Menyembunyikan Status Sah

Menyembunyikan Status Sah
Masih Diam


__ADS_3

Pintu kontrakan sengaja tak dikunci oleh Melisa, dia yakin suaminya akan kembali namun dia malas jika harus membuka pintu untuk suaminya itu.


"Gak akan ada maling kan? biarin ajalah pintunya gak dikunci juga," gumam Melisa pelan.


Melisa memang kesulitan tidur, ditambah bayinya yang mendadak rewel, mungkin bayinya ikutan sedih juga karena ibunya menangis terus.


Setelah Keisha tenang dan tertidur lelap, Melisa masih memasang telinganya agar bisa mendengar pintu terbuka ketika suaminya pulang, meski dalam keadaan marah tetap saja dia khawatir dan merindukan kehadiran suaminya, ya … cinta dan benci memang beda tipis.


Ceklek


Terdengar jelas jika ada yang membuka pintu, Melisa segera menarik selimut dan berpura-pura tidur, dia bisa mendengar suara Raihan yang makan, karena sendok dan garpu yang bertabrakan. Dia bisa mendengar suaminya pergi ke kamar mandi karena terdengar suara air keran yang mengalir.


Melisa penasaran kegiatan yang dilakukan suaminya itu, namun suaminya melakukan aktivitas seperti biasa bahkan kini sudah terdengar suara dengkuran yang keras.


"Mas Rehan sudah tidur aja, seharusnya dia tidur disini dan ngerayu aku, eh malah tidur tanpa beban, sementra aku gak bisa tidur sekarang. Selalu begitu jika bertengkar, aku yang menangis sepanjang malam dan dia malah enak-enakkan tidur tanpa beban." Gumam Melisa sambil mengintip suaminya yang tidur di ruang tengah dekat televisi. Disana hanya ada karpet dan sepertinya Rehan terpaksa tidur ditempat itu.


Melisa memaksa matanya untuk terpejam, namun mengingat perkataan Rehan tadi siang membuatnya merasa sakit hati dan bahkan mengingat Andea yang kini harus berpisah dengannya.


Maafin Mamah ya Andea. Batin Melisa


***

__ADS_1


Pagi pun datang, Melisa melakukan pekerjaan rumah seperti biasa, namun dia tidak membangunkan atau menyapa suaminya itu.


Rehan pun sama, bahkan dia berangkat kerja tanpa berpamitan atau sekedar mengucapkan salam, dia pergi begitu saja.


"Salam dong kalau pergi kerja! pasti aku jawab kok, kan wajib hukumnya menjawab salam," Melisa mengomel sendirian.


Melisa melihat Keisha yang masih tertidur, kemudian dia pergi menjemur baju di luar, dia mulai beradaptasi dan bersosialisasi, mulai menyapa tetangga di sekitar kontrakannya.


"Neng penghuni kontrakan baru ya? Salam kenal ya, saya Bu Risma, saya juga ngontrak di sebelah kontrakan neng, Anak saya udah pada sekolah SMP ada yang SMA." Bu Risma


"Iya Bu, salam kenal juga saya Melisa. Hehe … " Melisa


Mereka berbincang-bincang sejenak hingga terdengar suara tangisan Keisha yang sepertinya sudah bangun dari tidurnya, Melisa pamit untuk melihat bayinya.


"Ibu harap, kakak kamu nanti bisa menyayangimu ya Keisha, tidak cemburuan dan kalian saling mengerti satu sama lain, dan ibu akan berusaha bersikap adil pada kalian berdua." Gumam Melisa menatap Keisha yang mulai terlelap lagi.


***


Sore pun tiba, Melisa mulai mengurung dirinya dikamar, dia tidak mau jika harus bertengkar lagi dengan suaminya, dia tahu kalau ini saatnya Rehan pulang, dia sudah menyiapkan makanan di dapur, dan sudah ada air panas didalamtermos jika suaminya ingin menyeduh kopi.


Meski dalam keadaan masih kesal, Melisa akan tetap menyediakan makanan untuk suaminya, meski terkadang suaminya lebih memilih makan diluar.

__ADS_1


Benar saja, suaminya itu cuma menyimpan tas dan pergi lagi dengan menggunakan motornya, bahkan Rehan tidak menyentuh makanan yang Melisa buatkan untuk suaminya itu.


"Serba salah, gak dimasakin nanti dibilang aku malas dan bukan istri yang baik, tapi kalau begini kan munadzir." Melisa menatap makanan yang lumayan banyak itu.


Dia akhirnya memberikan sebagian makanan itu ke tetangga sekitar kontrakannya, berhubung makanan itu baru dia masak, Melisa berani membagikan makanan itu, kalau sudah dari kemarin Melisa tak berani, takut masakannya sudah berbeda rasa karena mulai basi.


***


Hari-hari dilewati begitu saja, mereka saling diam bahkan ini sudah hari keempat, Rehan juga tidak mau makan dirumah dan Melisa pun akhirnya tidak memasak untuk menghindari makanan yang tersisa.


Hari ini pun jadwal suaminya itu libur bekerja, tapi Rehan sudah pergi menggunakan motornya pagi-pagi sekali.


"Kemana lagi sih dia, bukannya ini hari libur?, Untung saja mas Rehan sudah memberiku uang belanja untuk seminggu kedepan, aku jadi tidak perlu berbicara hanya untuk meminta uang," Melisa merasa kesal dan berbicara sendiri, ya karena suaminya tidak mengajaknya bicara maka dia hanya bisa bicara pada dirinya sendiri.


Hingga terdengar kembali suara motor itu kembali, Melisa lari dengan panik, dia langsung menuju kamar dan berpura-pura tidur, namun ada yang berbeda.


"Dek bangun..!" Rehan sedikit menggoyangkan badan Melisa karena dia pikir istrinya memang sedang tidur.


Bangun gak ya, apa pura-pura tidur pulas? Batin Melisa


Namun istri Rehan itu mendengar suara yang familiar, dia segera terperanjat bahkan menabrak tubuh Rehan dan bergegas menuju ruang tengah kontrakannya.

__ADS_1


Rehan yang tersenggol itu berakhir jatuh juga, lelaki beristighfar lalu berkata hamdalah karena ia jatuh ke kasur yang empuk. Hehe


Bersambung.  ..


__ADS_2