
Mas Rehan mengambil surat itu lalu membacanya, "apa ini?" Tanyanya padaku
"Oh, itu cuma orang iseng ngajak kenalan." Jawabku
"Kenapa kertasnya disimpan, apa kamu berniat menghubungi nomor ponselnya?" Mas Raihan nampak marah.
"Tidak mas, aku hanya lupa membuangnya."
"Hmm… besok tunjukan pada mas yang mana orangnya ya..!" Rehan
aduh gawat nih kalau nanti diajak berantem sama mas Rehan. pikirku
"Aku juga lupa mas, dia cuman ngasih kertas itu lalu pergi begitu saja dan sepertinya dia bekerja dibagian lain deh, soalnya memang baru lihat," Jawabku menegaskan.
"Ok. Lain kali jangan ada kejadian seperti ini, kalau ada yang menggoda kamu, bilang pada mas..! Lagi musim pebinor dek." Rehan
"Hahahaha…." Seketika aku tertawa mendengar kata PEBINOR
"kenapa kamu tertawa, aku tidak sedang bercanda loh dek?" Mas Rehan menatapku serius.
"Tidak apa-apa hanya merasa aneh saja, lagian gak ada yang tau aku istri orang, berarti mereka gak ada niat buat jadi Pebinor mas."
"Hmm.. iya juga ya." Jawab mas Rehan sambil menatapku dengan wajah bingungnya.
Aku langsung mengambil kertas itu, aku sobek dan ku buang saja dihadapan Mas Rehan, aku tidak mau menambah masalahku lagi.
Jika aku bertengkar, aku yang masih egois, suka ikut mengabaikannya, terkadang jika kesalahan mas Rehan lumayan fatal, aku akan mendiamkannya selama berhari-hari sebelum dia benar-benar minta maaf dan merayu ku.
Dan egois nya mas Rehan juga, dia akan membiarkanku selama aku mogok bicara. Dia tidak peka, padahal kalau saja dia meminta maaf dengan tulus aku pasti akan luluh. Bukankah tidak nyaman serumah, sekamar, tapi tidak saling sapa. Astaga.
Tapi setelah pertengkaran terkadang rindu datang menggebu, dan sebagai penanda masalah selesai kita akan melakukan hubungan badan pertanda kita sudah berbaikan. Hahaha… lucu memang
Tapi jika sudah begitu mana mungkin saling marahan lagi, itulah cara terjitu setelah menikah. Hehe
***
__ADS_1
Saat aku bekerja, ternyata laki-laki kemarin yang memberi nomor ponselnya itu menungguku.
"Hai mel.."
Ko dia tau namaku? Pikirku
Aku hanya lewat dan tersenyum dan berniat pergi. Tapi.. dia menghalangiku dan bertanya lagi.
"Mel.. kok kamu belum menghubungi nomorku? Aku nungguin loh, kalau begitu nomer hp kamu berapa, biar aku simpan?" Tanyanya sambil mengeluarkan HP
"Ah, maaf kak aku sudah punya pacar." Jawabku
"Hmm.. selama janur kuning melengkung, aku pantang menyerah ko." Jawabnya sambil tersenyum.
Astaga, nih orang gigih banget ya, dia kira aku masih perawan. Hadeuh padahal sudah dicoblos berkali-kali, kalau dia tahu pasti mundur dengan rasa malu karena gangguin istri orang.hahaha... batinku
"Hehe.. maaf kak, aku buru-buru." Dengan langkah cepat aku segera pergi menghindarinya. Saking cepatnya dan tak melihat sekitar dengan jelas aku menabrak mas Rehan di pertengahan jalan.
"Aduh.." aku mengeluh sakit.
"Ah maaf mas, aku hanya terburu-buru saja."
"Iya tidak apa-apa, lain kali hati-hati ya dek..! Jangan kayak dikejar hantu gitu, siang-siang pulak.. hehe" Ucapnya
"Iya mas, aku masih ada kerjaan. Aku pergi dulu."
"Gak salim dulu..?" Ucapnya sambil mengulurkan tangan.
"Hmm.." aku pun berbalik menghiraukannya, lagian ada ada saja, ngapain pake cium tangan kayak mau kemana aja, ini juga masih wilayah kerja aku tidak mau ada gosip yang beredar jika aku berpacaran di pabrik ketika bekerja. Aku pasti akan merasa malu.
Aku menceritakan kejadian ini pada temanku Sulis, dia memang tau rahasia pernikahanku.
"Hahahaha.. makanya jangan tebar pesona Mel..!"
"Astagfirullah, mana berani aku lis. Ah kamu bukannya kasih solusi malah mengejekku." Jawabku kesal
__ADS_1
"Hehe.. ya udah, ya udah. Kamu biarin aja Mel.. cuekin aja..!, kayak aku dong pasang muka jutek dan lewat tanpa senyum..!" Sulis
"Iya, makanya kamu jomblo terus, orang juga ogah deketin kamu, karena melihat wajah judesmu. Hahaha"
"Kamu kok malah balik ngejekin aku sih, udah aku dengerin juga, kasih solusi pula.hmm.." Ucapnya merajuk.
"Hehe… iya maaf. Aku bakalan ikutin saran kamu deh, jangan senyum..! Iya kan?" Aku membujuknya
"Hhmm.. udah ah gk usah dibahas lagi, aku lapar, udah istirahat juga, ayo kita ke kantin ajak ipi sekalian."
"Ok.." jawabku melangkah pergi menghampiri ipi.
Saat kami sudah di kantin, kami mengantri dan menempati meja yang sama. Makan bersama dan mengobrol masalah ringan dan candaan yang membuat obrolan kita asyik.
Tiba-tiba Sulis mengagetkanku yang sedang fokus makan, "Mel.. lihat deh cowok itu, keren ya?"
"Hmm.. ya udah sana godain..!" Jawabku
"Ih kamu, masa aku langsung godain, ajak kenalan dulu dong." Jawab Sulis
"Gih sana ajak kenalan..!" Jawab ipi
"Ah mana berani aku deketin cowok duluan, tapi ganteng kan Mel, Pi?" Sulis
"Hmm.. iya lumayan." Jawab ipi
"Menurutku biasa aja, gantengan suamiku," Jawabku santai.
"Hahaha.. cie yang udah punya suami" ledek ipi dan Sulis kompak.
"Sstttt…. Jangan kenceng-kenceng dong nanti banyak yang curiga..!"
"Maaf kita lupa, ya kan pi?" Tanya Sulis
Tiba-tiba ada yang datang menghampiri, dan langsung berdehem mengagetkan kami bertiga.
__ADS_1
Bersambung…