Menyembunyikan Status Sah

Menyembunyikan Status Sah
Episode Terakhir (Tamat)


__ADS_3

Hingga dimana Rehan jujur jika dia telah bisnis pinjam meminjam uang, dia meminjam uang di situs online dengan menggunakan datanya tapi bukan untuk dirinya, tapi dipinjam oleh orang lain, dia hanya mengambil komisi saja. Hingga pada akhirnya dia harus menanggung semua hutang itu saat teman yang meminjam uang itu hilang bagai ditelan bumi, hutang yang bahkan sudah menumpuk. Uang tabungan Rehan pun raib diambil oleh temannya yang tak berperasaan itu.


"Jadi kamu punya tabungan Mas? Kenapa selama ini kamu selalu bilang kalau tidak punya uang dan harus berhemat? Ah sudahlah mungkin itu bukan rezeki kita makanya hilang, kamu yang kuat Mas..! Kita jalani ini sama-sama," ucap Melisa.


"Maafkan Mas dek, mas hanya ingin menabung dan membeli rumah, biar kita tidak mengontrak terus," jawab Rehan.


Jadi slip gaji itu benar, dan sisa gajinya disimpan. Tapi ini tidaklah benar, memaksakan menabung tapi dengan membuat istri dan anak harus hidup dengan menahan diri hanya sekedar untuk membeli cemilan, tapi ya sudahlah, lebih penting keadaan mas Rehan yang harus dikuatkan daripada menyalahkannya terus menerus, aku juga bukan istri yang sempurna dan banyak melakukan kesalahan, batin Melisa.


"Iya Mas, aku paham kalau keinginan Mas itu begitu kuat, tapi seharusnyakan dibicarakan dulu sama aku Mas..!" jawab Melisa.

__ADS_1


"Iya Dek, maafkan Mas ya?" Rehan


"hmm... iya Mas," Jawab Melisa mencoba ikhlas, karena untuk apa dia marah-marah, itu tidak akan berguna, tidak akan mengembalikan semua uang yang hilang.


***


Sejak kejadian itu, kehidupan Melisa semakin sulit karena harus mencicil hutang di setiap bulannya, terkadang dia sampai berhutang ke warung untuk menutupi kebutuhan keluarga.


Melisa yakin kalau kehidupannya kedepan akan semakin baik, bukankah dia telah menemani sang suami disaat susah, dia yakin kalau Rehan tidak mungkin menyakitinya lagi jika mengingat kesabaran Melisa selama ini.

__ADS_1


"Makasih ya sayang selama ini sudah ngertiin Mas,, maafkan Mas yang belum bisa membahagiakanmu," Rehan menangis memeluk istrinya, dia menyesali perbuatannya, dia sedih karena telah membawa istrinya hidup susah.


Melisa membalas pelukan era itu, dia percaya ada hikmah dibalik ini semua. Pentingnya saling terbuka antar pasangan, pentingnya komunikasi yang baik agar tidak ada salah paham, pentingnya kesetiaan, pentingnya untuk tidak saling menyalahkan, pentingnya saling mendukung, pentingnya mengingat kebaikan pasangan selama ini saat pasangan melakukan kesalahan.


Perlahan namun pasti, kehidupan Melisa dan Rehan semakin baik dalam segi hubungan. Mereka semakin harmonis dan saling menurunkan ego, mereka jarang sekali bertengkar, rumah tangga mereka seakan diuji hanya dari segi materi saja saat ini.


Rehan semakin humoris, selalu menghibur anak dan istri di rumah, sebisa mungkin dia tidak menampilkan rasa sedihnya di dalam ruamah, sebisa mungkin dia membagi keceriaan di dalam rumah.


Anak yang tumbuh dari keluarga yang bahagia dan selalu membagi waktu bersama bukankah akan tumbuh menjadi anak yang periang, pintar, mudah bergaul, ah pokoknya itu bagus untuk pertumbuhan sang anak. Keluarga mereka kini bahagia penuh canda dan tawa meski terkadang Melisa dan Rehan mengalami sakit kepala karena memikirkan hutang yang belum lunas. hehe 😁

__ADS_1


...Tamat...


__ADS_2