Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
KARET PENGAMAN


__ADS_3

DAVID Mencium bibir Wulan yang mulut nya menyebarkan bau alkohol itu dan membuat David semakin di mabuk kepayang. David lalu membuka pakaian minim itu hingga keadaan tubuh Wulan tak mengenakan apapun. David pun segera membuka pakaian nya dan segera memasang KARET PENGAMAN di kejantanan nya.


David pun mulai memainkan aksi nya memanjakan Wulan dengan berbagai cara hingga mereka berdua mendapati keinginan untuk mencapai keindahan yang sesungguhnya. Gelap kelam nya malam itu sama dengan kelam nya isi club malam itu. Kebanyakan dari para pengunjung banyak yang bermesra-mesraan dan beberapa ada yang tak malu-malu melakukan hubungan badan di tempat umum itu.


Masing-masing pengunjung club malam itu masa bodo dan tak memperdulikan hal itu karena seisi pengunjung club malam itu telah setengah nya mabuk. David makin beringas menggarap tubuh montok Wulan dan selanjutnya hanya mereka saja yang tahu kelanjutan nya.


Ke esokan pagi nya Almira sudah bangun dan begitu juga dengan Ibu nya. Almira sudah bersiap-siap untuk berangkat kuliah dan ibu nya akan pergi ke kantor nya. Pagi hari itu tak ada yang membuat mereka curiga terhadap David. Padahal Ibu Melinda dan Almira sama-sama telah menghubungi David untuk bangun pagi. Tapi tak ada jawaban dari David dan kedua nya pun sama-sama diam tak membicarakan soal David. Mungkin Ibu Melinda tak akan sembarangan menyebutkan soal David karena ia takut di curigai oleh anak nya. Almira pun malas untuk menceritakan soal David kepada ibu nya.


Kini Ibu Melinda sudah berangkat ke kantor nya dan Almira pergi ke kampus nya. Mobil Almira sudah tak mogok lagi dan ia kini tiba dikampus nya. Almira buru-buru masuk ke kelas untuk segera menemui David. Namun sayang nya tak ada David dikelas nya, hanya ada teman sekelas lain nya saja yang menyambut kedatangan Almira. Semua nya menanyakan kabar Almira yang sudah beberapa hari tak masuk kelas karena sakit itu.


Tak lama Ibu Puspita masuk ke dalam kelas dan ia melihat Almira.


"Halo Almira apa kabar mu? Apa kamu sudah baikan sekarang?"


"Sudah, Bu." Ujar Almira dengan senyuman khas nya. Lalu Ibu Puspita mencari-cari dimana David berada,


"Dimana David? Apa kamu tak bersama nya Almira?" Almira pun ditatap oleh semua teman kelas nya karena teman sekelasnya sudah tahu bahwa Almira dan David berpacaran.


"Saya tak tahu Bu Puspita."


"Bukankah kalian sering bersama? Masa kamu tak tahu pacar mu itu dimana Almira.


"Saya benar-benar tak tahu Bu, dari pagi saya sudah menghubungi David namun tetap tak ada balasan dari nya."

__ADS_1


"Hmm begitu, yasudah mungkin David sedang ada halangan sampai ia tak bisa masuk kelas. Sekarang kita mulai saja pelajaran nya ini."


"Baik Bu." Ujar semua murid dikelas itu dan kini mereka pun lanjut belajar.


Didalam kamar penginapan diskotik tempat David dan Wulan berada, kedua nya masih tertidur dengan lelap nya. Keadaan kedua nya tanpa pakaian dan David tidur dengan memeluk Wulan dari bawah. Mata David tak lama terbuka dan ia masih belum menyadari bahwa hari itu ia harus masuk kuliah. Wulan masih tertidur menindih tubuh nya dan kemudian David menyingkirkan Wulan pelan-pelan ke sampingnya.


Wulan tak terusik sedikit pun dari tidur nya karena efek alkohol yang masih kuat pada diri nya. David segera mengecek ponsel nya dan ada banyak panggilan tak terjawab serta pesan WhatsApp yang belum di baca. David melihat jam menunjukkan pukul sembilan pagi dan ia langsung terkesiap bangun.


"Astaga aku harus masuk kuliah hari ini!!" David lalu buru-buru memakai pakaian nya kembali. Saat itu Wulan perlahan membuka mata nya dan dengan suara lemas ia berkata,


"Kamu mau kemana sayang buru-buru sekali?"


"Aku harus masuk kuliah dulu." Lalu David segera keluar kamar itu.


"Tunggu aku sayang..." Wulan ingin bangun, namun tubuh nya masih lemas dan tubuh nya jatuh kembali diranjang.


David tak memperdulikan panggilan Wulan dan ia terus saja pergi sampai ia tiba di tempat penjaga penginapan.


"Hei Mas mana Mbak Wulan nya?" Tanya satpam yang semalam.


"Dia masih tertidur, berapa biaya penginapan ini?" Ujar David seraya membuka dompet nya.


"Semalam tiga ratus ribu mas." David segera membayar nya dan ketika ia tiba di lantai satu club malam. David dipanggil oleh penjaga bar itu karena semalam ia pesan minuman belum di bayar. David pun membayar nya segera, lalu setelah itu ia segera pergi ke mobil nya untuk pergi ke hotel apartemen nya.

__ADS_1


David masih mengantuk dan ia tetap fokuskan untuk menyetir mobil nya. David masih terbayang soal kenikmatan yang dirasakan nya bersama Wulan di malam itu. Ia pun segera ingat bahwa ia lupa meminta nomor ponsel nya Wulan.


"Aduh sial! Mengapa aku lupa meminta nomor ponsel nya? Apa aku harus putar balik kembali untuk menemui nya lagi? Tapi perjalanan ku ini sudah dekat dengan apartemen ku. Hmm yasudah nanti saja jika aku ada waktu aku akan pergi ke club malam itu lagi, Wulan bilang setiap malam ia selalu ada diskotik itu." Mobil David kini sudah tiba di parkiran hotel.


Lalu ia buru-buru masuk ke dalam hotel dan melewati dua satpam kocak yang selalu setia menjaga pintu hotel itu setiap hari.


"Liat deh cowok itu Son, muke nya kusut banget. Apa die habis nyebur ke kali ye?"


"Mana gue tau Bud, mungkin saja dia baru bangun tidur karena Muke nya terlihat sayu."


"Memang nya dia tidur dimana? Kan die selama ini tinggal dihotel ini?"


"Mungkin die tidur dirumah pacar nya, bisa jadi kan semalaman mereka beradu akting diranjang."


"Gundul mu beradu akting Son."


"Hahaha..." Budi tertawa dan segera dibentak oleh atasan nya.


"Hei menatap kau tertawa keras begitu Budi!?"


"Maa...maaf Pak." Ujar Budi segera menunduk meminta maaf dan Soni hanya tertawa ditahan saja.


David kini sudah tiba dikamar nya dan ia melihat lagi waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh.

__ADS_1


"Percuma saja aku sekarang masuk kampus, pasti jam pelajaran sudah telat. Nanti saja aku akan hubungi Ibu Puspita untuk beralasan mengapa aku tak bisa masuk hari ini." David pun lanjut tidur lagi karena dirinya masih mengantuk.


Dikamar hotel nya Wulan, ia paksakan bangun dan memakai pakaian. Mungkin masih dalam keadaan mabuk, ia lupa memakai penutup dada nya. Wulan keluar sambil membawa tas kecil nya dengan jalan tertatih merayapi dinding penginapan itu. Tiba di tempat satpam penjaga penginapan, Wulan menanyakan soal David dan mata satpam itu sejak tadi mendelik melotot menatap dua buah dada yang montok itu tersumbul ujung nya dipakaian tipis nya itu.


__ADS_2