Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
SANG MANTAN SUAMI


__ADS_3

IBU Melinda sedang berada di dalam kantor nya dan ia sedang mengoperasikan komputer nya. Pada saat itu suara telepon nya berbunyi,


"Ia ada apa Pak?" Tanya Ibu Melinda kepada bawahan nya.


"Ada orang yang ingin bertemu dengan Ibu."


"Siapa orang itu?" Tanya Ibu Melinda penasaran.


"Orang itu tak menyebutkan nama nya Bu, tapi saat ini orang itu sedang ada diruang tunggu."


"Lelaki apa perempuan? Muda atau Tua?" Tanya Ibu Almira lagi.


"Seorang lelaki sekitaran umur empat puluh lima tahunan Bu." Ibu Melinda merenung sejenak dan mengingat-ingat siapa orang itu.


"Mungkin orang itu adalah orang yang ingin mengajak ku berbisnis. Kalau pun orang itu sudah mengenali ku, harus nya ia sudah menghubungiku sejak tadi." Ibu Melinda pun lalu mendatangi orang itu karena ia penasaran sekali ingin bertemu dengan orang itu.


Tiba dilantai satu kantor itu, Ibu Melinda sedikit mengenali perawakan tubuh lelaki setengah tua itu. Lelaki itu memakai jas kantoran dan rambut nya hitam sedikit keputihan.


"Permisi Pak, apakah Bapak Ada keperluan dengan saya?" Tanya Ibu Melinda berdiri disamping lelaki itu. Pada saat itu lelaki tersebut menoleh ke arah Ibu Melinda. Sesaat Ibu Melinda tak mengenali wajah lelaki itu karena lelaki itu memakai kaca mata hitam.


Setelah kaca mata itu dibuka, lelaki itu berkata.


"Apa kabar Meli?" Tanya lelaki itu dan membuat Ibu Melinda syok.


"Kkk...kau!?" Ucap Ibu Melinda syok karena ia sangat mengenali siapa orang itu.

__ADS_1


"Untuk apa kau datang kemari lagi hah!?" Tanya Ibu Melinda ketus kepada lelaki setengah tua itu.


"Aku hanya ingin bertemu dengan putri ku saja Meli." Jawab lelaki itu.


"Kau tak perlu menemui Almira lagi! Almira sudah tak membutuhkan seorang ayah yang tega menelantarkan keluarga nya!! Pergi kau sana bajingan!!" Bentak Ibu Melinda kesal.


"Sabar dulu Meli, aku datang kemari bukan untuk mengungkit permasalahan kisah masa lalu kita."


"Kehadiran mu didepan ku itulah yang telah mengungkit kembali kisah masa lalu yang kelam itu! Aku sudah berusaha melupakan wajah busuk mu itu, tapi mengapa kau datang kembali padaku lelaki brengsek!! Pergi kau sana!!" Bentak Ibu Melinda sembari memukul-mukul dada lelaki itu.


Semua karyawan kantor itu melihat keributan dilantai satu dan beberapa karyawan lama ditempat itu ada yang mengenali lelaki setengah tua itu.


"Apakah itu mantan suami nya Ibu Meli yang bernama Pak Restu???"


"Iya aku masih mengenali beliau, wajah beliau tetap tampan dan awet muda. Hanya rambutnya saja yang sudah sedikit memutih." Ucap obrolan dari para karyawan lama itu dan ternyata lelaki yang ingin menemui Ibu Melinda adalah SANG MANTAN SUAMI Nya.


"Temukan aku dengan putri ku sekali saja, Meli. Aku ingin memberikan sesuatu kepada nya."


"Kau sudah tak ku anggap ayah nya Almira lagi lelaki bejat!!" Bentak Ibu Almira semakin kasar dan ia menuding kasar mantan suami nya itu.


"Sekali lagi kau muncul dihadapan ku, akan ku laporkan kau kepada polisi bahwa kau ingin menculik anak ku!" Hanya itu saja ancaman Ibu Melinda dan membuat Pak Restu mengurungkan niat nya ingin bertemu dengan anak gadis nya itu.


Ibu Melinda menangis sambil berjongkok dan karyawan wanita banyak yang menenangkan Ibu Melinda untuk tetap bersabar. Pak Restu sudah pergi dari tempat itu dan ia tetap bersikukuh ingin menemui anak nya. Ia berniat akan pergi ke rumah nya Ibu Melinda dan ia yakin pasti anak gadis nya itu ada dirumah nya. Siang hari telah tiba dan David baru saja keluar dari dalam kelas nya. Ia hanya duduk sendirian di kantin dan mencoba ingin menghubungi Ibu Melinda.


Beberapa kali David menghubungi Ibu Melinda, Namun tetap sama sekali tak diangkat.

__ADS_1


"Tumben? Biasa nya dia langsung mengangkat panggilan ku!" David lalu mencoba menghubungi nya lagi, namun kali ini panggilan tersebut tak di angkat juga. Pada saat itu Ibu Melinda sedang berada di dalam ruangan kantor nya. Ia masih menangis menutup wajah nya dengan tisue, ia trauma akan apa yang sudah terjadi pada nya pada masa lalu bersama mantan suami nya itu.


Ponsel Ibu Melinda berdering beberapa kali dan ia sengaja membiarkan nya karena keadaan hati nya yang sedang risau dan kesal.


"Entah apa maksudnya dia datang kembali ke dalam kehidupan ku setelah bertahun-tahun lamanya dia meninggalkan ku dan juga Almira! Dasar lelaki tak punya malu!! setelah tega ia berselingkuh di belakang ku dan menganiaya ku, kini apa maksudnya ia datang kembali dengan alasan ingin menemui Almira? Hixhixhix." Ibu Melinda mengoceh disela tangisan nya itu dan ia beberapa kali memukul meja kerja nya itu dengan keras.


David pun menyerah tak meneruskan panggilan nya itu. Ia sedikit bimbang dengan hubungan nya bersama Almira dan Ibu Melinda.


"Mengapa rasa nya setelah aku mendapatkan wanita yang aku sukai itu, perlahan rasa suka dan cinta itu berubah menjadi bosan?" David tak menyadari bahwa rasa suka dan cinta yang ia alami pada Almira dan Ibu Melinda itu bukan karena cinta yang tulus dari dalam hati nya melainkan suka dan cinta itu karena napsu belaka nya saja.


David pun mencoba membuang pikiran jelek untuk meninggalkan dua wanita yang ia cintai itu.


"Jika aku meninggalkan mereka berdua, akan susah lagi aku untuk membuang hasrat birahi ku ini kepada wanita. Yasudah lebih baik aku jalani saja hubungan ini dengan mereka." Lalu David pun lanjut makan siang nya. Siang itu Ibu Melinda sudah meredakan tangis nya dan mengelap wajah nya memakai tisue. Ibu Melinda masih kesal akan kedatangan mantan suami nya itu dan ia pun mencoba ingin melupakan wajah mantan suami nya itu.


Pada siang itu Almira baru saja selesai makan siang dan ia ingin bermalas-malasan dulu di kamar nya. Suara mobil berwarna hitam berhenti di depan rumah Ibu Melinda dan Pak Nasir mendengar nya. Ia segera bangun dari duduk nya dan melihat ke kaca pos satpam.


'Mobil siapa itu?' Tanya nya dalam hati dan pada saat itu seorang lelaki berpenampilan gagah memakai jas kantoran keluar dari dalam mobil tersebut. Pak Nasir pun keluar dari pos penjagaan itu dan lelaki setengah tua itu menekan bell gerbang itu.


Pak Nasir mendekati gerbang dan membuka lubang pintu itu sambil bertanya,


"Maaf Pak, ada perlu apa dan dengan siapa ya?"


"Apakah Almira ada di dalam Pak Nasir?" Pak Nasir kaget namanya disebut oleh lelaki itu dan semakin kaget lagi dirinya setelah orang itu membuka kacamata hitam nya.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2