Meraih Si Gadis Manis

Meraih Si Gadis Manis
Episode 10 'Ibu Riko Yang Sangat Penasaran'


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Riko yang telah dinanti di depan rumah oleh ibunya, menyapa "selamat malam ibuku yang cantik, sedang apa ibu malam-malam diluar seperti ini? " Sembari menggoda ibunya. Ibu Riko menjelaskan ia diluar sedang memunggu anak semata wayangnya pulang untuk menceritakan semua hal yang membuat anaknya bahagia belakangan ini kepada dirinya.


"Ayolah Riko Ibu penasaran nih, hal apa sih yang ngebuat anak semata wayang ibu senyum-senyum gak jelas terus belakangan ini? Apakah itu ada hubungannya dengan gadis misterius yang kamu tanyakan waktu itu? "Tanya Ibunya yang gak sabaran ingin mendengar carita bahagia Riko.


"Iya bu, ini ada hubungannya dengan gadis misterius yang aku tanyakan beberapa waktu lalu. Jadi namanya itu Dinda. Tapi aku bingung harus cerita darimana nih" Saut Riko sembari memegang-megang perutnya seolah mengisyaratkan ia ingin bercerita di temani makanan kesukaan Riko yang di masak spesial oleh Ibunya.


Paham dengan maksud Riko, Ibu Riko tersenyum sembari menghela nafas panjang dan berkata "Ah dasar kamu ini Riko, kode terus sama ibunya. Yaudh ayuk sini masuk, makanannya sudah siap di atas meja tuh. Kita maka bersama, tapi janji ya sambil cerita semuanya ke ibumu ini?".


Mereka segera masuk ke dalam rumah dan makan bersama di ruang tamu, Riko pun akhirnya menceritakan semua tentang Dinda atau si gadis manis dengan penuh antusias tanpa terkecuali. Termasuk alasannya hari ini kenapa pulang terlambat dan kenapa kemarin malam pulang begitu larut.


Ibu Riko ikut senang mendengar anak semata wayangnya bercerita dengan begitu antusias. Ia sampai meminta Riko untuk mengenalkannya pujaan hati Riko itu. "Iya bu, nanti kapan kapan aku ajak Dinda main kerumah deh" Ucap Riko, "bener ya kamu Riko, Ibu tunggu lo" Saut Ibunya lagi dengan begitu bersemangatnya.


Keesokan paginya Riko terbangun dengan semangat yang semakin berapi-api. Penyebabnya selain hukuman Julian telah usai, tentu karena mulai sekarang ia akan menghabiskan banyak waktu dengan Dinda juga menjadi salah satu faktor utama semangatnya itu. Pagi itu, Riko berolahraga ringan sebelum mandi dan bersiap-siap untuk menjemput pujaan hatinya. "Riko sini ke dapur sebentar" Tiba-tiba terdengar suara ibunya dari arah dapur, Riko pun segera bergegas ke pusat suara.

__ADS_1


Ternyata Ibu Riko sudah mempersiapkan bekal untuk dirinya dan Dinda. "Ibu punya sesuatu, nanti kamu makan bareng gadis yang kamu ceritakan kemarin ya. Ini spesial lo" Ujarnya sembari tersenyum ramah dan memberikan Riko 2 kotak makanan. Riko amat senang menerima bekal itu, karna jarang-jarang Ibunya Riko mempersiapkan bekal seperti ini, dan rasanya sudah pasti sangat enak.


Riko segera berpamitan kepada Ibunya dan bergegas menuju kediaman Dinda dengan menyanyikan lagu tentang cinta di sepanjang perjalanan, layaknya orang yang tengah di mabuk cinta pada umumnya.


Ia berhayal Dinda suatu saat nanti akan menjadi pasangannya. Pasangan yang sangat serasi dengannya dan pasangan yang sangat ia cintai tentunya. Ia berjanji pada dirinya sendiri, jika Dinda menjadi pasangannya nanti, ia akan menyayangi dan menjaganya dengan sepenuh hati.


Beberapa menit berlalu, akhirnya Riko tiba di depan rumah Dinda.


Ternyata Dinda telah menunggu Riko di depan pintu gerbang rumahnya sedari tadi, menandakan ia juga tak kalah semangat dan sangat antusias menyambut kehadiran Riko pagi itu.


Julian memperharikan Dinda dari rumahnya, layaknya seekor harimau yang sedang mengintai mangsa incarannya. Setelah tau ternyata orang yang ditunggu Dinda adalah Riko, Julian naik pitam "Awas kau ya Riko, habis kau ditanganku nanti! " Julian menggerutu dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


Saat itu juga, Julian langsung Menelepon para gengnya disekolah. Ia menceritakan tentang Dinda yang kini dekat dengan seorang lelaki, yaitu Riko. Kemudian Julian memerintahkan Deny dan Vino menyusun sebuah rencana untuk memberi Riko pelajaran.

__ADS_1


Di mata Julian, siapapun yang berani mendekati gadis yang ia incar sedari lama adalah musuhnya. Musuh yang harus ia beri pelajaran dan abisi. Tak peduli siapapun orangnya. Apalagi ia hanya Riko, Junior yang cupu dan di pandang sebelah mata olehnya. Yupss Baginya tak ada yang pantas bersanding dengan Dinda selain dirinya. Ia yang punya kekuasaan, jagoan dan merupakan orang yang paling disegani serta ditakuti oleh murid-murid lain disekolahan menjadikan dirinya sangat percaya diri. Bahkan tak jarang kepercayaan diri yang terlalu tinggu itu menjadiakn ia orang yang tak bisa menghargai orang lain dan arogan.


Sifatnya itulah yang membuat Dinda selama ini menolak dan menjauhinya. Padalah secara fisik sebenarnya Julian adalah cowok yang cukup tampan.


Sebelumnya setiap ada cowok yang berani mendekati Dinda, pasti selalu di hajar Julian dan gengnya hingga babak belur.


Singkat cerita, Riko dan Dinda pun sampai di area parkir sekolah mereka, dan seketika semua mata disana tertuju pada mereka berdua. Julian yang mengikuti mereka dari belakang dan melihat pemandangan dimana Riko serta gadis impiannya menjadi pusat perhatian semua orang disekolah itu, merasakan emosinya semakin memuncak.


Bagaimana tidak? Julian yang sedari dulu terbiasa menjadi pusat perhatian di sekolah itu, sekarang merasa seakan di abaikan karena kehadiran Riko. Walaupun Riko dan Dinda merupakan siswa siswi baru disekolah itu, mereka sudah sangat populer. Terutama Riko yang sempat membuat hampir seluruh siswi disana histeris dan terpukau dengan parasnya yang begitu tampan, saat hari pertama MOS beberapa waktu silam.


Suasana semakin geger ketika Riko tiba-tiba menggandeng tangan Dinda. Dinda pun bingung dan terheran-heran dibuatnya, tapi anehnya ia refleks tersenyum dan sama sekali tidak berupa melepas tangan Riko, seolah menikmati genggamannya yang begitu kuat dan kokoh itu. "Tangan ini yang menyelamatkanku waktu itu, sekarang tangan ini menggenggam tanganku dengan erat. Entah kenapa aku tak ingin waktu ini berlalu begitu saja." Kata Dinda yang merasa aman dan nyaman dalam hati.


Riko dan Dinda tetap bergandengan tangan menuju ke kelasnya, sepanjang perjalanan semua mata terus tertuju pada mereka. Melihat pemandangan itu ada beberapa orang yang terkagum-kagum, merasa Riko dan Dinda adalah pasangan paling serasi yang pernah dilihat dalam hidup mereka. tetapi yang jadi masalah sebagian besar orang disekolah itu merasa cemburu dan seolah tak terima dengan apa yang mereka lihat saat itu, termasuk Lia dan Luna yang merasa Dinda telah menghianati pertemanan mereka.

__ADS_1


Langkah demi langkah berlalu, membuat mereka semakin dekat dengan kelas mereka. Pagi itu, mereka terlihat sangat serasi ketika bergandengan. Paras Riko yang begitu tampan dan si gadis manis alias Dinda yang juga seolah punya daya tariknya tersendiri, menjadikan alasan utama mereka akan terlihat sangat sempurna jika menjalin sebuah hubungan kasih.


Bersambung...


__ADS_2