
Sejak kejadian kemarin malam yang membuat Dinda trauma dan takut untuk berpergian sendiri apalagi harus menumpangi taksi, Ia juga mulai merasakan benih-benih cinta yang begitu hebat tumbuh di hatinya terhadap Riko. Baginya ini kali pertama ia merasakan perasaan seperti ini terhadap seorang lelaki, dan lelaki beruntung itu adalah Riko. Aksi heroik Riko kemarin malam begitu melekat kuat di benaknya, ia yang tadinya benci tanpa sebab dan memilih untuk menghindari Riko kini seolah kena karmanya.
Karma yang begitu indah, sampai-sampai karma ini mampu membuat ia tak lagi terlalu memikirkan kejadian tragis yang hampir menimpanya kemarin malam, dan membuat tidurnya membuahkan mimpi indah dengan Riko.
Sesampainya Dinda si ruang tamu rumahnya, Dinda berjalan anggun untuk menarik perhatian Riko. Melihat Dinda yang jauh lebih cantik dan manis dari biasanya, Riko sampai-sampai bengong dan membisu seribu bahasa. Riko sama sekali tak bisa berkata-kata seolah dirinya melihat ada pelangi di bola mata Dinda yang begitu indah. Yupss Dinda yang baru tiba di ruang tamu hari itu, bak sang bidadari yang baru turun dari kahyangan di mata Riko.
"Hi Riko" Sapa Dinda, tapi Riko sama sekali tak bergeming dan tak mengalihkan pandangannya dari Dinda walau hanya sedetik. "Nak Riko" Panggil Ibunya Dinda yang tepat berada di samping Riko sembari memegang bahunya. "Ehh iya bu" Saut Riko dengan terbata-bata tapi ia masih saja fokus memandangi wajah Dinda yang mulai duduk di sofa tepat dihadapan Riko.
Riko pun sama seperti Dinda, Ia baru kali ini merasakan getaran cinta yang sedahsyat ini. Sebelumnya belum ada gadis yang mampu membuatnya bengong hingga seolah terhipnotis begini, tapi Dinda telah berulang kali membuatnya terlihat seperti lelaki bodoh ketika ia bengonng memandangi paras Dinda. Yupsss, bisa dibilang ke dua remaja ini sedang di mabuk getaran cinta yang begitu dahsyat.
__ADS_1
"Riko kenapa bengong begitu ngeliatin anak ibu? " Mendengar pertanyaan itu, Riko baru sanggup mengalihkan pandangannya dari Dinda dan menatap Ibunya Dinda. Ia bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan itu. "Dinda cantik banget bu" Riko pun keceplosan dan spontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mendengar itu Dinda sontak jadi salah tingkah, Ia sampai secara spontan meminum es jeruk yang sebenarnya di sajikan untuk Riko dan menghabiskannya. Mendengar ucapan Riko dan melihat putrinya salah tingkah, Ibunya Dinda hanya tertawa bahagia. Bukan apa-apa, baru kali ini ia melihat putrinya yang biasanya elegan di depan orang lain apalagi remaja pria, sampai sangat salah tingkah. Bahkan Dinda meminum habis minuman bekas Riko.
Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan Riko sembari menunggu Dinda keluar dari kamanya tadi, dan melihat pemandangan ke dua remaja ini yang saling salah tingkah, menandakan mereka berdua memendam rasa sayang hingga cinta terhadap satu sama lain, Ibunya Dinda meyakini bahwa hanya Riko lah yang bisa menjaga dan melindungi putrinya selagi Dinda lepas dari pandangan dan pengawasannya. Apalagi tindakan heroik Riko yang diceritakan Dinda tadi malam menambah keyakinnya. "Oh iya nak Riko, Ibu boleh minta satu permintaan ke nak Riko? " Tanya Ibunya Dinda. Mendengar itu, Riko sebenarnya agak takut, ia takut permintaan yang ditujukan kepadanya adalah permintaan untuk menjauhi Dinda, tapi disisi lain ia juga penasaran. "Boleh kok bu, apa itu? " Tanya Riko penuh penasaran.
"Ibu minta tolong, Kamu jaga Dinda ya? Kamu juga kalo gak keberatan tolong antar jemput Dinda pulang pergi sekolah, Ibu yakin Dinda pasti masih sangat trauma kalo harus naik taksi lagi " Pinta Ibunya Dinda dengan sangat, hingga matanya berkaca-kaca. "Maa.." Panggil Dinda pelan menatap ke arah mamanya sembari tersenyum malu. "Baik bu, dengan senang hati saya akan menuruti permintaan Ibu itu" Jawab Riko dengan penuh semangat, Ia sangat senang karena dengan ini ia akan semakin banyak menghabiskan waktu dengan pujaan hatinya.
"Kamu baik-baik aja kan Din? Kok gak sekolah tadi? Kemarin kamu gak di apa-apain kan sama si sopir brengsek itu? " tanya Riko penuh peduli. "Yaampun Riko, aku tau kok kamu peduli dan khawatir sama aku, tapi satu-satu aja nanyanya bisa kan? Aku bingung nih mau jawab yang mana dulu" Saut Dinda sambil tertawa tipis.
" Hehe maaf Din, habisnya aku kepikiran kamu trus, aku khawatir kamu kenapa kenapa, secara kan kemarin situasinya kurang kondusif kalo aku langsung nanya kamu seperti ini". "Aku gak kenapa kenapa kok, dan aku gak di apa-apain di mobil kemarin. Untung kamu datang tepat waktu, makasi banyak ya Riko" Ujar Dinda sembari menepuk-nepuk tangannya Riko. Merasakan tangan mulus nan lembut Dinda menyentuh tangannya, Riko merasa deg-degan dan sangat senang karenanya.
__ADS_1
"Iya sama-sama Din, lain kali jangan keras kepala ya kalo dibilangin. Maaf aku ngikutin kamu kemarin" Saut Riko lagi. "Gak apa-apa kok, lagipula kamu kan emang sering ngikutin aku" Ucap Dinda yang untuk pertama kalinya coba menggoda Riko.
Riko yang ketahuan sering mengikuti Dinda tak bisa berkata-kata, ia hanya tertawa malu."oh iya, aku menelepon kamu lo dari tadi pagi. Kok gak pernah dia angkat sih?" Tanya Riko penasaran. Dinda memimta maaf, dan menjelaskan ia tak mau mengangkat telepon dari nomer yang tak di kenal.
Keasyikan berbincang-bincang, tak terasa waktu pun telah menunjukan pukul 17.30. "Eh udah jam segini aja, aku pulang dulu ya Din? Kasian Ibuku sendirian dirumah" Ujar Riko mau berpamitan untuk pulang. "Kok sendirian? Emang ayahmu kemana Riko?" Tanya Dinda penasaran, "ayahku sudah meninggal saat aku masih kecil din" ayahmu sendiri kemana? Kok aku gak ngeliat bliau dari kemarin?" Jawab Riko yang kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan darinya. "Aku turut berduka cita ya Riko, kalau ayahku sedang diluar kota ada urusan pekerjaan. Oh iya hati-hati dijalan ya, besok jangan telat jemput akunya" Ujar Dinda sambil tersenyum manis. "Siap din, salam ke ayahmu dari calon mantunya ini ya" Jawab Riko sembari menggoda dan kemudian langsung pulang. Dinda pun tersenyum manis dan wajahnya seketika memerah merespon kalimat Riko itu.
Ditengah perjalanan pulang, Riko masih terbayang-bayang senyum manisnya Dinda. Riko tak sabar menunggu hari esok, hari dimana ia akan bertemu dan menghabiskan banyak waktu dengan si pujaan hatinya lagi.
Bersambumg...
__ADS_1