Menyembunyikan Status Sah

Menyembunyikan Status Sah
Saat Terpuruk


__ADS_3

Setelah Melisa pulang dari bidan, dia hanya bisa terbaring lemah, ternyata proses melahirkan kemarin membuat saluran kencingnya tidak lancar, dia harus menggunakan kateter sesuai petunjuk bidan.


Bayinya yang mungil pun mulai menangis kehausan dan kelaparan, membuat dia bangun dengan susah payah dan menggendong bayinya.


"Aw … , " terasa perih saat bayi itu menghisap.


Tak pernah terbayangkan jika menyusui untuk pertama kalinya akan sesakit itu. Rasa perih yang menjalar dari ujung kaki sampai ujung kepala yang harus dia tahan, dia tak mampu melepaskan hisapan bayi itu, wajah bayi yang tenang, matanya tertutup dan dengan semangat meminum air susu ibunya karena lapar.


Kapan ibu datang? Aku membutuhkan ibuku saat ini. Pikir Melisa


Ya, karena sekarang dia berada di rumah mertuanya, yang mengurus semua keperluannya, makanan, mencuci, memandikan bayi adalah mertuanya, ada rasa canggung yang dia rasakan, dia ingin dirawat oleh ibunya sendiri agar bisa bebas mengungkapkan apa yang dia mau.


Melisa yang seharusnya mendapatkan support dari Rehan suaminya, ternyata lelaki itu entah mengapa menjadi cuek, seolah marah pada istrinya, seharusnya Melisa mendapatkan perhatian lebih namun nyatanya ditanya pun tidak, malah Rehan tidur di kios ibunya, seolah menjauh.


Aku benar-benar tak punya siapa-siapa disini, Mas Rehan juga malah seperti ini, lalu untuk apa aku melahirkan jika dijauhi oleh suamiku? Sebenarnya apa salahku ya allah?, Batin Melisa.


"Mas, kata bu bidan kalau dua minggu aku masih kesulitan buang air kecil, aku harus periksa ke Rumah Sakit." Melisa


"Makanya nurut kata bu bidan, jangan ini jangan itu tuh diturutin, jadikan akhirnya begini, aku udah gak punya uang." Rehan


Hati Melisa menjerit, bagaikan disambar petir, niat hati ingin menyampaikan keluhannya dan berharap ada perhatian, namun apa yang didapat, dua malah disalahkan.


Ya allah, sebenarnya apa yang terjadi dengan Mas Rehan? Kalau nyatanya akan seperti ini, aku tidak mau hamil, aku tidak mau melahirkan, aku lebih bahagia sebelumnya. Batin Melisa menangis


Sejak itu Melisa mulai tidak mengharapkan kehadiran bayinya, rasa putus asa mulai menggerogoti hatinya.


Melisa mengabaikan bayinya.


"Ibu datang kesini naik apa?" Melisa


"Naik Bus bersama adikmu ini." Ibu Tina (ibunya Melisa)


"Oh, syukurlah kalau ada ongkosnya, maaf ya bu merepotkan ibu, padahal ibu tidak usah memaksakan datang kesini..!" Melisa


Melisa berusaha tegar didepan ibunya, dia tidak ingin menceritakan kesedihannya, dia tidak mau membebani ibunya yang bahkan Melisa tahu sendiri jika ibunya sedang banyak mengalami masalah.

__ADS_1


Namun dia menyadari ada yang salah, bayinya tidak bersalah tak seharusnya dia benci dan abaikan, bukankah bayi itu selama dalam kandungan begitu dinanti? 


Aku harus mencari tahu sebenarnya ada apa dengan diriku sebenarnya. Pikir Melisa


Saat dia mencari informasi di ponselnya, di google dia menemukan pembahasan mengenai baby blues.


***


Proses melahirkan yang lancar, tentu menjadi kebahagiaan bagi seorang perempuan. Setelah proses melahirkan, tentu saja seorang perempuan mempunyai peran baru yang harus dilakukannya, yaitu menjadi seorang ibu.


perubahan yang terjadi di dalam diri perempuan, mulai perubahan perubahan fisik dan psikologis setelah melahirkan.


Perubahan psikologis juga dialami beberapa ibu yang merasakan stress karena ketidaksiapannya dalam menjalani kehidupan yang baru. Istilah situasi ketidaksiapan tersebut disebut baby blues syndrome.


Menurut penjelasannya, baby blues syndrom adalah suatu bentuk kesedihan atau kemurungan yang dialami ibu setelah melahirkan. Baby blues syndrom biasanya muncul sementara waktu yaitu sekitar dua hari sampai tiga minggu sejak kelahiran bayi.


Baby blues juga dipahami sebagai suatu sindrom gangguan ringan yang sering muncul dalam minggu pertama setelah persalinan dan berkelanjutan dalam rentang waktu 14 hari terhitung setelah persalinan.


Gejala lain yang harus diwaspadai terkait baby blues syndrome adalah ibu mengalami kesulitan tidur, berkurangnya nafsu makan, tidak memperhatikan keadaan anak, dan takut untuk menyentuh anak.


Salah satu alasan seorang ibu mengalami baby blues syndrome dikarenakan kurangnya dukungan sosial, baik dalam bentuk dukungan secara emosional, baik dari keluarga inti maupun dari lingkungan sekitar.


Peran suami dan keluarga mempunyai peranan yang sangat  penting bagi ibu yang baru melahirkan, baik sebagai pencegahan terjadinya baby blues syndrome maupun untuk mengurangi gejala-gejala negatif lainnya.


***


Melisa merasa jika tidak ada dukungan dari suami dan keluarga yang membuatnya seperti ini, apalagi dengan perubahan sikap Rehan. Dia memilih menceritakan semuanya pada ibunya, dia tidak mau stress dengan masalahnya sendiri, dia membutuhkan dukungan ibunya.


Melisa menangis menceritakan semua yang terjadi.


"Aku harus bagaimana Mah sekarang?" Melisa


"Mamah juga bingung, kalau kamu bercerai dan kembali ke kota B, sementara kamu belum bisa bekerja, itu akan sangat sulit Mel, kamu juga tahu 'kan keadaan ibu seperti apa, ibu tidak bisa membantu biaya kalian." Ibu Tina


"Iya bu aku tahu, aku juga bingung." Melisa

__ADS_1


"Kamu bicarakanlah terlebih dahulu dengan suamimu, bicara empat mata dan kepala dingin, cari tahu kenapa suamimu bisa bersikap seperti itu..!" Ibu Tina


"Tapi, aku sudah merasa sakit hati Bu, rasanya aku sudah tidak mempunyai harapan lagi dengan rumah tanggaku, Bu.." Melisa


"Sabar, lihatlah anakmu, dia masih membutuhkan kasih sayang ibu dan ayahnya..!" Bu Tina


Setelah sedikit lega karena bisa menceritakan masalah beratnya pada ibu Tina, dia mulai mencari cara darimana dia mendapatkan uang agar bisa pergi ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kondisinya, dia tidak ingin meminta uang pada Raihan yang jelas-jelas bilang kalau tidak punya uang.


"Mas, jika besok aku masih tidak lancar buang air kecil, aku akan pergi ke RS, bibiku memberikan pinjaman uang padaku." Melisa


"Hmm iya." Rehan


Ternyata keesokan harinya Melisa tidak perlu ke RS, dia sudah bisa pipis dengan lancar.


Alhamdulillah, doaku terkabul, makasih ya allah. Batin Melisa


Ibu Tina akhirnya pulang, karena dia tidak bisa berlama-lama di Kota A. Meninggalkan anaknya yang masih rapuh dengan terpaksa.


Melisa mulai membuang egonya, aku harus bangkit, biarlah aku yang mengalah, aku harus sabar..! Pikirnya


Dia mulai memperbaiki hubungannya dengan Raihan, mulai bertanya dan bersikap manis pada suaminya, berharap ada keajaiban dan tuhan membalikan hati suaminya itu.


"Mas, kamu sebenarnya kenapa? Apa ada masalah di pabrik?" Melisa


"Tidak kok, tidak ada." Rehan


"Maafkan aku ya Mas.." Melisa


"Hmmm…" Rehan


Melisa memeluk suaminya itu, dia hanya ingin memperbaiki semuanya.


Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku, aku juga tidak bisa menyusahkan ibuku di Kota B, aku harus bertahan disini, biarlah aku yang mengalah, semoga ada kebahagiaan setelah ini ya allah, aamiin.... Batin Melisa


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2