Meraih Si Gadis Manis

Meraih Si Gadis Manis
Episode 29 'kegelisahan'


__ADS_3

Disaat semua orang hanya terdiam karena memikirkan hal apa yang akan di bawakan untuk Dinda, Riko tiba-tiba terpikirkan suatu hal.


"Saya ada usul pak, gimana kalau kita kasi Ibunya Dinda uang saja? Kita kan gak tahu nih apa yang sedang Dinda butuhkan sekarang, daripada membawakan makanan atau barang, saya rasa uang akan jauh lebih berguna untuk kebutuhan Dinda saat ini" Ucap Riko yang mengutarakan usulnya kala itu.


Selain memang uang akan jauh lebih berguna saat ini untuk Dinda, alasan lain Riko mengusulkan memberikan Ibunya Dinda uang saja adalah agar mereka lebih cepat tiba di Internasional hospital tempat Dinda kini di rawat, jadi mereka tak perlu pergi ke tempat lain lagi untuk membelikan Dinda sesuatu.


"Aku akan segera datang untukmu Dinda" Ucap Riko dalam hati. Karena terus kepikiran Dinda, ia sedari tadi sama sekali tak bisa menikmati makanan rumah makan padang yang di santapnya. Walaupun rasa makanan padang itu sudah terkenal sangat enak hingga kepenjuru negeri sekali pun.


Riko juga sebenarnya tak ingin menghentikan perjalanannya ke Internasional hospital itu walaupun hanya sekedar untuk mengisi perut. Akan tetapi karena ia sangat menghormati dan menghargai Pak Ridwan selaku Kepala Sekolahnya dan orang yang mempunyai mobil yang ia tumpangi, ia mau tak mau hanya mengikuti keinginan Pak Ridwan.


Yang jelas, saat itu hanya Dinda lah yang memenuhi pikirannya. Ia sangat rindu dengan Dinda yang terakhir ditemuinya masih dalam situasi koma. Riko terus berdoa dalam hatinya meminta dengan tulus kepada Sang Pencipta agar Dinda segera di beri kesembuhan. Ia sangat tak kuat menjalani hari-hari tanpa Dinda seperti ini.


Pak Ridwan dan yang lainnya menyetujui usul Riko, mereka pun mulai mengumpulkan uang seikhlasnya. Uang yang nantinya mereka akan berikan untuk Ibunya Dinda dengan harapan uang tersebut bisa berguna dan membantu proses penyembuhan Dinda..


"Ya sudah, sekarang ayo kita melanjutkan perjalanan menuju Rumah Sakit tempat Dinda di rawat. Semoga saja sesampainya di sana kita akan mendapatkan kabar bahagia tentang Dinda" Ucap Pak Ridwan setelah uang dari mereka semua terkumpul, lalu beliau kemudian mulai berdiri dan mengangkat tangannya guna untuk meminta nota pembayaran kepada pegawai di Rumah makan padang itu.


Sesaat setelah mendapati nota yang berisikan total belanjaannya, Pak Ridwan menginstruksikan Riko, Bu Adel dan juga yang lainnya untuk menunggu di area parkir. Ia pun kemudian membayar semuanya.


Setelah perut mereka semua kenyang dan urusan pembayaran juga telah di selesaikan Pak Ridwan, mereka semua pun melanjutkan perjalanan menuju Internasional Hospital tempat Dinda di rawat.


Kurang dari 10 menit waktu menempuh perjalanan, akhirnya mereka pun tiba di tempat tujuannya.

__ADS_1


"Silahkan kalian turun duluan disini, nanti tunggu saja saya di Loby Rumah Sakit. Saya akan memarkirkan mobil ini dulu" Ucap Pak Ridwan yang kala itu menghentikan mobilnya tepat di depan loby.


Beberapa menit berlalu, setelah Pak Ridwan tadi menurunkan Riko dan yang lainnya tepat di depan Loby Internasional Hospital itu, tetapi batang hidungnya Pak Ridwan belum juga terlihat.


Riko kian gelisah di buatnya, gelagat Riko yang sudah sangat tak sabar untuk menemui Dinda di sadari oleh Bu Adel.


"Riko, kamu duluan aja gih, biar kami yang nunggu Pak Ridwan disini" Ucap Bu Adel yang telah mengerti dengan situasinya kala itu.


Mendengar kalimat yang di tujukan Bu Adel terhadapnya itu, bukannya malah senang dan langsung bergegas pergi untuk menemui Dinda duluan, Ia malah terlihat bimbang hingga dilema.


"Apa yang kamu pikirkan Riko? Bukankah kamu sudah tak sabar untuk menemuinya? " Tanya Bu Adel yang penasaran melihat respon Riko yang terlihat seperti seseorang yang tengah kebingungan.


Setelah belakangan ini Bu Adel semakin sering menghabiskan waktu bersama Riko, ia percaya pasti ada hal yang saat ini tengah mengganjal di hatinya Riko, tapi ia sama sekali tak mengetahui hal itu.


"Duhh Riko, entah apa yang kini tengah kamu pikirkan nak" Keluh Bu Adel dalam hatinya.


"Semuanya, aku mau ke toilet sebentar ya" Ucap Riko yang kemudian lngsung meninggalkan yang lainnya di sana.


Bu Adel yang kala itu tengah penasaran dan bertanya-tanya tentang apa yang di pikirkan Riko pun, akhirnya mengikuti Riko dari belakangan dengan dalih ia ingin pergi ke toilet juga.


Benar saja dugaan Bu Adel, kala itu ada yang aneh dari Riko. Pasalnya Riko tak benar-benar pergi ke tolilet, ia malah menuju ke basement International Hospital itu.

__ADS_1


"Riko Riko" Panggil Bu Adel dari arah belakang setelah melihat Riko dengan gerak gerik yang mencurigakan di matanya.


Mendengar Bu Adel yang tengah memanggil-manggil namanya, Riko segera menghampiri Bu Adel.


"Iya bu, kenapa? " Tanya Riko singkat.


"Riko, kamu gak bisa bohong sama Ibu. Apa yang tengah kamu pikirkan hingga gelisah seperti ini? " Tanya Bu Adel yang kala itu mulai mendesak Riko dengan pertanyaannya untuk berkata jujur.


"Aku gelisah karena Pak Ridwan belum kunjung tiba di loby Rumah Sakit bu, makanya aku berinisiatif ke basement ini hendak untuk menyusulnya" Saut Riko yang menjelaskan tujuannya ke basement saat itu.


"Ibu kira kamu gelisah karena telah tak sabar menemui Dinda" Ucap Bu Adel lagi.


"Ya emang bu, kegelisahanku hingga berinisiatif menyusul Pak Ridwan keseni karena aku telah tak sabar menemui Dinda" Ujar Riko.


"Hah? Apa hubungannya dengan Dinda Riko? Kalau memang kamu telah merasa tak sabar untuk menemui Dinda, kenapa kamu tak duluan saja? Kenapa malah berinisiatif menyusul Pak Ridwan kesini?" Tanya Bu Adel yang dibuat semakin kebingungan oleh tingkah Riko sehingga ia menghujani Riko dengan beberapa pertanyaan.


"Jadi gini bu, Bu Adel kan tahu sendiri tentang bagaimana kerasnya upaya Ibunya Dinda untuk menghalangi aku menemui putrinya? Semua itu perihal tudingan Ibunya Dinda terhadapku yang menjadi penyebab sialnya Dinda belakangan ini bu. Coba Bu Adel pikir deh, kalau aku duluan kesana hanya seorang diri tanpa kalian semua, kira-kira gimana responya Bu Dinda? Pasti aku akan di usir kan? " Saut Riko yang berusaha menjelaskan situasinya.


"Tujuanku sampai repot-repot menyusul Pak Ridwan hingga kesini karena aku gelisah bu, aku benar-benar tak sabar untuk menemui Dinda dan mengetahui kondisi terkininya. Dan aku paham betul, aku tak bisa menemui Dinda tanpa bantuan Pak Ridwan dan kalian semua saat ini" Imbuh Riko lagi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2