
Hari itu juga aku pergi ke bidan, alhamdulillah kandunganku baik-baik saja, hanya kram dan tidak ada flek darah.
Dari situ aku mulai lebih memperhatikan jalanku, lebih berhati-hati dari sebelum nya, aku harus bisa menjaga bayiku.
"Mas.. gak usah dipapah, aku bisa kok jalan sendiri..!" Ucapku
"Aku takut kamu jatuh lagi seperti waktu itu." Rehan
"Hmm.. itu kan sudah seminggu berlalu, aku sudah membaik dan aku bisa ko jalan sendiri dengan pelan dan hati-hati."
"Tapi mas tetep pengen pegangin kamu." Rehan
"Em.. iya deh terserah Mas aja."
Mas Rehan ini terlalu berlebihan, aku dipapah seperti nenek tua saja, jalanan juga rata gak ada polisi tidur, batu juga gak ada, kerikil gak ada, debu apa lagi? Kan ini dirumah sudah dipel bersih, sudah kering juga, ya ampun.. prosesif gini sih. Keluku dalam hati
Aku dipapah dari kamar menuju ruang tamu, lucu bukan? Padahal itu hanya butuh beberapa langkah saja karena rumah ini tidak seluas rumah orang-orang kaya.
Akupun duduk sambil menonton TV, ditemani mas Rehan dan disuapi cemilan olehnya.
"Kamu harus banyak makan dek..! Kasian anak kita." Ucapnya sambil terus saja menyuapiku
"Mas.. Mas…"
"Iya dek?" Rehan
"Coba lihat deh mulutku? Mas ini nyuapin kok matanya ke TV , tangannya ke mulut aku. Mas gak lihat mulutku penuh cemilan.."
__ADS_1
"Astagfirullah, maaf dek.. Mas ambilin minum ya." Rehan
Aku merasa kesal, sekaligus ingin tertawa melihat tingkahnya, dimana-mana nyuapin istri itu suasana akan menjadi romantis, ini ko jadi pemaksaan begini, dan berakhir tersiksa begini, mulutku penuh makanan terus saja dia tambah lagi makanan, malah sampai ada yang tumpah ke baju ku.
"Nih dek minum dulu..!" Rehan
Ku Teguk air itu sampai habis, "Makasih Mas.."
Kulihat mas Rehan fokus kembali menonton TV.
"Mas…?"
"Hmm.." Rehan
"Mas ko jadi suka drama korea? Bukannya yang lagi nonton itu aku, dan kamu cuma nemenin aja?"
"Hehe.. seru juga dek drama koreanya, Mas jadi ketagihan nonton, ketularan kamu sih dek.. hahaha.." Ucapnya
"Ya ampun dek, susah ah nyari link nya, yang ada aja dek..!" Rehan
"Ishh.. kan Mas juga nanti ikut nonton."
"Hmm… tapi kalau download dulu, males ah, udah lama nyari ngabisin kuota pula, kan 1 episode bisa 2 jam de, belum sampai tamat ada 23 episode.. astagfirullah..mas nyerah dek." Rehan
"Ya udah satu judul aja dulu, yyaa….?"
Mas Rehan menatapku dengan tatapan lesu, "iya dek, nanti ya kalau ada waktu yang bener-bener nyantai."
__ADS_1
"Ok.." jawabku, lalu ku kecup pipinya.
Hahaha.. tuh ka demam drakornya nular sama mas Rehan, bagus deh biar ada yang nemenin nonton bisa gregetan bareng, ketawa bareng dan nangis bareng. Hehe.. gumamku dalam hati.
Aku memang sangat suka drama korea, aku tidak punya artis idola lokal maupun luar. Intinya aku suka dengan jalan ceritanya, aku tidak peduli pemainnya siapa yang penting ceritanya menarik dan bagus, memberi kesan disetiap aku menontonnya.
Aku mulai menyukai drakor saat masa sekolah, drama yang pertama aku tonton itu BBF (Boy Before Flower), aku begitu menikmati ceritanya, waktu itu le-min-ho masih dengan gaya rambut keritingnya, hahaha.. lucu bukan?
Lalu aku mulai menonton drama yang lainnya, full house, legend of blue sea, cerita detektif, pembunuhan, dan banyak lagi, tapi dari sekian drama yang aku tonton tidak ada artis korea yang aku idolakan.
Semakin hari usia kandunganku semakin membesar, membuatku kewalahan, disaat usia kehamilanku berusia 7 bulan, aku mulai susah tidur, susah berjongkok dan menggunting kuku kaki pun susah.
Tapi disaat inilah pergerakan bayi semakin terasa olehku, saat dia menendang betapa bahagianya aku. Terkadang mengajaknya mengobrol, memperdengarkannya lantunan ayat suci al-qur'an. Menjadikan kegiatan ini sangat menyenangkan untukku.
Aku sempat disarankan untuk memijat perutku ke dukun anak, biar posisinya benar katanya.
Tapi aku sebagai ibu muda yang pada zaman modern ini, langsung search di google, dan ternyata bahaya sekali jika melakukan pijat perut seperti itu, apalagi banyak kejadian ngeri akibat salah pijat.
Karena aku tidak ingin berdebat dengan orang tua yang pemikirannya memang mempercayai dukun beranak, disaat aku menjelaskan pun seakan ku so tau. Jadi aku lebih memilih mengangguk setuju tapi tidak pernah berangkat ke dukun beranak.hehe
Aku sempat membaca, ada bayi yang sampai meninggal di dalam kandungan usai dipijat, ketika dikeluarkan jasad bayi lebam-lebam.
Bukankah tidak boleh jika memaksa posisi bayi dari menyerong dibuat lurus? Apalagi dengan gerakan tangan dari luar dengan paksa.
Ada sebagian ibu yang bilang, "aku dipijat perut tidak apa-apa sampai lahiran." Ya menurutku jika sudah seperti ini, tergantung keyakinan saja ya, jika ragu tidak usah dilakukan, lagipula ada cara alami agar posisi bayi sempurna, yaitu banyak melakukan posisi sujud. Insyaallah bayi akan memutar dengan sendirinya.
Ketika aku tidur, jika terlentang janin akan kekurangan oksigen menurut para bidan, akhirnya aku memilih posisi menyamping ke kanan, atau kekiri, itupun sudah sangat sulit, karena terkadang sepanjang malam janin aktif bergerak, membuatku geli dan susah tidur.
__ADS_1
Perjuangan seorang ibu memang luar biasa. Terkadang aku tidur sementara suami memijat kakiku. Ya.. selama masa mengandung memang seorang suami harus lebih ekstra perhatian pada istrinya. Karena jika seorang ibu hamil sedih, menangis, dan stres, itu bisa membahayakan janin di dalam perut.
Bersambung...