Meraih Si Gadis Manis

Meraih Si Gadis Manis
Episode 26 'Kronologi Insiden Berdarah'


__ADS_3

"Kira-kira kakak kelas siapa yang telah mengancam Dinda hingga ia menangis? Dan apa penyebab Dinda sampai di ancam begitu?" Tanya Pak Ridwan kala itu semakin penasaran.


"Menurut informasi dari salah seorang teman sekelas saya, Dinda di ancam karena salah satu di antara kakak kelas itu cemburu dengan Dinda, ia suka dengan saya pak, dan ia tak terima melihat Dinda yang dekat dengan saya. Ya walaupun awalnya saya kurang percaya dengan semua itu" Saut Riko dengan tatapan yang masih serius.


"Riko, kamu belum jawab pertanyaan bapak sebelumnya. Kakak kelas siapa yang dimaksud tadi? " Tanya Pak Ridwan yang ingin segera mengetahui pelaku yang telah membuat Dinda ketakutan.


"Maaf pak, hal itu akan terjawab di cerita lanjutan saya, jadi saya mohon ijin untuk melanjutkan cerita itu" Ucap Riko lagi.


Pak Ridwan yang mendengar hal itu pun mempersilahkan Riko untuk melanjutkan ceritanya.


"Baik terimakasih pak, jadi saat itu saya dan Dinda tak bergandengan dan hanya berjalan bersama menuju ke ruang kelas kami, tetapi semua mata di sekitar kami masih saja seolah tertuju kepada kami, sama persis seperti hari sebelumnya. Di tengah perjalanan ke kelas, kami tiba-tiba di hadang oleh beberapa kakak kelas cewek dari kelas 12. Hal itu membuat bahasa tubuh Dinda yang tadinya telah seperti orang yang ketakutan, kala itu semakin parah, bahkan Dinda sampai tertunduk. Bahasa tubuh Dinda itulah, yang membuat saya yakin dan percaya merekalah yang juga melabrak dan mengancam Dinda satu hari sebelumnya. " Ujar Riko.


"Terus terang, saya juga kurang tahu dan mengenal para kakak kelas yang menghadang langkah kami menuju ke kelas kala itu. Tetapi setelah mendengar dari orang-orang di sekitar sana yang seketika berkerumun, nama salah seorang kakak kelas itu ialah Cindy. Mereka menghadang kami lalu kemudian kak Cindy menyuruh Dinda untuk pergi dan menjauh dari samping saya karena katanya kala itu, ada hal penting yang mau mereka obrolkan dengan saya. Tapi saya reflek meraih dan menggenggam tangan Dinda kemudian menyuruh Dinda untuk tetap disana" Imbuh Riko lagi


"Maaf Riko, bapak potong. Sepengetahuan bapak, Cindy itu adalah salah satu siswi yang paling populer di sekolah ini, tak jarang ketika ada persoalan yang melibatkannya pasti selalu mendapat perhatian dari siswa-siswi lain bahkan banyak orang yang merekam dan kemudian mempostingnya ke media sosial masing-masing, dan postingan itu pasti sangat viral di lingkungan sekolah. Pertanyaan bapak, apakah saat itu ada orang yang kamu lihat merekam kejadian itu? " Ujar Pak Ridwan, yang kemudian di ikuti dengan pertanyaan darinya.

__ADS_1


"Seingat saya banyak orang yang waktu itu merekamnya pak, seperti yang bapak bilang tadi. Tetapi yang anehnya, tak seorang pun mempostingnya ke media sosial" Saut Riko dengan ekspresi kebingungan.


Pak Ridwan mengangguk-anggukan kepalanya merespon jawaban Riko itu, seolah ia mengerti satu hal. "Yaudah, kamu bisa lanjutkan ceritanya" Ucapnya singkat.


"Saat itu, secara tiba-tiba Kak Cindy malah mengajak saya untuk berpacaran dan katanya, ia akan menjamin kepopuleran saya di sekolah ini, jika saya menerima tawarannya itu. Sontak saya, Dinda dan semua orang yang berada disana menyaksikan adegan itu pun, dibuatnya kaget. Tak seorang pun mempercayai seorang siswi yang sangat populer di sekolah ini menjadi sangat agresif bahkan sampai melupakan statusnya sebagai seorang wanita kala itu" Ucap Riko menyambung ceritanya.


"Di saat saya belum sempat membuka mulut untuk merespon tawaran Kak Cindy itu, tiba-tiba Kak Julian datang memaksa menarik tangan Dinda dengan kasar dan berkata bahwa Dinda itu miliknya. Saya yang tak tahan melihat ada seorang cowok yang kasar terhadap cewek, apalagi cewek itu adalah gadis yang saya cintai yaitu Dinda, seketika refleks menghalangi upaya Kak Julian dan menghempaskan tubuhnya ke tanah dengan cukup keras. Hal itu sontak membuat suasana yang sebelumnya telah heboh, menjadi semakin heboh lagi. Saya kemudian dengan nada tegas langsung membentak Kak Julian atas apa yang telah ia perbuat, dan juga secara tegas menolak tawaran Kak Cindy sebelumnya" Imbuh Riko lagi.


"Apakah kamu sebelumnya tahu, Julian itu merupakan siswa yang paling di segani di sekolah ini Riko?" Tanya Pak Ridwan memotong cerita Riko.


"Saya tahu pak, saya tahu betul soal hal itu" Saut Riko singkat.


"Di kamus saya, selama saya tahu bahwa saya itu benar, saya tak akan pernah takut apalagi sampai gentar dengan siapa pun pak. Lagipula, saya juga sudah pernah di kroyok Kak Julian dan gengnya satu hari sebelum insiden berdarah itu terjadi di belakang sekolah. Hal itulah yang menyebabkan saya meninggalkan Dinda di kelas, hingga ia di labrak dan di ancam kakak kelas kemarin" Saut Riko yang kini mengagetkan Pak Ridwan dan Bu Adel.


"Kamu sempat di kroyok Julian dan Gengnya? " Tanya Pak Ridwan kian serius.

__ADS_1


"Iya pak benar" Saut Riko singkat.


"Saya melanjutkan cerita itu ya pak, biar semuanya jelas" Ucap Riko yang ingin segera menemukan solusi dari permasalahannya ini.


"Iya Riko, silahkan" Saut Pak Ridwan singkat.


"Terimakasih pak, jadi setelah itu saya langsung menarik tangan Dinda dan mengajaknya menuju ke kelas hingga membelah pagar manusia yang mengahadang jalan kami kala itu. Setelah posisinya dekat dengan tangga dan kami hendak naik, Kak Julian tiba-tiba mendorong badan Dinda dari arah belakang dengan sangat keras. Dorongan Kak Julian itulah yang menyebabkan Dinda tumbang dan naasnya kepala Dinda tepat mendarat di besi pembatas tangga, hingga membuat banyak darah seketika bercucuran dari kepala Dinda dan membuatnya tak sadarkan diri" Imbuh Riko lagi.


"Bukanya kamu bilang sebelumnya, kamu menggenggam dan menarik tangan Dinda lalu mengajaknya menuju ke ruang kelas? Lalu kenapa saat kejadian Julian mendorong badan Dinda, Dinda yang saat itu kamu genggam tangannya bisa jatuh? " Tanya Pak Ridwan yang ingin menggali informasi sebanyak-banyaknya dari Riko.


"Memang posisi tangan Dinda saya genggam pak, tapi saat itu posisi genggaman saya tak begitu kuat karena saya tak tahu akan ada dorongan yang sangat keras dari arah belakang, saya juga telah mencoba meraih tubuh Dinda yang seketika tumbang ke depan akibat dorongan itu, tapi upaya saya tak berhasil" Ujar Riko yang berusaha menjelaskan situasi saat itu.


"Ok baik Riko, satu pertanyaan lagi. Kamu tahu posisi Julian dimana sekarang? Kamu lihat Julian pergi kemana setelah mendorong Dinda kala itu?" Tanya Pak Ridwan lagi.


"Saya tak tahu sama sekali posisi Kak Julian dimana sekarang pak, dan saya juga saat kejadian berlangsung, sebenarnya ingin sekali menghajarnya, akan tetapi melihat kondisi Dinda yang nampaknya parah. Saya mengurungkan niat saya itu, dan fokus dengan Dinda"

__ADS_1


Ujar Riko dengan penuh emosi


Bersambung...


__ADS_2