
DIRUANGAN Kerja kantor nya Ibu Melinda masih dalam tahap renovasi dibeberapa titik sudut ruangan. Ibu Melinda menginginkan ruangan kantor itu seperti layak nya kamar pribadi. Ia memiliki ide tersebut karena ia menginginkan kantor tersebut sebagai nanti tempat ia dan David berkencan dikala kedua nya ingin bercumbu.
Di dalam pos Satpam nya Pak Nasir, David masih asyik bermain catur dengan Pak Nasir. Disela mereka berdua sedang fokus mencari jalan bidak catur masing-masing dipapan catur tersebut, Terlintas dipikiran David untuk menanyakan soal keluarga Ibu Melinda kepada Pak Nasir.
"Pak Nasir kan sudah lama ya bekerja disini, apa Pak Nasir tahu soal perceraian yang dulu pernah dilakukan oleh Ibu Melinda dan juga mantan suaminya itu pemicu nya karena apa...???" Pak Nasir memandang wajah David dengan bingung dan penuh dengan keragu-raguan.
"Tak usah bingung dan ragu begitu Pak Nasir, saya tak akan membocorkan persoalan ini pada siapa pun. Saya berjanji!"
"Bukan begitu Mas, Bapak hanya takut Non Almira tahu saja."
"Tak usah takut pada Almira Pak, Almira sudah tahu segalanya soal Ibu dan ayah nya itu." Pak Nasir nampak ragu-ragu dan ia lalu bertanya,
"Memang nya Mas David untuk apa ingin tahu soal itu???"
"Saya hanya penasaran saja Pak Nasir, bisakah bapak ceritakan saja walau sedikit?"
"Baiklah, tapi Mas David janji ya tak akan bicara pada siapapun?"
"Saya berjanji Pak." Ujar David memasang wajah serius.
"Baiklah." Ujar Pak Nasir kini percaya dan ia lalu lanjut mengucapkan kata tentang masa lalu majikan nya itu kepada David.
"Ibu Melinda bercerai dengan Pak Restu karena akibat adanya perselingkuhan yang dilakukan oleh Pak Restu. Tapi sebelum kejadian itu, Mereka berdua sering ribut-ribut dan beradu mulut mempermasalahkan perihal masalah pribadi masing-masing." David masih terdiam mendengarkan Pak Nasir bercerita.
__ADS_1
Kemudian Pak Nasir lanjut berkata lagi,
"Saya kira pertengkaran mereka berdua hanya sebatas pertengkaran kecil didalam rumah tangga dan itu hal yang wajar bagi saya. Tapi yang membuat saya bingung adalah soal pertengkaran itu malah semakin menjadi-jadi. Setiap malam pasti ada saja ribut-ribut kecil adu mulut dan saya hanya mendengar suara teriakan Ibu Melinda marah-marah pada suami nya dan berulang kali Pak Restu pergi dari rumah. Pak Restu kebanyakan lebih mengalah daripada melawan ucapan Ibu Melinda yang kasar itu."
"Kasar bagaimana menurut Pak Nasir?" Pak Nasir menatap wajah David seraya menjawab nya.
"Ibu Melinda orang yang galak dan saya pun seringkali kena bentakan jika telat membuka gerbang rumah ini. Kata-kata kotor kerap ia lontarkan jika ia sedang marah dan terkadang para pembantu rumah nya pun sering terkena imbas kemarahan nya juga."
"Hmm begitu rupanya, berarti selama ini Ibu Melinda baik hanya padaku saja." Ujar David dan kemudian Pak Nasir yang mendengar ucapan David pun berkata,
"Saya pun tak paham mengapa Ibu Melinda bisa selunak itu pada Mas David. Padahal ia adalah orang yang judes dan jutek pada lelaki." David tersenyum kepada Pak Nasir seraya berkata,
"Perempuan sejudes dan segalak apapun akan tunduk jika sudah berhadapan dengan saya Pak Nasir. Buktinya Ibu mertuaku itu tak pernah sekalipun membentak saya bukan???"
Kemudian David bertanya lagi kepada Pak Nasir,
"Lalu pokok permasalahan dari kedua nya itu apa Pak Nasir? Apa masalah Ranjang atau ekonomi?"
"Kalau soal masalah ekonomi sudah jelas mustahil karena mereka berdua orang kaya." Ucap Pak Nasir dan David sudah bisa menyimpulkan akan jawaban nya itu.
"Berarti akibat pertengkaran mereka berdua itu akibat masalah Ranjang begitu Pak Nasir???"
"Benar Mas David, saya pernah mendengar bahwa Ibu Melinda memaki Pak Restu karena Pak Restu selalu tak pernah membuat nya puas ketika bercinta."
__ADS_1
"Hmm begitu rupanya, tapi katanya penyebab kedua nya bercerai juga akibat watak Ibu Melinda yang tak mau mengurus soal keperluan suami nya juga bukan???" Pertanyaan David itu segera dijawab oleh Pak Nasir.
"Semua berawal dari Pak Restu yang sudah tak bisa memuaskan hasrat batin nya Ibu Melinda lagi Mas. Sewaktu kedua nya masih belum mempunyai anak, keduanya sangat harmonis dan romantis. Saya tak pernah mendengar suara pertengkaran adu mulut dari sepasang suami istri itu. Tapi setelah Non Almira lahir, semua nya perlahan mulai berubah dan sampai pertengkaran dan perpisahan pun terjadi." David hanya manggut-manggut saja mendengar CERITA PAK NASIR Soal rumah tangga Ibu Melinda itu retak karena apa.
Sekarang baru David ketahui bahwa penyebab perceraian dari Ibu Melinda dan juga Pak Restu itu bukan karena watak galak dan judes nya Ibu Melinda terhadap Pak Restu. Melainkan karena permasalahan ranjang didalam hubungan rumah tangga mereka. David mengira tak mungkin Pak Restu seloyo itu dalam melayani gairah mantan istri nya itu karena terbukti kuat Pak Restu kini telah berkeluarga dan mempunyai anak.
Hal itulah yang membuat David memahami bahwa Ibu Melinda menginginkan kepuasan batin yang besar dari seorang lelaki dan mungkin saja Pak Restu sudah memberikan apa yang diharapkan mantan istri nya itu tapi Ibu Melinda tetap tak merasa puas. Maka dari itu David sudah tak merasa heran lagi jika Ibu Melinda seringkali meminta jatah dipuaskan batin nya oleh David karena Ibu Melinda termasuk orang yang memiliki kelainan Hypersex.
Obrolan dari kedua nya itu tak jadi dilanjutkan karena Almira datang ke pos satpam itu dan membuat David bertanya.
"Ada apa sayang???"
"Aku bosan dirumah sayang, aku ingin jalan-jalan."
"Mau jalan-jalan kemana sayang? Aku sedang malas pergi keluar." Almira memasang wajah cemberut dan segera pergi kembali ke dalam rumah.
David cuek saja terhadap tingkah laku Almira itu dan Pak Nasir yang melihat hal itu berkata,
"Apa Mas David tak kasihan kepada Non Almira yang cemberut seperti tadi?"
"Biarkan saja Pak Nasir, nanti juga Almira baik sendiri kok." Pak Nasir hanya diam saja dan tak ikut campur urusan David dan Almira lagi. Mereka berdua lanjut bermain catur lagi sampai kedua nya sama-sama lelah dalam bermain catur tersebut.
Almira mendengus kesal terhadap suami nya itu dan ia kini mengurung diri dikamar.
__ADS_1
"Mengapa dia sekarang sangat cuek kepadaku!? Dia sudah tak seperti David yang aku cintai dulu!" Almira mulai ingat akan pesan WhatsApp diponsel nya David dan ia pun sudah tak memikirkan resiko nya. Almira lalu mengambil ponsel itu dan kembali pergi ke pos satpam untuk menemui David.