
Pov Author
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan.
kini kandungan Melisa sudah menginjak 9 bulan, dimana kini dia mempersiapkan dirinya.
Mencari semua informasi di media sosial, bagaimana proses melahirkan itu.
Memang sedikit ngeri saat mengetahui jika ada proses pengguntingan dia **** ********** saat melahirkan.
apa itu akan sakit sekali? pikirnya
Menjelang malam, sudah terasa mulas yang masih ringan, wanita itu mencoba menenangkan pikirannya dan jangan terlalu cemas.
Wanita itu tidak bisa tidur semalaman, sementara Rehan suaminya masih bekerja karena hari ini bekerja shift malam dan akan pulang ketika pagi hari.
Aku nunggu Mas Rehan pulang aja deh, tapi ini rasanya sakit sekali. Batin Melisa
Akhirnya terdengar suara motor suaminya itu, membuatnya bisa bernafas lega, dia sudah mempersiapkan semuanya, mempersiapkan tas besar berisi pakaiannya dan pakaian sang calon bayi.
Mereka akhirnya menaiki motor itu, karena rumah bidan tidak terlalu jauh jadi hanya 15 menit sja mereka sampai.
"Mas sakit mas.." Melisa
"Tahan sayang." Rehan
"Tapi ini terlalu sakit Mas, astagfirullah... aku kira tidak sesakit ini." Ucap Melisa bahkan air matanya mulai jatuh.
Dia mulai berjalan-jalan kecil, berjongkok, berbaring miring dan banyak hal lain lagi yang ia lakukan agar bisa mempercepat pembukaan.
Waktu terus berlalu, bahkan sudah 5 jam.berlalu namun pembukaan masih di pembukaan 3.
__ADS_1
"Astagfirullah.. pembukaan 3 saja sakitnya seperti ini, aku tidak kuat ya allah.." Melisa
"Jangan begitu dong sayang..! kamu pasti kuat." Ucap Rehan memeluk istrinya itu.
Bidan datang memeriksa pembukaan lagi, dengan tangan bidan itu kita bisa tahu pembukaan kita sampai dipembukaan berapa.
Pembukaan Imelda kini berada di pembukaan 5, berarti jalan lahir itu terbuka 5cm. Imelda harus menunggu sampai pembukaan sempurna di pembukaan 10 cm.
Bagaimana ini? apakah aku kuat sampai pembukaan 10, pembukaan 5 saja aku sudah berkeringat dingin.
Gumamnya dalam hati.
Rasa sakit itu semakin menjadi, semakin sakit dan semakin sakit, bahkan menjalar dari perut sampai ke punggug.
"Astagfirullah..." Hanya kata itu yang kini Melisa mampu ucapkan.
Rehan selalu berada disampingnya menemani dan menyemangati istrinya itu. Sampai dimana waktunya tiba, ketuban Imelda pecah.
Imelda ternyata salah mendorong, tarikan nafasnya yang panjang seharusnya bisa mendorong bagian perutnya, namun saat nafas itu dihembuskan dan didorongnya, seolah tercekat ditenggorokan.
Membuat beberapa bidan membantu mendorong dengan menekan perut si ibu yang melahirkan itu.
Imelda sudah pasrah, dia kehabisan tenaga dan akhirnya bayinya pun berhasil keluar dengan tangisan kencangnya.
"Alhamdulillah.." Ucap Mas Rehan
Imelda terkulai lemas, bayi itu kini dibersihkan dan dipakaikan baju bayi yang Imelda bawa.
"Kamu haus sayang, ini kamu minum dulu, apa kamu lapar?." Tanya Rehan
"Iya, aku juga merasa lapar Mas, mana anak kita?." Melisa
__ADS_1
"Ya sudah sebentar lagi aku belikan makanan, anak kita masih ditangani bu Bidan." Ucap Rehan
"Aku pengen lihat wajahnya Mas, mirip siapa ya? pasti aku bukankah dia perempuan." Melisa
"Hmm.. iya cantik seperti kamu." Rehan
"Bayi kita gemoy sayang, beratnya 3,3kg.." Melisa
"Benarkah? mungkin karena aku tidak mengatur makanan yang masuk ke dalam perutku, seharusnya aku membatasinya, kan jadi susah ngeluarinnya. hehe.." Ucap Melisa yang mulai bisa bercanda.
"hahaha... gakpapa yang penting dua-duanya selamat dan sehat." Rehan
Alhamdulillah keesokan harinya mereka sudah bisa pulang, ibu Mas Rehan pun ada menunggu di luar ruangan saat Imelda melahirkan.
Melisa sangat beeharap ibunya datang, namun jarak yang jauh dan terhalang biaya membuat ibunya sulit datang.
Semua keperluan kini ditangani ibu mertuanya, mencuci baju dilakukan suaminya.
Hingga seminggu berlalu Rehan mulai berubah, dia mulai mengabaikan Imelda, bahkan ia tidur di Kios ibunya. Membuat Imelda mempertanyakan itu semua, dia mulai sedih dan seakan tanpa dukungan.
Apakah aku melakukan kesalahan?
Apakah dia menginginkan anak laki-laki?
Apakah aku terlalu merepotkannya?
Untuk apa aku susah payah hamil dan melahirkan jika semuanya menjadi seperti ini?
Disinilah titik terendah Melisa, membuatnya menderita sindrom baby blues.
Dan sebenarnya ada apa dengan Rehan?
__ADS_1
Bersambung....