Menyembunyikan Status Sah

Menyembunyikan Status Sah
Hutang


__ADS_3

Ternyata benar, ada Andea anaknya yang menggemaskan datang ke kontrakannya.


"Mah… ," Andea memanggil ibunya mencari keberadaan Melisa.


"Sayang…," ucap Melisa lalu menggendong anaknya itu.


Andea diajak menginap oleh Rehan, lelaki itu ingin membuat suasana istrinya kembali baik dan mulai mau bicara lagi dengannya karena saling diam tanpa bicara itu sungguh tidak mengenakkan.


Rehan mengizinkan Andea untuk tinggal disana, "aku gak masalah Andea mau tetap disini, asal kamu tidak protes saja karena lelah mengurus dua balita," ucapnya.


"Iya, aku gak masalah kok Mas," jawab Melisa tersenyum senang, dia begitu merindukan anak pertamanya, dia tidak mau jika dia harus kehilangan momen bersama anaknya itu, dia mau anaknya selalu dekat dengannya.


Rehan mulai memperhatikan Melisa lebih baik dari sebelumnya, dia melakukan pekerjaan rumah setelah pulang kerja, bahkan dia menawarkan untuk bergantian menjaga Keysha saat malam hari agar Melisa tidak lelah.


Alhamdulillah, akhirnya Mas Rehan lebih mengerti keadaanku, pikir Melisa.


***


Bulan berganti bulan, Keysha sudah berumur sekitar satu tahun, dia sudah bisa berjalan dan yang membuat Melisa tak kuat adalah pertengkaran yang sering terjadi di antara kedua anaknya itu.


Mereka berdua tidak mau mengalah, sama-sama keras kepala dan selalu ingin mendapatkan perhatian dari Melisa, ya… mereka saling berebut sang ibu.


Melisa kewalahan menjaga mereka secara bersamaan, namun sebisa mungkin dia menahan emosinya agar tidak marah pada kedua anak balitanya itu.


Sabar mel..! Sabar…! Batin Melisa.

__ADS_1


Suatu hari ada chat masuk ke ponsel Melisa, "tagihan, memangnya Mas Rehan berhutang lewat aplikasi pinjaman? Kenapa dia tidak bilang dulu sama aku? Bukankah itu pinjaman riba," gumamku pelan.


Hati Melisa sungguh begitu penasaran, dia juga kesal karena ketidak jujuran suaminya itu, bukankah di dalam rumah tangga harus saling terbuka?.


Melisa menunggu Rehan pulang kerja, dia memeriksa dan mengintip dari arah jendela berharap yang datang adalah suaminya, tapi ternyata itu hanya tetangga, berapa tetangga yang lewat.


Hingga akhirnya Raihan pulang dengan mengetuk pintu karena dia lupa membawa kunci cadangan, ya… dia pulang saat larut malam.


Rasa lelah suaminya itu begitu terlihat jelas, membuat Melisa mengurungkan niatnya untuk bertanya karena tidak ingin ada keributan, dia akan menyimpan pertanyaan itu untuk esok hari disaat suaminya sedang dalam keadaan tenang dan santai, dia memilih mempersiapkan makanan dan minuman untuk suaminya, melayaninya dengan baik meski hatinya masih kesal.


***


Keesokan harinya Melisa yang sedang menyusui Keysa sambil menonton televisi, sementara Andea yang sedang bermain boneka, wanita itu memandang ke arah Rehan suaminya.


Apa aku tanyakan sekarang ya? Pikir Melisa.


"Iya, ada apa sayang?" Jawab Rehan dengan mesra, membuat Melisa ragu untuk menanyakan hal ini dan akan membuatnya bertengkar, tapi dia butuh keterbukaan dalam rumah tangganya.


"Hmm, aku dapet chat wa Mas, coba baca deh..! Apa itu bener Mas?" Tanya Melisa sambil memberikan ponselnya.


Rehan menatap layar ponsel itu cukup lama, jelas terlihat jika sekarang Rehan sedang tidak baik-baik saja, "oh ini, iya Mas memang meminjam uang, dan itu untuk kebutuhan kita yang kurang," jawab Mas Rehan, dia mengembalikan ponsel istrinya itu.


Melisa mengambil ponselnya masih dengan perasaan tidak enak, apakah gajinya kurang? Bukankah gaji Mas Rehan cukup besar dan itu cukup untuk kita semua? Pikir Melisa, namun wanita itu hanya diam, dia tidak ingin menanyakan masalah keuangan, karena dia cukup trauma degan kejadian dulu.


Siang itu Rehan pamit untuk berangkat kerja seperti biasanya, Melisa mengantar sampai ke pintu gerbang sambil menggendong Keysha.

__ADS_1


"Mel, suamimu kerja dimana, kerjanya kok siang?" Tanya Bu Risma yang tiba-tiba dan membuatku kaget.


"Astagfirullah, maaf Bu .. saya kaget, emm iya suami saya kerja seminggu pagi, seminggu siang dan seminggu lagi malam," jawab Melisa.


"Kerja dimana?" Tanya Bu Risma.


"Buruh pabrik Bu, di pabrik Jaya Abadi," jawab Melisa.


"Oh disana, enak dong, banyak yang ingin kerja di sana, soalnya tempat kerjanya bersih, dikasih makan juga dan makanan kantin disana juga enak-enak," jawab Bu Risma.


"Ah iya Bu memang begitu, saya dulu juga kerja disana tapi sudah beberapa tahun yang lalu," jawab Melisa.


"Oh, iya disana gajinya sekarang besar, bukankah UMR nya juga naik?" Tanya Bu Risma.


"Hmmm, mungkin Bu… maaf saya kurang tahu," jawab Melisa yang memang tidak tahu.


"Masa istri gak tahu gaji suami sih?" Ucap Bu Risma berlalu pergi untuk menjemur pakaian di halaman depan.


Apa benar gaji mas Rehan naik, dia juga sering lembur, aku penasaran gajinya berapa? Terakhir kali aku tahu sekitar 3 tahun yang lalu, pikir Melisa.


Dia melangkahkan kaki masuk ke dalam, "Apa selama ini mas Rehan membohongiku? Tapi, kalau dia gajinya besar lalu untuk apa dia sampai berhutang online yang jelas itu riba," gumam Melisa.


Dia menidurkan Keysha yang ternyata malah tidur saat digendong, kemudian Melisa memandikan Andea, setelah itu Andea kembali bermain dengan bonekanya.


Melisa mendengar bunyi ponselnya, dia bergegas mengambil Handphone nya takut ada yang penting.

__ADS_1


"Astaga, lagi? Benar-benar keterlaluan mas Rehan ini," gumam Melisa kesal saat membaca pesan yang masuk.


Bersambung ….


__ADS_2