Menyembunyikan Status Sah

Menyembunyikan Status Sah
Kekacauan


__ADS_3

Dia melihat Dea yang berusia dua tahun lebih itu sedang mengacak-ngacak alat make up nya, lipstik merah yang bahkan kini menghiasi wajah Mas Rehan, sementara suaminya itu tertidur pulas, bedak padat miliknya yang mahal itu bahkan pecah berhamburan, dan saat diperhatikan lagi ternyata kening Dea benjol.


"Mas… bangun Mas..!" Melisa


Sementara dia langsung mengangkat tubuh Dea, yang bahkan sudah penuh bedak dan lipstik merah.


"Ada apa Dek?" Rehan


"Kenapa malah tidur? Kan tadi aku titip Dea ke kamu Mas, ini lihat benjol begini? Trus lihat deh Mas..! Alat make up aku hancur semua." Melisa


"Astagfirullah... Mmm itu, Dea tadi kejedot Dek, gak mau diem sih, karena diluar sepertinya bahaya, jadi aku ajak main di kamar terus Mas gak sengaja ketiduran Dek, hehe..." Rehan


"Hmm, padahal cuma jagain Dea satu jam, tapi udah kaya kapal pecah begini." Melisa


"Maaf Dek…" Rehan menunduk lesu, dia menatap kamar yang begitu acak-acakan.


Ternyata jagain anak yang sudah bisa jalan dan bermain itu gak gampang ya? Padahal pas bayi aki cuma nungguin Dea yang berbaring. Batin Rehan


"Mas yang beresin ya, sama gantiin semua alat make up aku..!" Melisa


"Dek, tapi kamu ikut bantuin kan?" Rehan


"Aku mau mandiin dulu Dea, lihat nih belepotan gini, sama kayak kamu Mas." Melisa


"Aku? Mana ada Dek." Rehan


Namun saat melihat cermin, Rehan terkejut bukan main wajahnya merah semua bahkan lipstik itu terlihat susah dibersihkan.


"Astagfirullah…." Rehan


"Cantik kan Mas?, hehehe … ," ledek Melisa.


Suaminya itu hanya pasrah dengan ledekan snag istri, bagaimanapun semua salah dia, dia yang tidak bisa menjaga Dea, bahkan dia harus mengganti rugi make up istrinya itu dan itu tidak murah.


Melisa pergi ke kamar mandi, mulai memandikan anaknya itu, Dea begitu asyik bermain air. Dea memang suka main air dan betah mandi berlama-lama.

__ADS_1


"Dea, ini sakit gak?" Melisa bertanya sambil memegang jidat anaknya yang sedikit menonjol.


Namun Dea menggeleng-gelengkan kepalanya, membuat Melisa lega.


Syukur deh kalau gak sakit dan gak bikin dia rewel. pikir Melisa


"Kamu nakal ya saat ditinggal Mamah pergi, hmm.." Melisa


"Hehehe… Papa tatik Mah." Dea


"Iya cantik, sepertinya kalau sudah besar kamu ingin jadi make up artis, sudah terlihat bakatmu sayang. Hehehe…" Melisa


Setelah diperhatikan lagi ternyata kening Dea tidak begitu menonjol hanya memar sedikit, sepertinya terbentur tidak cukup keras, makanya dia tidak merasa sakit.


Setelah bersih, tentu saja bersih juga dari noda lipstik merah Melisa, kini Dea dipakaikan handuk dan dibawa ke kamar untuk dipakaikan baju, ternyata kamar yang tadi berantakan sudah benar-benar bersih, sprey nya juga sudah diganti dengan yang baru oleh Rehan.


"Dek, Mas mandiin juga dong..! Mas kan juga sama-sama cemong." Rehan


"Mas kan udah besar, mandi sendiri aja, gimana jagain Dea enak kan, gampang banget kan? Apalagi cuma sejam kok, hmm.." Melisa


Aku yang salah, memang menjaga anak itu sulit, lebih baik aku lembur di tempat kerja dari pada lembur di Rumah. Pikir Rehan


Melisa menatap suaminya yang berjalan lunglai sampai ke kamar mandi, sepertinya suaminya itu benar-benar kecewa karena tidak dimandikan. Hehe


Melisa menyuapi Andea, umur 2 tahun memang sudah mulai makan nasi, membuat dia tidak harus memasak bubur, hanya saja menanak nasi yang sedikit lembek.


Melisa membiasakan anaknya itu supaya suka makan sayur dan buah-buahan. Makan daging, ikan dan telur, agar nanti Dea tidak pilih-pilih makanan.


Dea memang makannya lahap, namun harus sambil bermain, membuat satu piring itu habis dalam waktu hampir satu jam.


"Dek, kamu suapin Mas dong, kok Dea terus..!" Rehan


Suaminya sedang menonton televisi kala itu.


"Iya Mas, tunggu sampai makanan Dea habis, lagian tumben banget minta disuapin, Mas sakit?." Melisa

__ADS_1


"Sakit dompet, karena disuruh gantiin make up kamu, Dek. Huh…" Rehan


"Hahaha... Itu kan salah Mas Rehan, masa aku minta Dea yang gantiin make up nya? hmm..." Melisa


"Udah, enyang, udah Mah..!" Dea


"Iya sayang, ini minum dulu..!" Melisa


Sore itu Dea mulai mengantuk dan tertidur, membuat Melisa mempunyai banyak waktu untuk membereskan rumah.


Dia mulai menyapu Rumah, namun Rehan malah memeluknya dari belakang, membuat Melisa merasa terganggu, padahal dia ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan Rumahnya.


"Mas.. diem dulu..! Aku lagi nyapu nih." Melisa


"Sambil dipeluk gini kan bisa Dek." Rehan


"Makin lama Mas." Melisa


Namun Rehan malah semakin gencar mendekati istrinya itu. Dia membalikan badan Melisa agar berhadapan dengannya.


Cup


"Mas…" protes Melisa.


Deg


Meski telah menikah namun jantung berdebar kencang masih mereka rasakan saat terjadi sentuhan-sentuhan kecil.


Rehan melanjutkan aksinya, namun tiba-tiba ada orang yang memergoki mereka, kepalanya yang menyembul dari balik pintu.


"Mah, tidul.. Mah ayo tidul..!" Dea


Gagal deh. Pikir Rehan


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2