"Iyalah, kamu tidur sambil ngorok gitu, sepertinya kamu beneran kelelahan, Mas sebenernya gak tega bangunin kamu, tapi takut martabaknya jadi dingin juga sih, nanti kamu ngomel-ngomel pas pagi, hehe..." Rehan


"Hmm, ya udah kita makan dulu, aku buat teh hangat juga ya?" Melisa


"Iya Dek, tau aja kalau Mas kedinginan dan butuh kehangatan ekstra." Rehan


"Hemm, iya tau lah Mas." Melisa


Ya, sepertinya Mas Rehan mau bikin aku begadang deh malam ini, butuh kehangatan ekstra? Hemm… pikir Melisa


Melisa pergi ke dapur, menyiapkan air panas dan menyiapkan dua gelas yang kini sudah dimasukkannya teh celup tanpa gula karena martabaknya kan sudah terasa manis.


Setelah siap, dia membawa dua gelas teh hangat itu keruangan tengah, menyimpannya di atas meja, dia bisa melihat suaminya yang sudah bersantai di depan televisi, bahkan jaket dan celana panjangnya sudah dibuka.


"Mas, ini teh hangatnya diminum, biar kamu gak kedinginan!" Melisa


"Iya, makasih sayang… , sini deh kamu duduk disini, disamping Mas..!" Rehan


Istrinya itu menurut, dia bangkit dan pindah tempat duduk, dia duduk disamping suaminya. Rehan memeluk istrinya itu, mengecup kening istrinya dengan lembut, lalu pindah mengecup kedua pipinya.


Kemudian…. Rehan mengulurkan tangan kanannya.


"Kamu belum mencium tangan Mas loh, malah disambut sama dengkuran kamu yang keras, hehehe.." Rehan


Memang sudah menjadi kebiasaan jika berangkat dan pulang kerja Melisa mencium punggung tangan suaminya itu, dan saat pulang kerja Rehan akan mencium pipi, kening, dan bibir istrinya itu.


Melisa mencium punggung tangan suaminya itu sambil mengeluh, "ih aku gak ngorok Mas, mana ada cewek cantik kaya aku ngorok, aku tidurpun manis Mas."


"Apa perlu Mas videoin? Mana ada yang ngorok pas tidur nyadar, Dek… Dek… "


"Masa sih? Perasaan aku gak gitu deh." Melisa


"Iya akhir-akhir ini sih deh, mungkin kamu lelah menjaga Andea." Rehan

__ADS_1


"Emm, mungkin." Melisa


Meski di dalam hatinya dia tetap menyangkal apa yang dituduhkan suaminya itu.


Mereka duduk berdua, makan martabak bersama dan menonton acara FTV yang entah kenapa ada disaat tengah malam begitu.


Jika ada adegan yang romantis, Rehan akan mengedipkan matanya sebelah yang ditujukan kepada istrinya yang ada disebelahnya itu.


"Mas kenapa? Cacingan, hahaha.." Melisa


"Astaga Dek, Mas lagi godain kamu eh malah dibilang cacingan, masa kamu tidak tergoda sih? mas ganteng kan?" Rehan


"Iya Mas ganteng." Melisa


"Kaya yang gak ikhlas gitu ngomongnya, hmm.." Rehan


"Terus aku harus gimana Mas? Iya, Mas ganteng banget, baik hati dan tidak sombong, oh iya rajin menabung pula, hehe.." Melisa


"Lebay Dek.." Rehan


"Serba salah deh ngadepin kamu Mas, hmm..." Melisa


Rehan mendekap istrinya itu, entah mengapa Rehan tak mampu mengucapkan kata maaf karena sikapnya yang salah, yang pernah mengabaikan istrinya itu, bahkan menyalahkan istrinya.


Melisa hanya diam, dia tidak tahu harus berbuat apa, dia membiarkan Rehan melakukan apapun padanya, wanita itu masih mengingat jelas perbedaan perlakuan Rehan yang sekarang dengan saat dia baru melahirkan.


Sekarang suaminya bersikap romantis lagi, peduli padanya, memperhatikannya, jelas dia senang, dia mencoba memaafkan luka yang pernah diberikan Rehan padanya, namun dia tetap saja masih mengingat jelas setiap perlakuan lelaki di hadapannya itu dulu.


Mereka hanyut dalam pikiran mereka masing-masing, tanpa kata, namun mereka seakan saling mengerti setiap gerakan dan sentuhan yang diberikan pasangannya.


Seolah Rehan meminta Maaf dan Melisa memaafkannya. Ya.. bahasa tubuh memang ajaib.


Saat pelukan itu melonggar, Melisa menatap mata suaminya, dia melihat air mata yang tak sempat jatuh karena ditahan oleh pemiliknya, dia melihat rasa bersalah di mata itu, melihat ketulusan suaminya saat ini membuatnya meras lega.


"Kamu kenapa Mas? Kangen ya peluk-peluk aku gitu?" Tanya Melisa yang ingin menghilangkan kecanggungan itu.


"Hmm, iya kangen sama kamu, udah lama gak dikelonin kamu, hehehe.." Rehan


"Ya ampun Mas." Melisa


Suasana tegang dan serius tadi pun ambyar, berubah menjadi suasana menyenangkan dan santai yang bisa dinikmati mereka berdua, sepertinya bayi mungil yang ada di dalam kamar pun seakan mendukung suami istri yang dilanda kerinduan itu untuk menikmati waktu berdua.

__ADS_1


Mereka kembali fokus ke layar TV, "Mas martabaknya udah? Kalau aku udah ah kenyang, terlalu manis juga kalau banyak-banyak jadi eneg." Melisa


"Tutup aja Dek, simpan di kulkas..! Setelah itu kamu pandangi wajah Mas yang manisnya pas dan gak berlebihan, gak akan bikin kamu eneg Dek..! Hehe…" Rehan


"Narsis deh.." Melisa


"Biarin sama istri sendiri kok." Rehan


Setelah menyimpan martabak, wanita itu bergegas menuju kamar mandi mencuci mukanya dan menggosok gigi, dia berniat tidur saja karena sudah pukul 1 malam.


"Dek , kok lama?" Rehan


"Abis dari kamar mandi gosok gigi, sama cuci muka." Melisa


"Sini dulu deh..!" Rehan


Melisa duduk di samping suaminya itu.


Cup


Jantung melisa berdegup kencang saat menerima serangan dadakan itu.


"Ngetes, eh ternyata wangi mint dari pasta gigi, hehe.." Rehan


"Oh…." Terdengar nada kecewa dari Melisa, karena dia menginginkan sesuatu yang lebih, mengingat sudah 40 hari dia tidak dibelai suaminya itu.


Melisa beranjak dari tempat duduknya, namun tangannya ditarik oleh Rehan, membuatnya kini terduduk di pangkuan suaminya itu.


Cup


Lagi-lagi mendarat untuk kedua kalinya di bibir sang istri.


"Mas kangen sama kamu…" ucapnya pelan


Bibir itu menelusuri leher istrinya yang kini berada tepat di hadapannya, desiran-desiran yang sudah lama tidak mereka rasakan, kini membuat mereka bersemangat.


Rehan membopong istrinya, membawanya ke kamar dimana mereka bisa melakukan hal bebas tanpa mengganggu Andea yang berada di kamar sebelah.


"Kamu yakin udah siap Dek?" Rehan


"Iya Mas… ," jawab Melisa malu-malu.

__ADS_1


Dan terjadilah pertempuran sepasang suami istri yang sudah lama merindukan rasanya surga dunia.


Bersambung...


__ADS_2