
DIPERJALANAN Pulang David berkata sendirian sambil tersenyum-senyum.
"Aku pikir bakal susah menaklukan hati ibu nya Almira, ternyata cukup mudah saja. Hanya dengan senyuman manis dan pura-pura polos saja, Tante Melinda dengan mudah nya masuk dalam pelukan ku. Tak seperti anak nya yang jual mahal, Dulu Almira sangat susah sekali aku dapatkan cinta nya. Tapi berkat akting ku, akhirnya aku dapatkan juga cinta dan tubuh nya Almira. Ditambah sekarang ibu nya, hahaha enak sekali rasa nya jika aku memiliki kedua nya." Ucap David sambil tersenyum sendirian seperti orang gila.
Ternyata dulu ketika David baru saja pindah kuliah dijakarta, ia sangat tertarik sekali terhadap Almira. INGATAN DAVID Terngiang ketika pertama kali bertemu dengan Almira. Almira cenderung pendiam dan tak suka didekati lelaki manapun meskipun itu teman sekelas nya. Dihari pertama David masuk kelas, ia menjadi bahan perhatian semua wanita dikelas itu. Almira saat itu terlihat biasa saja, tapi lama-lama tertarik juga hati nya. Ia cenderung masa bodo dengan David yang masih asing bagi nya itu. David pun melirik Almira setelah ia tahu bahwa yang tercantik dikelas itu adalah Almira.
David pun mencoba mengakrabkan diri terhadap Almira, Namun Almira hanya terlihat biasa saja. Malah ketika David mengulurkan tangan nya untuk bersalaman mengenalkan nama, Almira tak menjabat nya dan hanya mengatakan nama nya saja. David pun langsung kembali ke tempat duduk nya karena merasa canggung melihat Almira cuek pada nya. Hari kian berganti Minggu dan David terus saja berjuang mendekati Almira. Almira merasa kesal juga, tapi ia kena teguran dari teman nya.
"Harusnya kamu bersyukur bisa didekati lelaki tampan dan macho seperti anak pindahan itu. Kami iri kepada mu Mira." Itulah teguran dari teman perempuan sekelas nya dan disanalah perlahan hati Almira mulai terbuka untuk David.
Perjuangan David akhirnya tak sia-sia untuk mendapatkan cinta nya Almira. David mengajak Almira ke sebuah restoran mewah dan mengungkapkan perasaan suka nya terhadap Almira. Almira terharu dan akhirnya ia mau menerima ungkapan cinta itu dan Almira mengaku bahwa ia pun menyukai David. Hanya saja Almira terlalu patuh terhadap aturan ibu nya agar jangan terlalu dekat dengan lelaki manapun sampai ia lulus masa kuliah nya.
Masa kuliah Almira tinggal satu semester lagi dan ia telah mengingkari peraturan yang ditetapkan oleh ibu nya itu. Almira bercerita banyak soal ibu nya kepada David dan darisana lah David mulai penasaran terhadap ibu nya Almira. Almira memperlihatkan Poto ibu nya kepada David dan itulah awal ketertarikan David terhadap Ibu Melinda. David membujuk Almira agar memperkenalkan nya dengan ibu nya. Tapi Almira takut dimarahi oleh ibu nya. David terus saja membujuk Almira agar ia dipertemukan dengan ibu nya. Maka Almira pun mencoba melakukan nya dan disitulah awal David bisa mengenal ibu Almira.
Kini David sudah pulang dan sudah berada di dalam kamar hotel nya. Ia baru membuka ponsel nya dan ada banyak panggilan ponsel tak terjawab.
"Ada apa Ibu Dosen menghubungi ku?" Lalu ia pun menghubungi kembali Dosen nya itu. Tak lama panggilan tersebut dijawab,
__ADS_1
"Halo Ibu Puspita? Ada apa?"
"Kamu kenapa hari ini tak masuk kelas bersama Almira, David?"
"Oh maaf Ibu Puspita, saya lupa mengabari bahwa Almira sakit dan masuk rumah sakit. Saya baru saja pulang mengantar Almira berobat."
"Oh begitu, ibu pikir kamu sengaja bolos bersama Almira. Mau bilang apa nanti ibu kepada Ayah mu jika kamu bolos?"
"Ibu tenang saja akan soal itu, besok juga David masuk kok."
"Oh yasudah kalau begitu, Ibu mau menghubungi Mamah nya Almira dulu."
"Genit kamu David, dosen nya sendiri kau goda."
"Hehe, maaf ibu cuman bercanda."
"Yasudah." Ucap Ibu Puspita dan kini panggilan itu pun berakhir.
__ADS_1
David pun merebahkan tubuh nya diranjang sembari melepas pakaian nya.
"Aku harus membereskan kamar ini dulu, agar nanti ketika aku bercinta dengan Tante Melinda akan terasa nyaman. Hmm ada baik nya aku mandi dulu saja." Lalu David pun segera mandi sore. Dirumah nya Ibu Melinda, ia pun sedang mandi juga. Ia membenamkan tubuh nya di dalam genangan air busa di Bathub. Kulit Ibu Melinda putih bersih dan tak ada sedikit pun noda yang melekat ditubuh nya. Ia membasuh bagian buah dada nya dengan sabun dan membayangkan dua ujung dada nya itu dipagut oleh David.
"Ouhhh..." Ibu Melinda mengerang ke enakan dan karena tangan kanan nya memainkan ujung buah dada nya dan tangan kiri nya masuk ke dalam lubang kewanitaan nya.
Ibu Melinda sudah hilang harga diri nya semenjak mengenal David. Sudah lama sekali ia tak melakukan hal seperti itu dan ia sekalipun tak pernah tertarik lagi akan hubungan seksual setelah ia disakiti oleh mantan suaminya. Tetapi kini, Ibu Melinda tak seperti dulu yang tak bernafsu akan soal seksual dan sekarang gairah nya sudah tak terbendung lagi. Ibu Melinda mendesah berkali-kali didalam kamar mandi itu dan ia menghempaskan napas lega setelah ia mengeluarkan cairan dari lubang anu nya. Setelah itu Ibu Melinda langsung menyelesaikan mandi nya itu dan tak berpikiran mesum lagi.
Almira sedang tertidur dan ia bermimpi berada di suatu tempat yang gelap. Agak jauh didepan nya ada cahaya putih dan Almira penasaran lalu mencoba mendekati nya. Tiba di tempat cahaya itu, ia melihat lelaki berdiri memakai jas kantor dan di sebelahnya ada wanita memakai baju pengantin. Almira mengenal kedua sosok yang membelakangi nya itu.
"Apakah itu David dan Mamah?" Tanya Almira pada hati nya dan ia tak sadar bahwa dirinya saat itu sedang bermimpi.
Almira mengejar dua orang yang ada didepan nya itu. tapi langkah nya sangat berat sekali dan dua orang yang ada di depan nya semakin menjauh.
"Hei tunggu akuuuu!" Teriak Almira dan dua orang didepan nya semakin menjauh dan mengecil. Almira berkeringat banyak dan pakaian nya basah, ia pun jatuh terduduk karena lemas. Saat itu Almira terbangun dari tidur nya dan ia merasakan badan nya basah oleh keringat. Ia menatap ke arah jarum jam, disana sudah menunjukan pukul tujuh malam.
Kemudian Almira mengecek ponsel nya dan berharap David mengirimkan pesan pada nya. Setelah dilihat tak ada pesan dari pacar nya itu dan Almira lalu bangun untuk berganti pakaian. Malam itu Ibu Melinda sedang berdandan cantik dan berpakaian seksi, tapi ia tutupi badan seksi nya itu memakai sweater bulu tanpa kancing berwarna abu-abu. Malam itu ia akan pergi kencan bersama David dan ia berharap kencan nya itu lancar-lancar saja.
__ADS_1
...*...
...* *...