Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
PENYESALAN DAVID


__ADS_3

DAVID Lalu bertanya lagi kepada Ibu Melinda.


"Apa Almira tak curiga terhadap mu?"


"Curiga bagaimana???" Tanya Ibu Melinda.


"Curiga soal kau bisa tahu dimana apartemen ku itu. Pasti Almira akan mencurigai hal itu pada mu sayang."


"Ia tak tahu soal itu, sebab ketika kau susah dihubungi olehku. Aku segera kemari untuk menengok keadaan mu dan ternyata Almira pun ikut datang ke apartemen mu. Untung dia lebih dulu datang, jadi aku tak diketahui oleh nya bahwa aku sedang ada di sana."


"Hmm begitu, sejak pagi aku hanya melihat ponsel ku sebentar saja dan aku melihat kau dan Almira menghubungi ku. Tapi keadaan ku sangat lemas sekali dan akhirnya aku langsung tertidur."


"Pantas saja..., Oh iya aku ingin tahu soal wanita itu. Siapa nama nya dan tinggal dimana dia...???"


"Aku hanya tahu nama nya dan tak menanyakan soal dimana ia tinggal."


"Siapa nama wanita itu???" Tanya Ibu Melinda penasaran.


"Namanya Wulan dan ia adalah seorang janda yang belum mempunyai anak."


"Hmm begitu, lalu sedang apa dia di dalam diskotik sana...???"


"Kata nya dia hanya ingin menenangkan diri dan menghilangkan stress saja. Hampir setiap malam dia nongkrong disana dan berharap ada lelaki yang tertarik padanya dan mau menikahi nya.


"Lalu kau tertarik ingin menikahi wanita lacur itu???" Tanya Ibu Melinda menyebut Wulan dengan sebutan 'Pelacur'.


"Aku tidak tertarik untuk hal seperti itu, aku hanya tergoda oleh kemolekan tubuh nya saja. Hanya itu yang membuat ku tertarik dengan nya, tapi setelah kami selesai bercinta. Rasa tertarik itu hilang begitu saja dan aku hanya merasa puas saja, tak ada perasaan yang membuat ku untuk memiliki wanita itu."


"Nafsu memang membutakan segala nya, yang penting saat ini kau harus kapok dengan kelakuan mu itu David dan jangan mengulangi nya lagi. PENYESALAN Selalu datang terlambat DAVID!"


"Iya sayang, terima kasih kau sudah memberi ku pencerahan." Ujar David dan Ibu Melinda pun berkata,

__ADS_1


"Semoga kau cepat sembuh David, jangan banyak memikirkan hal apapun dulu. Fokus pada kesembuhan mu dulu agar nanti kau bisa masuk kampus lagi. Ingat masa kuliah mu masih tinggal berjalan beberapa Minggu lagi dan kau harus menghadiri masa Wisuda mu nanti. Setelah itu acara pernikahan mu dengan Almira, aku akan memastikan tanggal dan waktu nya kapan." Saat itu pintu ruangan itu terbuka dan Almira masuk sembari membawa kasur lantai kecil khusus untuk satu orang.


"Kau sudah datang Mira." Ujar Ibu Melinda dan Almira berkata,


"Sudah Mah, sekarang Mamah bisa pulang."


"Baiklah jika begitu, Mamah pamit dulu. Tapi bagaimana soal cek kesehatan mu kata dokter tadi???"


"Almira baik-baik saja Mah, tak ada penyakit apapun di dalam diri Almira. Hanya soal kandungan Almira saja yang dokter katakan tadi."


"Lalu bagaimana soal kandungan mu itu???"


"Kandungan Almira baik-baik saja."


"Syukurlah kalau calon anak ku baik-baik saja." Ujar David seketika berbicara dan Almira terkejut. Sebab ketika Almira masuk ke dalam ruangan itu, David memejamkan mata nya berpura-pura tidur.


"Kau sudah siuman sayang? lalu bagaimana dengan keadaan mu?" Tanya Almira segera mendekati David dan ia pun merasa senang bercampur haru.


"Sebaiknya kau jangan bergerak dulu sayang, biarkan tubuh mu untuk istirahat dulu."


"Iya sayang, terima kasih atas perhatian mu." Ujar David kepada Almira dan Almira hanya membalasnya dengan senyuman penuh keharuan.


Ibu Melinda masih ada di situ dan berdiri menatap mereka berdua, ia segera ingat akan Almira yang nanti akan menemani David diruangan itu.


"Besok kalian kan harus masuk kuliah bukan?" Almira menganggukan kepala nya.


"Sebelum pulang Mamah akan menghubungi Ibu Puspita dulu untuk memberitahu soal kalian berdua." Lalu Ibu Melinda menghubungi Ibu Puspita, Dosen yang menjadi ketua kelas nya David dan juga Almira.


Tak lama Ibu Puspita mengangkat panggilan video call tersebut. Ibu Melinda pun menceritakan soal sakit nya David dan Almira yang ikut menjaga David ketika David sedang sakit. Ibu Melinda pun memperlihatkan David yang sedang berbaring diranjang itu dan Almira duduk sambil menatap ke arah ponsel Ibu nya.


Ibu Puspita pun menanyakan soal perihal sakit nya David dan Ibu Melinda menutupi kejadian sebenarnya. Ibu Melinda berkata bahwa David sakit karena kecapekan pulang dari Surabaya waktu hari libur kemarin. Ibu Puspita memaklumi nya dan ia sudah diberitahu soal hubungan David serta Almira oleh Ibu Melinda bahwa mereka berdua sudah lama berpacaran.

__ADS_1


Ibu Puspita sudah akrab dengan Ibu Melinda dan mereka pun membahas soal pelajaran nilai Almira ketika dikelas. Ibu Puspita pun memberitahu tahukan hal tersebut dan Ibu Melinda nampak senang anak nya bisa belajar dengan baik dengan nilai yang bagus. Setelah mereka saling basa-basi, Kemudian mereka mengakhiri panggilan ponsel tersebut.


Almira dan David sudah di izinkan tak masuk kelas karena alasan David sakit parah seperti itu. Saat itu Ibu Melinda teringat akan orang tua nya David.


"Apakah Tante harus memberitahukan soal keadaan mu ini kepada kedua orang tua mu David?"


"Tak perlu Tante, nanti mereka panik dan cemas jika aku dalam keadaan seperti ini. Biarkan saja mereka tak tahu."


"Yasudah kalau begitu, Tante pamit pulang dulu. Mamah pulang dulu Mira."


"Baik Mah." Ujar Almira dan David hanya diam saja menatap kepergian Ibu Melinda.


Setelah Ibu Melinda keluar dari dalam ruangan itu untuk pulang ke rumah nya, Kini Almira menatap David untuk menanyakan beberapa hal yang membuat hati nya tertekan.


"Aku ingin tahu soal penyakit yang kau derita ini sayang, bagaimana kau bisa tertular penyakit seperti ini?"


"Aku juga tak tahu bagaimana tadi nya bisa begini."


"Kemarin malam kau bilang sedang ada janji dengan teman mu bukan?" David menganggukkan kepala nya.


"Dimana kau bertemu dengan teman mu itu?" Tanya Almira bernada serius dan David tak punya alasan lain untuk berbohong.


"Teman ku mengajak ku nongkrong di club malam dan aku hanya mengobrol saja dengan mereka."


"Club Malam? Pasti disana banyak Wanita-wanita cantik dan seksi kan?" Tanya Almira lagi semakin serius.


"Memang, tapi aku sama sekali tak tertarik pada mereka. Aku hanya mengobrol saja dan meminum minuman disana."


"Jadi kau minum alkohol juga?"


"Aku tidak ingat, soalnya diclub malam itu keadaan nya remang-remang. Jadi aku tak tahu aku minum apa saat itu. Bisa jadi Alkohol atau racun, aku tak bisa memastikan nya karena sepulang dari sana badan ku lemas." Almira mengerutkan dahi nya seraya berkata.

__ADS_1


"Racun...???" Hanya itu kata yang keluar dari Almira dan David diam saja melihat expresi Almira menegang seperti itu.


__ADS_2