
"Kak Riko kesini sama siapa tadi? Bawa motor sendiri?" Tanya Sinta kala itu penasaran.
Riko termenung dan terdiam sejenak mendengar pertanyaan Sinta itu, pasalnya Riko baru saja teringat beberapa hal, mulai dari ia ke Internasional Hospital itu menumpang dengan Pak Ridwan sebelumnya, motornya yang masih terparkir di sekolah dan semua uangnya yang telah habis ia sumbangkan untuk Dinda saat tadi siang di rumah makan padang.
Riko berpikir keras, bagaimana caranya ia pulang malam itu? Karena saat itu ia sama sekali tak memegang uang sepeserpun yang tentunya tak mungkin memesan taksi online untuk ia tumpangi hingga ke sekolah. Perutnya yang sangat kelaparan kala itu seolah memperkeruh keadaan, ia sama sekali tak bisa berpikir jernih untuk persoalaan yang tengah ia hadapi.
"Hmm aku kesini siang tadi bareng pihak sekolahku yang ingin menjenguk Dinda dik, jadi motorku aku tinggal di sekolahan, dan yang jadi masalah saat ini, aku tengah tak memegang uang sepeser pun. Aku jadi bingung gimana caraku pulang" Saut Riko dengan nada yang lemas dan tak bersemangat.
"Berarti Kak Riko juga tak bisa beli makanan dong malam ini?" Tanya Sinta yang kala itu tengah prihatin dengan kondisi Riko.
"Ya begitulah dik, tapi tenang aja mah kalau soal itu. Aku gak laper kok" Saut Riko yang tak ingin Sinta ikut pusing memikirkan persoalan yang tengah ia hadapi.
Tiba-tiba perut Riko pun berbunyi, seolah perutnya protes dengan pernyataan Riko yang mengatakan dirinya kala itu tak merasa lapar.
"Kak Riko! Kak Riko jangan bohong gitu dong sama aku! Aku prihatin tau dengan kondisimu saat ini Kak" Bentak Sinta yang kala itu sangat peduli dengan keadaan Riko.
"Hehe maaf dik, tapi beneran lo, kamu gak usah mikirin aku. Aku cowok, masak melewati persoalan kayak gini aja aku gak bisa? " Ucap Riko dengan mengepalkan satu tangan di depan dadanya.
"Ya sudah aku pulang dulu ya, kamu istrirahat gih" Imbuh Riko lagi.
__ADS_1
"Kak Riko kalau pulang dengan situasi yang masih belum jelas seperti ini, aku akan mengikuti Kak Riko dari belakang! Aku khawatir tau, aku tak akan bisa beristirahat dengan tenang disini! " Ucap Sinta yang mulai berusaha untuk bangkit dari tempat tidurnya malam itu.
Ponsel Riko tiba-tiba berbunyi, adalah Ibunya yang menghubungi Riko malam itu.
Riko mengangkat ponselnya dan berupaya menjaga jarak dari sinta kala itu, di percakapan via telepon itu, terlihat dari bahasa tubuhnya Riko bahwa Ibunya tengah khawatir menunggu kepulangannya.
Tapi bukannya berkata jujur, Riko malah berupaya menenangkan kekhawatiran Ibunya itu dengan cara berbohong. Riko mengatakan kala itu ia tengah menginap di rumah Adit, dan tak ada hal yang perlu di khawatirkan Ibunya. Tak lupa Riko juga meminta maaf karena tak mengabari Ibunya sama sekali.
Sinta yang khawatir dan tak suka melihat seorang anak yang berbohong dengan orang tuannya dengan alasan apapun, langsung bangkit dari tempat tidurnya secara diam-diam dan merampas ponsel Riko dari arah belakang.
"Halo halo tante" Sapa Sinta kala itu setelah berhasil merampas ponsel Riko.
"Siapa ini?" Tanya Ibunya Riko penasaran dengan suara lembut gadis yang tiba-tiba mengambil alih ponsel anaknya.
"Aku Sinta tante, Kak Riko sedang berada di kamarku sekarang. Ia berbohong mengatakan menginap di rumah temannya tadi ke tante, aku paling tak bisa melihat orang yang berupaya membohongi orang tuanya, makanya aku langsung merebut ponselnya Kak Riko. maaf kalau tindakanku itu lancang tan" Ujar Sinta dengan sopan dan lembut kala itu.
"Hah? Anak saya sedang berada di kamarmu? Maksudnya apa ya dik?" Tanya Ibunya Riko yang tiba-tiba berprasangka buruk terhadap anaknya, yaitu Riko.
"Eh maksudnya di kamar rumah sakit tan, tante jangan berpikiran yang tidak-tidak ya. Baik, supaya tante tak berprasangka buruk terhadap kami berdua, aku akan menceritakan semuanya" Imbuh Sinta yang berupaya menghapus prasangka buruk Ibunya Riko malam itu.
__ADS_1
"Mungkin sebelum menceritakan semuanya, ada baiknya aku akan memperkenalkan diri dulu tante, jadi namaku Sinta. Aku gadis yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP" Ucap Sinta sebelum menceritakan semuanya.
Sinta pun mulai menceritakan semuanya tanpa terkecuali ke Ibunya Riko, mulai dari awal pertemuan dirinya dan Riko hingga awal kenapa Riko bisa berada di kamarnya saat itu.
Sinta walaupun gadis yang sedikit manja terhadap beberapa orang, ia merupakan gadis yang sangat jujur, sopan dan sangat baik sebenarnya. Hal itu seakaan di pertegas oleh caranya menceritakan dan menjelaskan semuanya terhadap Ibu Riko tanpa mengada-ngada.
"Oh jadi begitu, maaf ya tante sudah salah sangka tadi sama kamu Sinta. Oh iya kalau tante boleh tau, emang orang tuamu kemana? Kok bisa gak ada yang ngejaga di rumah sakit?" Ucap Ibu Riko yang kala itu merasa tak enak karena telah berburuk sangka kepada Riko dan Sinta, dilanjutkan pertanyaan darinya.
"Iya tante gak apa-apa, aku yatim piatu tan. Tapi aku punya orang tua angkat kok, mereka mengadopsiku semenjak aku masih kecil dari panti asuhan. Aku beruntung bisa mempunyai orang tua angkat yang sangat baik. Akan tetapi belakangan ini mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Jadi aku sering sendirian deh di sini" Saut Sinta dengan nada yang terdengar ceria dan sangat bersemangat kala itu.
"Oh iya tan, Kak Riko belum makan malam nih. Ia juga tak membawa uang sepeser pun dan motornya tadi siang di tinggal di sekolah, karena ia menumpang ke rumah sakit ini dengan pihak sekolahnya yang ingin menjenguk Kak Dinda, jadinya Kak Riko gak bisa pulang deh. Maaf sebelumnya tan, boleh gak Kak Riko menginap di kamarku saja? Aku janji kok, tak akan ada hal yang tak di inginkan terjadi" Ucap Sinta yang dengan polosnya meminta izin kepada Ibu Riko, agar Riko di izinkan untuk menginap.
"Nyalakan pengeras suaranya Sinta" Bisik Riko yang penasaran dengan respon dari Ibunya.
Sinta pun menuruti perintah Riko untuk menghidupkan pengeras suara atau loudspeaker di ponsel Riko, sehingga respon dari Ibunya pun bisa di dengar langsung oleh Riko.
"Boleh saja Sinta, asal kamu bisa menepati janjimu dan kalian tak mengecewakan kepercayaan tante ini" Saut Ibu Riko.
Sontak jawaban dari Ibunya itu mengagetkan Riko, pasalnya ia sama sekali tak menyangka bahwa Ibunya akan memberikan izin Riko untuk menginap dengan gadis yang bahkan belum beliau kenal dengan semudah itu.
__ADS_1
Bersambung...