Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
PERTENGKARAN


__ADS_3

DAVID Sudah selesai bermain catur dengan Pak Nasir dan kini ia akan kembali ke rumah. David sudah merasakan perut nya lapar dan disaat ia akan memasuki rumah, Almira tepat berdiri dihadapan nya. David menatap wajah Almira yang merah menahan amarah dan David segera bertanya,


"Mengapa wajah mu merah begitu sayang?"


"Ini apa!? siapa yang mengirim mu pesan ini hah!?" Almira menunjukkan isi pesan WhatsApp tersebut kepada David.


Seketika tubuh David mendadak lemas dan panas dingin. Matanya mendelik setelah melihat isi pesan tersebut dan dalam hati ia membatin,


"Gawat! Bisa mati aku jika Almira tahu siapa orang ini!" Lalu David segera merebut ponsel nya dan cepat-cepat membuka ponsel nya untuk menghapus isi pesan tersebut.


"Kembalikan! Aku ingin tahu siapa wanita yang telah mengirim pesan itu!" Ujar Almira membentak keras seraya ingin merebut ponsel David.


Ponsel itu menjadi bahan rebutan dan akhirnya ponsel David terjatuh dilantai.


Prakkk!! Seketika ponsel David langsung remuk dan layar nya pecah retak-retak. David menatap wajah Almira yang merasa bersalah itu dan David berkata kasar.


"Lihat apa yang sudah kau lakukan ini hah! Ponsel ku hancur gara-gara kau rebut!"


"Bukan salah ku! Aku hanya ingin melihat siapa wanita itu!"


"Dia bukan siapa-siapa! dia hanya orang yang kagum padaku saja Almira!"


"Apa!? Kagum!? menurut mu orang yang kagum pada mu itu sangat spesial kah dimatamu!? sampai-sampai dikontak WhatsApp mu nama wanita itu sangat berarti sekali bagimu!"


"Dengarkan aku dulu Almira! kamu telah salah paham!"


"Sadis nya kau bagai tak punya hati! teganya kau telah bermain dibelakang ku dengan wanita lain! harus selalu kau ingat aku tak pernah sesakit ini David!" Ucap Almira jengkel kepada David.

__ADS_1


"Aku bisa menjelaskan semua nya sayang!"


"Aku tak ingin mendengarkan alasan mu! hixhixhix!" Almira lalu berlari pergi ke kamar nya dengan tangisan mengiri langkah kaki nya.


David mengejar Almira namun pintu kamar sudah terkunci dari dalam oleh Almira.


"Buka pintu nya Almira! Aku ingin menjelaskan nya padamu!" Almira tak menjawab suara seruan David itu karena Almira langsung membenamkan wajah nya di bantal seraya menangis terisak-isak. Ketiga pembantu rumah itu mengintip dari balik pintu dapur dan ketiga nya mendengar jelas PERTENGKARAN Antara David dan Almira itu.


David berhenti memanggil Almira dan ia kini kembali memungut ponsel nya yang remuk itu.


'Mengapa aku sampai lupa membawa ponsel ku tadi!? kalau sudah begini aku harus berkata apa pada Almira!?' Ujar batin David menyesali kesalahannya itu. David tahu siapa orang yang sudah menghubungi nya itu yang tak lain adalah Melinda, Ibu nya Almira.


David mencoba menghidupkan ponsel nya, Namun tetap tak menyala dan ia segera membuka slot kartu ponsel nya itu untuk ia simpan. Ia takut nanti Almira menanyakan nya lagi soal siapa wanita yang dicurigai nya itu.


'Aku harus bilang apa kepada Melinda!? sebab permasalahan ku dengan Almira ada sangkut pautnya dengan nya!' David bingung dalam hati nya dan ia pun akhirnya pergi ke meja makan untuk makan siang.


Dimeja makan David masih memikirkan soal pertengkaran nya dengan Almira itu. Ketiga pembantu rumah itu telah kembali ke dapur setelah melayani makan nya David. Didapur mereka membicarakan soal pertengkaran David dan Almira tadi.


"Apa yang sebenarnya dilakukan oleh mas David itu yah? Sepertinya mereka meributkan soal wanita lain deh."


"Memang benar Bu Ira, aku saja mendengar jelas kok apa yang mereka ributkan itu." Ujar Bibi Ida. Ketiga pembantu itu terus saja memperbincangkan persoalan tentang pertengkaran David dan Almira di dapur.


Almira masih menangis terisak-isak dan ia berkata-kata dalam tangis nya itu.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang!? hixhixhix! Aku saat ini sedang mengandung bayi nya David tapi David malah berselingkuh dengan wanita lain! Benar-benar suami brengsek!" Almira terus saja memaki-maki David dalam tangisan nya itu. Sedangkan David, ia masih berusaha ingin meyakinkan Almira tapi kamar sudah dikunci dari dalam oleh Almira.


Maka David memutuskan untuk pergi keluar rumah untuk membeli ponsel baru. Iya ingin menghubungi Ibu Melinda untuk membicarakan soal permasalahan nya dengan Almira. David belum tahu dimana alamat kantor nya Ibu Melinda, jadi ia hanya punya satu rencana yaitu membeli ponsel baru. David buru-buru mengeluarkan mobil nya dari rumah itu dan Pak Nasir segera membuka pintu gerbang.

__ADS_1


Setelah Mobil David pergi, Pak Nasir berkata.


"Pasti mereka benar-benar ribut di dalam. Aku yakin mas David kabur dari rumah karena kesal pada sikap Almira yang masih kekanakan itu." Ujar Pak Nasir dan ia lalu segera menutup pintu gerbang rumah itu. David sudah menemukan konter untuk membeli ponsel dan setelah ia membeli nya, David segera memasukan kartu ponsel nya yang ia bawa.


Tiba kembali di dalam mobil, David segera menghubungi nomor ponsel nya Ibu Melinda. Saat itu Ibu Melinda sedang bekerja di kursi kantor nya sambil melihat pekerjaan Pak Asep dan dua anak buah nya. Suara sering ponsel Ibu Melinda Terdengar dan ia segera mengangkat nya.


"Halo David ada apa?"


"Gawat sayang!" Ujar David tegang.


"Gawat apanya sih sayang!" Tanya Ibu Melinda penasaran seraya dahi nya berkerut.


"Almira marah padaku sayang! Ia melihat pesan yang kau kirim tadi pagi diponsel ku!"


"Apa!? Mengapa bisa terjadi begitu?" Sentak Ibu Melinda dan membuat Pak Asep serta anak buah nya kaget.


Mereka bertiga langsung menatap Ibu Melinda yang sedang mengobrol dengan seseorang diponsel nya. Ketiga nya nampak heran melihat Ibu Melinda yang tiba-tiba gundah dan gelisah.


"Sekarang kamu ada dimana?" Tanya Ibu Melinda dan David memberitahukan bahwa ia sedang berada di suatu Cafee.


"Baiklah aku akan kesana sekarang!" Tegas Ibu Melinda dan ia segera menutup ponsel nya.


Ibu Melinda buru-buru membereskan pekerjaan nya dan setelah itu ia bergegas keluar ruangan tanpa mempedulikan Pak Asep dan dua anak buah nya yang ada di dalam ruangan itu.


"Ada apa dengan Ibu Melinda Pak?" Tanya salah satu anak buah Pak Asep.


"Entahlah, mungkin ia sedang ada kerjaan mendadak diluar."

__ADS_1


"Oh begitu." Ujar salah satu anak buah Pak Asep. Kini tiga orang itu melanjutkan pekerjaan nya lagi dan sudah tak peduli dengan Ibu Melinda.


Ibu Melinda pergi bergegas ke tempat David saat ini berada. David berada di Cafee menunggu Ibu Melinda datang. Ia ingin menceritakan soal kejadian waktu tadi dengan Almira kepada Ibu Melinda di Cafee tersebut.


__ADS_2