Menyembunyikan Status Sah

Menyembunyikan Status Sah
Cuma 100.000 Rupiah


__ADS_3

"Begini Mel, Saya lagi butuh uang nih, bisa 'kan kalau pinjem sama kamu, gak banyak kok cuma 100 ribu aja." Bu Yusi


Gimana ya, aku gak bisa nolak, tapi aku juga setidaknya kan harus kasih tahu Mas Rehan dulu. Pikir Melisa


"Maaf Bu, saya harus izin dulu sama Mas Rehan." Melisa


"100rb kan gak banyak, pasti gapapa, saya butuh banget nih Mel, tolongin saya ya..! Saya butuhnya sekarang, biar kamu nanti kirim pesan sama Rehan lewat HP..!" Bu Yusi


Aduh maksa banget sih, gimana dong aku gak bisa nolak secara halus, apalagi kasar, aku beralasan apalagi nih? Pikir Melisa


Namun akhirnya Melisa memberikan pinjaman uang itu karena bu Yusi terus saja bicara, bahkan Melisa yang ingin melakukan aktivitasnya pun terasa terganggu.


Saat sore hari, dimana saat suaminya istirahat dan bisa menggunakan ponsel, Melisa yang berniat memberitahu Rehan dia malah tidak ingat dan malah membahas topik lain di pesan, itu gara-gara Rehan yang menawarinya makanan untuk dibawa pulang, membuat Melisa bahagia dan juga bersemangat.


***


Hari berganti hari dan minggu berganti minggu, kini sudah tanggal tua di akhir bulan. Susu formula dea tinggal sedikit lagi.


"Mas, susu Dea habis, Mas beliin ya nanti siang..!" Melisa


"Habis? Gimana ya, Mas belum gajian Dek, mungkin besok atau lusa, ada juga uang buat bensin Mas aja, biasanya uang mu selalu pas." Rehan


"Iya, aku juga merasa kok ada yang hilang ya, terasa kurang aja." Melisa


Wanita itu berpikir sejenak, mengingat-ngingat entah kenapa rasanya ada yang lupa, namun dia tidak ingat sama sekali.


"Jangan-jangan ulah tuyul Dek." Rehan


"Masa sih Mas? Aku belum pernah kehilangan uang deh, lagian ini perasaanku aja kali Mas yang merasa harusnya masih ada uang tapi terpakai sesuatu yang mendesak, coba aku ingat-ingat dulu deh, jadi susu Dea gimana dong Mas?" Melisa


"Iya, nanti Mas usahain pinjem dulu sama teman deh." Rehan


Benar saja siang itu sudah ada susu formula Dea, membuat Melisa merasa tenang.


Namun saat Mas Rehan makan siang, dia mengambil mangkuk di lemari.

__ADS_1


"Dek, ini mangkuk siapa? Sepertinya bukan punya kita?" Rehan


"Astagfirullah, oh iya Mas itu punya bu Yusi, udah lama sih dia ngasih sayur katuk buat bikin ASI lancar dan banyak katanya, terus…" Melisa


"Terus kamu lupa balikin gitu?" Rehan


"Bukan Mas." Malisa


"Lalu..?" Rehan


Melisa menunduk, dia merasa bersalah karena lupa, bahkan izin yang belum sempat dia katakan pada suaminya itu. Wanita itu takut jika suaminya akan marah, apalagi setelah tahu bahwa Rehan mencari uang pinjaman dengan susah payah, jika Melisa ingat mungkin dia akan menagih pada bu Yusi saja.


Setelah didesak, akhirnya Melisa jujur dan Rehan sempat kecewa.


"Janjinya kapan bu Yusi mau bayar?" Rehan


"Katanya sih secepatnya." Melisa


"Tapi kok dia gak bayar, padahal udah lama, lain kali jangan dikasih lagi Dek kalau ornagnya ingkar janji gitu, kita juga sama-sama butuh, kalau orangnya amanah sih ya gapapa saling membantu, dikasih tanggal pengembalian biar kita juga tenang disaat nanti uang dibutuhkan orangnya sudah membayar." Rehan


Wanita itu merasa bersalah, dia memang benar-benar lupa, apalagi dia sudah jarang bertemu ibu-ibu tetangga karena tiap 3 hari sekali dia akan pergi ke Pasar diantar suaminya.


Keesokan harinya Melisa benar-benar membutuhkan uang itu, karena ternyata gajian Rehan diundur. Rehan juga sudah menyuruh istrinya itu menagih hutang Bu Yusi, namun sepertinya Melisa tidak berani.


"Gimana ya Mas, aku gak berani." Melisa


"Kan kamu yang ngasih pinjem, masa Mas yang nagih? Kamu aja Dek..!, masa takut minta hak kita sendiri." Rehan


Akhirnya Melisa memaksakan dirinya untuk pergi ke rumah bu Yusi.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Assalamualaikum…" Melisa


Namun yang membuka pintu dan yang menjawab salamnya adalah Pak Nandang suaminya bu Yusi.


"Cari siapa Neng?" Pak Nandang


"Bu Yusinya ada?" Melisa


"Ada, masuk dulu neng..!" Pak Nandang


"Gapapa saya tunggu disini aja Pak, sebentar kok." Melisa


Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu pun keluar juga dengan wajah masam, sepertinya dia tidak suka dengan kedatangan Melisa, padahal saat meminjam uang dia begitu bersikap manis.


"Ada apa Mel?" Bu Yusi


"Saya mau nagih janji ibu, saya lagi butuh uangnya sekarang Bu." Melisa


"Halah, cuma 100rb doang kok.. besok aja ya!" Bu Yusi


"Ada apa Bu?" Pak Nandang


"Gapapa, itu Melisa mau pinjam uang, Mamah bilang gak ada tapi gak mau pergi." Bu Yusi


"Lebih baik kamu pulang Mel, jangan coba-coba nagih kesini lagi, nanti pasti saya bayar, dianterin ke rumah kamu sekalian bunganya juga, kamu jangan lebay gitu, wong cuma 100rb." Bu Yusi


Brakk…


"Astagfirullah…" Melisa


Kok aku kayak pengemis gini ya? Katanya cuma 100rb tapi kok gak dibayar, gimana dong kalau Mas Rehan tau aku gak dapet uangnya? Apalagi kalau cerita yang sebenarnya, pasti ribut besar nih sama Bu Yusi. Pikir Melisa


Melisa merasa bingung, dia tak mampu pulang dan menghadapi suaminya di Rumah, karena ini memang berawal dari kesalahannya, apalagi tanpa izin suaminya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2