Meraih Si Gadis Manis

Meraih Si Gadis Manis
Episode 43 'Dokter Irwan'


__ADS_3

"Maaf sebelumnya bu, tapi entah seperti apa aku di mata Ibu sekarang, entah sebenci apapun Ibu terhadapku, perasaan cinta dan sayangku ke Dinda tak akan pernah berubah sedikit pun, aku akan selalu berusaha sebisaku untuk menjaga dan melindunginya, walaupun tanpa izin Ibu sekalipun. Aku akan tetap mengirimkan doa tulus untuk kesembuhannya dan menunggunya di sini" Ucap Riko dengan yang berusaha terlihat tetap tenang.


"Pergi dari sini, sebelum saya bertindak kasar terhadapmu Riko!" Bentak Ibunya Dinda yang seolah tak peduli dengan apa yang barusan di katakan Riko.


"Baik bu, saya permisi" Saut Riko singkat sebelum melangkah kakinya meninggalkan ruangan itu.


Si dokter yang kala itu kecewa dan prihatin melihat perilaku Ibunya Dinda terhadap Riko pun, turut pergi mengikuti jejak kaki Riko tanpa sepatah kata pun.


"Dik, namamu Riko kan?" Tanya Dokter itu sembari menjulurkan tangannya mengehentikan langkah kaki Riko setelah keluar dari kamar rawatnya Dinda.


"Oh iya dok, nama saya Riko. Nama dokter siapa?" Saut Riko singkat, sembari membalas pertanyaan dokter itu dan menyambut uluran tangannya dengan sopan.


"Saya Irwan, atau yang lebih di kenal dengan Dokter Irwan di rumah sakit ini" Saut Dokter itu sembari tersenyum ramah ke arah Riko.


"Senang bertemu dan bisa mengenalmu Dokter Irwan" Ucap Riko sambil membalas senyuman ramah Dokter Irwan dengan nada lembut.


"Ya sudah, saya mau ke kamar sebelah dulu ya dok, ada teman saya yang juga di rawat di sini selain Dinda" Imbuh Riko sebelum melangkah pergi dari hadapan dokter itu, dan masuk ke kamarnya Sinta.


"Yeey Kak Riko telah kembali" Ucap Sinta dengan penuh semangat melihat Riko yang baru saja memasuki kamar rawatnya.


"Kak Riko habis dari mana saja? Kok lama banget sih?" Imbuh Sinta dengan pertanyaannya lagi.


"Aku abis dari kamarnya Dinda Sin" Saut Riko singkat menanggapi pertanyaan Sinta yang penuh penasaran tadi.


"Tuh kan benar dugaanku, Kak Riko bohong! Tadi bilangnya ada urusan penting tentang sekolah, tapi malah ke kamarnya Kak Dinda, Kak Riko jahat!!" Ucap Sinta sambil merajuk.

__ADS_1


"Udah lah Sin, yang terpenting sekarang kan Kak Riko udah kembali ke sini buat kamu. Mending daripada kamu merajuk gitu, kita makan bareng aja, kasian makanan yang di beli Ibu Intan tadi, nanti dingin lo. Mama yakin Kak Riko belum makan dari tadi pagi tuh" Ucap Ibu Dian yang berusaha menenagkan putri angkatnya.


"Hmm iya deh, bener apa kata mama. Pasti Kak Riko belum makan tuh dari tadi pagi, ya udah yuk makan bareng!" Ucap Sinta yang bersemangat turun dari tempat tidurnya dan menuju sofa di kamar itu.


"Kak Riko, sini duduk di sebelahku" Ucap Sinta singkat sembari menupuk-nepuk sofa yang tepat berada di sebelahnya duduk.


Riko pun langsung duduk di sebelah Sinta, tanpa merespon ajakan itu dengan sepatah kata pun. Dan mulai menyantap hidangan yang sudah di siapkan Ibunya dan Bu Dian.


"Bu, nanti setelah makan tolong antarkan aku ke sekolah ya. Motorku masih disana, kalau tak segera di ambil, nanti rusak karena mesinnya tak pernah di hidupkan" Ucap Riko sambil menatap Ibunya dengan ekspresi yang sedikit datar kala itu.


"Iya nak, Ibu akan mengantarkanmu setelah makan" Saut Ibu Riko singkat sambil melahap makanannya.


Saat mereka semua sedang asyik menyantap makanannya, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Sinta.


Riko yang posisinya paling dekat dengan pintu kamar itu pun bangkit dari tempat duduknya dan berinisiatif untuk membukakan pintunya.


"Selamat Sore Riko" Sapa Dokter Irwan dengan singkat.


"Oh Dokter Irwan, selamat sore dok. Ada yang bisa saya bantu?" Saut Riko dengan ramah.


"Boleh saya masuk Riko? Saya ingin memeriksa keadaan pasien" Ucap Dokter Irwan yang meminta izin untuk memasuki ruangan itu kepada Riko.


"Oh Silahkan dok" Saut Riko singkat, sembari menyamping dan mempersilahkan Dokter Irwan untuk memasuki kamar rawat Sinta itu.


"Selamat Sore semuanya" Sapa Dokter Irwan yang melihat kamar Sinta rame kala itu.

__ADS_1


"Ehh Dokter, selamat sore dok, mari ikut gabung makan bersama kami" Saut Pak Roni yang langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Oh ga usah pak, terimakasih banyak atas tawarannya. Saya kesini hanya hendak memeriksa kondisi pasien, tapi saya rasa kondisi pasien telah jauh membaik dari pada hari sebelumnya" Saut Dokter Irwan yang melihat Sinta kala itu menyantap makanan yang ada di depannya dengan begitu lahap.


"Tapi adik, kalau bisa hindari makanan yang berlemak dulu ya. Kondisimu masih dalam fase penyembuhan, supaya nanti proses penyembuhanmu tak terhambat gara-gara mengkonsumsi makanan yang kurang sehat" Imbuh Dokter Irwan lagi.


Mendengar hal itu, Sinta seketika meletakan makanan berlemak yang sedari tadi di santapnya dan menatap Dokter Irwan dengan tatapan yang tak bersalah.


Saat itu, Ibu Riko posisinya masih membelakangi Dokter Irwan dan seketika berhenti menyantap makanannya. Ibu Riko tak membalikan badannya dan sama sekali tak menatap ke arah Dokter Irwan, bukannya ia tak menghargai beliau, tapi ia sedang teringat dan terpikirkan sesuatu.


Ibu Riko rasa, suara Dokter yang sedang berbicara di belakangnya itu sangat familiar dan sama sekali terasa tak asing di telinganya. Ia berusaha mengingat di mana ia pernah mendengar suara seperti itu, sampai akhirnya ia menyerah dengan ingatannya dan segera membalikan badan kemudian menatap ke arah Dokter Irwan.


Betapa terkejutnya Ibu Riko melihat Dokter itu adalah Irwan yang dulu ia dan suaminya titipkan putri kandungnya. Dokter Irwan pun tak kalah kaget dengan keberadaan Ibu Riko di kamar rawat Sinta itu. Pasalnya ternyata bukan cuma Ibu Riko dan almarhum suaminya yang selama ini berusaha mencari keberadaan Dokter Irwan, melainkan Dokter Irwan pun telah berusaha mencari keberadaan sepasang suami istri yang dulu mempunyai hubungan yang sangat dekat dan baik dengannya itu.


"Kak Irwan?" Tanya Ibu Riko masih dengan ekspresi tercengang.


"Intan?" Saut Dokter Irwan juga dengan pertanyaan singkat.


"Dimana putri saya Kak? Bagaimana kabarnya sekarang?" Tanya Ibu Riko yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung bersujud dan menangis di hadapan Dokter Irwan.


"Bangun dulu Intan, aku akan menjawab semua pertanyaanmu" Saut Dokter Irwan yang segera menuntun Ibu Riko untuk bangun dari sujudnya.


Ibu Riko pun bangun sambil terus mengelap air matanya yang terus saja berjatuhan.


"Akhirnya, aku akan segera mendapatkan petunjuk tentang keberadaan putri kandungku. Terimakasih Tuhan" Ucap Ibu Riko dalam hati dengan penuh syukur dan kelegaan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2