
Keesokan harinya aku dan Mas Rehan pergi mengunjungi rumah mamah, ya rumah mertuaku memang agak jauh dari kosanku, lumayan lah dengan menggunakan motor sekitar 50 menit.
Sesampainya disana, kami disambut dengan ramah, aku orangnya memang pendiam, jarang memulai pembicaraan, terkadang aku hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan saja dengan senyuman tanpa balik bertanya.
Entahlah aku memang tipe orang yang jarang bersosialisasi, dari dulu lebih suka menyendiri di rumah, tapi jika ada orang yang berusaha mendekati dan mulai terlihat jika orang itu ingin akrab denganku, ya aku tidak menolak. Maka dari itu aku hanya punya beberapa teman yang bisa diajak berbagi suka dan duka.
**
Dulu aku pernah satu kamar kosan dengan orang yang baru aku kenal, sebut saja namanya Reni. Aku menerima tawaran itu karena ingin menghemat pengeluaran dan orang tua dia satu kampung dengan bapakku.
Aku kira aku bisa berteman dengannya, tapi.. aku baru menemukan gadis seperti dia. Lebih parah dari aku ya, dia ditanya saja gak pernah jawab. Nyebelin kan? Senyum aja jarang, judes banget deh pokoknya tapi pas dia ngobrol sama temennya dia bisa ketawa-ketawa.
Sebenarnya apa salahku? bisa-bisanya dia memperlakukan aku seperti ini. Keluhku dalam hati.
Dulu saat kami berangkat bekerja bersama karena satu pabrik, aku selalu ditinggal, anehnya ketika ada kakaknya Reni, seakan dia baik padaku. Tapi saat tidak terlihat kakaknya dia mengabaikanku, meninggalkanku, bermuka dua memang dia tuh. Astagfirullah
Sampai akhirnya aku keluar dari kamar kosannya, memilih tinggal di tempat lain karena sudah tidak nyaman, dan entah ada hasutan dari mana, kakaknya Reni yang biasanya baik tiba-tiba marah-marah padaku.
"Kamu tuh gak tau malu ya ganggu suami orang!" Ucap kakaknya
__ADS_1
"Mana mungkin kak aku suka sama suami kakak, lagian aku masih gadis, aku juga pilih-pilih lah kak." Jawabku saking kesalnya dituduh jadi pelakor.
Ih, ini orang kenapa ya nuduh sembarangan. Mata dia berfungsi gak sih dari tampilan suaminya aja gak ada yang menarik, rambut ikal panjang gak terawat, kayak jarang mandi juga, item, tua, kaya juga nggak, astagfirullah tapi itu kenyataan jadi mana mungkin aku mau, meski dia bujang juga No. Gumamku dalam hati
Itu pengalaman yang benar-benar tak akan terlupakan, dituduh pelakor, ketemu cewek bermuka dua.
Tapi jika aku mengingat kejadian itu rasanya ko lucu ya, pengen ketawa aja sih.. hahaha
**
Ternyata tidak ada hal penting, mungkin ibu Mas Rehan merindukan anaknya itu yang sudah jarang pulang karena telah memiliki seorang istri.
Ibu mas Rehan juga tahu kalau kami menyembunyikan status pernikahan. Kami berencana mengadakan resepsi setelah mas Rehan menjadi pegawai tetap di pabrik, karena syarat untuk menjadi pegawai tetap salah satunya BELUM MENIKAH.
Tapi aku merasa dengan menyembunyikan status ini, setiap hari aku mengalami hari-hari menegangkan, menyenangkan dan aku suka.
Sore harinya aku pulang bersama mas Rehan kembali ke kosan yang sempit dan penuh bahaya itu (bahaya ketahuan). Wkwkwkwk
Keesokan harinya saat aku bekerja Desi menghampiriku,
__ADS_1
"Kak, kata pak satpam, kakak sudah menikah dengan kak Rehan. Beneran gak sih?" Desi
"Hehe.. menurut kamu itu beneran apa enggak?" Aku balik bertanya sambil tersenyum
"Emm.. ah pak satpam suka bercanda sih kak, ada-ada aja ya?, menurutku kalau kakak sudah menikah, buat apa juga disembunyikan, ya kan?" Desi
Iya kamu bener Des, aku dan mas Rehan memang aneh menyembunyikan sesuatu yang halal.. haha terkadang aku juga menertawakan kelakuanku ini. Gumamku dalam hati
"Hahaha.. iya betul." Jawabku kikuk
Syukurlah Desi percaya ucapanku, maafkan hambamu ini ya allah, yang penuh Dusta akhir-akhir ini. Astaghfirullah hal adzim.
Kapan drama ini berakhir ya rabb? Keluhku dalam hati
Saat aku berniat mengambil perlengkapan kerjaku, tiba-tiba ada lelaki yang menitipkan surat kecil, lalu ia pergi.
Siapa dia? Dan apa ini? Tanyaku heran dalam hati
Bersambung...
__ADS_1