Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
BERITA PAGI


__ADS_3

DAVID Masih menyaksikan BERITA PAGI ditelevisi itu dan ada laporan juga soal tes urine para tersangka itu bahwa semua nya positif mengidap penyakit HIV.


'Berarti memang benar! Aku telah tertular penyakit HIV itu dari Mbak Wulan itu! Untung aku segera cepat ditangani, jika tidak mungkin saat ini aku sudah mati!' Batin David berbicara seperti itu karena ia merasakan bagaimana sakit nya ketika terkena penyakit HIV itu.


Untuk menelan makanan saja cukup sulit bagi David, tapi rasa sakit itu tetap tak dirasa oleh David. Makanya David sangat menyesali perbuatannya itu waktu ia menceritakan segala nya itu kepada Ibu Melinda. Kini David sudah kapok dan tak mau mencoba-coba lagi terhadap wanita diluaran sana. Ia masih menyaksikan berita ditelevisi tersebut dan diperkirakan korban dari penyebaran penyakit HIV itu hampir sepuluh orang.


"Berarti aku juga ikut termasuk korban jika aku melapor soal penyakit itu!" David merasa ngeri dan ia nampak kasihan terhadap nasib Wulan yang kurang beruntung itu.


Saat itu Almira mulai terbangun dari tidur nya dan ia membuka mata melihat suami nya itu ada disamping nya.


"Pagi sayang." Ujar Almira langsung memeluk David dan David lalu mencium kening Almira.


"Pagi juga sayang."


"Kamu sedang nonton apa sayang?" Tanya Almira penasaran.


"Itu soal berita club malam yang dulu viral itu sayang." Almira menajamkan pandangan nya dan melihat nama club malam itu.


"Oh iya itukan club malam yang dulu viral karena pemilik nya menyelundupkan narkoba sayang."


"Iya memang sayang, tapi kasus nya ini merambah banyak. Ada sekitar tujuh orang tersangka dan mereka positif HIV semua." Seketika Almira menatap David dan bertanya,


"Berarti penyakit mereka itu hampir sama dengan yang kau derita waktu itu sayang."


"Iya sayang." Ujar David dan Almira hanya manggut-manggut.


David tak banyak bicara lagi karena ia fokus menonton berita itu lagi. Saat itu Almira segera pergi ke kamar mandi untuk mandi dan setelah itu ia akan sarapan pagi. Saat itu Pak Asep sudah tiba dikantor Ibu Melinda dengan membawa beberapa anak buah nya untuk mendekorasi ruangan kantor nya Ibu Melinda itu. Setiba diruangan kantor Ibu Melinda, Pak Asep segera bekerja bersama dua rekan nya itu.

__ADS_1


Ibu Melinda tetap duduk ditempat kerja nya sambil mengawasi pekerjaan tukang-tukang itu. Ibu Melinda sudah mempercayai pekerjaan itu kepada Pak Asep dan jika ia sedang tak ada dikantor. Pak Asep yang mengatur pekerjaan itu sampai Ibu Melinda tiba dikantor itu lagi.


"Pak Asep saya mau keluar dulu sebentar, pekerjaan ini saya serahkan kepada Pak Asep."


"Baik Ibu Meli." Ujar Pak Asep dan kini Ibu Melinda sudah keluar ruangan nya.


Ia ingin mengecek pekerjaan karyawan nya itu dan sengaja keluar dari ruangan kantor itu karena ia takut sesuatu. Ibu Melinda merasa perlu tetap waspada terhadap Pak Asep dan kedua anak buah nya itu. Meskipun Ibu Melinda bisa saja melaporkan perbuatan mesum mereka kepada nya jika benar mereka akan melakukan perbuatan mesum itu pada Ibu Melinda. Ibu Melinda hanya waspada saja jika kemungkinan itu terjadi, sebab hanya ia seorang diri di ruangan itu dan tak akan ada orang yang tau.


Tapi pikiran jelek itu segera dibuang jauh-jauh karena Ibu Melinda sedang mengobrol dengan salah satu pegawai yang berwajah tampan. Semenjak Ibu Melinda ada diruangan itu, semua karyawan nampak segan melihat Ibu Melinda. Ibu Melinda dulu nya memang keras kepala dan lebih mementingkan diri nya sendiri.


Tapi kali ini sudah berbeda, Ibu Melinda sudah mulai membaik dan sikap nya pun cenderung lemah lembut tak seperti sebelumnya. Ibu Melinda sedang memberi tahukan bahwa anak nya yang kemarin waktu menikah dengan David itu tengah hamil. Para karyawan semuanya perlahan mulai menyukai sipat ibu Melinda yang sudah banyak berubah itu.


Dirumah Ibu Melinda, Almira sedang sarapan pagi dan David sedang pergi keluar. Ia ingin mengobrol dengan Pak Nasir sambil iseng cari udara segar dipos satpam itu.


"Halo Pak Nasir, sedang apa?" Tanya David waktu pergi ke pos pak Nasir.


Lalu David melihat ke dalam dan benar juga Pak Nasir sedang bermain catur lewat ponsel nya. David hanya geleng-geleng kepala saja melihat Pak Nasir nampak serius bermain sendirian dan ia lalu menawarkan diri untuk ikut bermain bersama Pak Nasir. Pak Nasir menerima nya dengan senang hati dan disaat itulah mereka bermain catur seraya mengobrol membahas soal tempat tinggal Pak Nasir karena David ingin tahu dimana alamat tempat tinggal nya Pak Nasir.


"Memang nya Pak Nasir orang mana?"


"Saya masih orang sini Den."


"Oh begitu, lalu sudah berapa lama Pak Nasir bekerja disini?"


"Kurang lebih dua puluh tahunan den."


"Berarti sudah hampir seumuran dengan Almira ya Pak."

__ADS_1


"Benar Den, semenjak Non Almira belum lahir pun saya sudah bekerja di sini." David hanya manggut-manggut saja mendengarkan ucapan Pak Nasir itu.


"Apa menurut Pak Nasir wajah Ibu Melinda itu cantik apa tidak???"


"Sudah jelas sangat cantik Den. Lelaki buta yang bilang Ibu Melinda itu Jelek." Ujar Pak Nasir nampak heran dan David hanya tersenyum saja melihat wajah Pak Nasir yang seperti orang bingung itu.


"Mengapa Pak Nasir seperti orang bingung begitu...???" Tanya David ingin tahu dan Pak David berkata hanya bingung saja soal pertanyaan David tadi.


"Aku menanyakan hal itu tadi hanya sekedar iseng untuk memulai obrolan saja Pak Nasir."


"Ouh begitu..." Ujar Pak Nasir manggut-manggut dan mereka kini lanjut bermain catur lagi sambil meneruskan obrolan mereka.


Almira kini sudah selesai sarapan dan ia lalu pergi kembali ke kamar nya untuk menemui suami nya. Saat tiba dikamar David sudah tak ada di dalam dan Almira menemukan Ponsel David tergeletak diranjang.


"David kemana? Mengapa ponsel nya ia tinggal?" Ujar Almira heran dan saat itu ada notif pesan masuk di ponsel David. Almira penasaran itu notif pesan WhatsApp dari siapa dan ia lalu melihat nya.


"Siapa ini? Kok namanya Sayang?" Almira ingin membuka ponsel David, tapi ponsel itu terkunci memakai sidik jari nya David.


Almira mulai punya pikiran jelek soal David dan ia berpikir.


"Jadi selama ini dia telah mempunyai wanita lain selain aku!? Aku ingin melabrak nya tapi jika aku melakukan itu, aku tak akan tahu siapa wanita ini! Lebih baik sekarang aku harus berpura-pura tak tahu saja dan nanti aku akan melihat isi ponsel David setelah ia tidur nanti malam!" Almira meletakkan ponsel itu lagi ditempat nya dan pesan itu berisi pertanyaan soal David sedang apa dari seorang perempuan dengan nama 'Sayang' itu diponsel nya David.


...*...


...*BERSAMBUNG*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2