Mertuaku Selingkuhanku

Mertuaku Selingkuhanku
PERDEBATAN


__ADS_3

UCAPAN Dari cerita David yang mendekati kebohongan itu telah memperdaya pikiran Almira. Bahwasanya Almira orang nya mudah percaya dan terpengaruh kata-kata suatu kejadian yang sama sekali belum pernah ia saksikan sendiri. David pun mencoba meyakinkan kata-kata nya lagi supaya Almira seratus persen percaya pada ucapan nya.


"Tega sekali teman mu itu jika mereka berniat meracuni dirimu sayang! Mengapa tidak kau laporkan saja mereka kepada polisi? Aku masih ingat apakah temanmu itu anak kampus disekolah kita?"


"Bukan, mereka anak kampus waktu aku berkuliah di surabaya. Mereka teman sekelas ku dan aku sudah akrab dekat dengan mereka. Tapi entah mengapa mereka berniat ingin mencelakakan aku, padahal aku tak pernah salah kepada mereka." David berbohong dan berdalih menyalahkan teman-teman nya itu.


Almira semakin terbakar hati nya dan berkata,


"Kita laporkan saja teman-teman mu itu ke kantor polisi sayang! Biar tahu rasa mereka!"


"Sudah biarkan saja, aku tak punya bukti yang kuat."


"Tapi bukti nya kau sekarang sakit keras bukan???" Tanya Almira semakin keras.


"Memang benar, tapi polisi perlu barang bukti yang valid. Ingat loh barang bukti, bukan orang nya yang menjadi bukti sayang. Nanti para tersangka akan mengelak jika mereka ditangkap dan barang bukti tak ditemukan. Kecuali gelas yang aku minum itu masih ada dan bisa dipastikan barang bukti itu sangat valid. Tapi kau tahu sendiri, kejadian ini sudah sehari yang lalu dan tak mungkin barang bukti akan ditemukan lagi."


"Kalau begitu hubungi saja teman-teman mu itu, biar aku bicara pada mereka! Mana ponsel mu!?" Tanya Almira dan David nampak sedikit kesal terhadap tingkah laku Almira yang seperti itu.


"Sudah-sudah sayang jangan memaksakan diri! PERDEBATAN Ini tak ada guna nya! Yang penting aku sudah baikan sekarang! Mengapa kamu malah bersikap tak sabaran sih...?! Jangan membuat ku semakin sakit Mira! kamu harus lihat kondisi ku ini sekarang!!" Tegas David dan membuat Almira bungkam seketika.


David menatap bola mata Almira yang sedikit sembab oleh air mata itu dan berkata,

__ADS_1


"Aku melakukan ini karena aku sayang padamu David!"


"Aku menghargai tindakan mu itu Almira, tapi kau juga harus bisa melihat kondisi kita dulu. Jika kau menuntut akan membawa hal ini ke kantor polisi, yang ada nanti kuliah kita bermasalah dan pasti wisuda kita akan tertunda. Ingat masa depan kita, jangan mendahulukan ke egoisan semata hanya untuk mengungkapkan hal yang belum pasti benar! Kau paham kan perkataan ku ini Mira?" Almira pun menunduk sambil berkata,


"Maafkan aku..." Hanya itu yang dikatakan oleh Almira dan David segera menarik lengan Almira ke dekat nya.


Almira paham maksud David dan Almira merebahkan kepala nya di dada David. Tangan David mengusap-usap rambut pirangnya Almira yang halus itu. Almira duduk dikursi dan tangan nya memeluk tubuh David. Tangan David mengusap-usap rambut Almira seraya berkata,


"Sudah tenangkan dirimu dulu sayang."


"Iya sayang." Ujar Almira merasa nyaman berada di pelukan David. Semakin lama mereka berdua saling bungkam, pada akhirnya kedua nya tertidur dengan lelap nya.


Malam semakin larut dan jam dinding di ruangan itu telah menunjukkan pukul jam dua dini hari. Almira terbangun karena merasakan tubuh nya dingin. Lalu ia segera mengambil selimut untuk menutupi tubuh David. Saat itu David sudah tertidur dengan lelap nya dan Almira lalu tidur lagi dibawah memakai kasur lantai.


"Sepertinya sudah saat nya aku untuk tidur, bisa sakit aku lama-lama jika keseringan begadang." Lalu Ibu Melinda menutup laptop nya dan mulai tertidur.


Ke esokan hari nya dan diperkirakan masih jam enam pagi, Ada perawat yang masuk ke dalam ruangan David untuk mengecek kondisi David. Saat itu Almira masih pulas tertidur, kemudian Almira dibangunkan oleh perawat itu. Almira bangun dan segera buru-buru membereskan tempat tidur nya. Ia memperhatikan perawat itu menyuntikan jarum suntik ke infusan nya David. Saat itu David masih tertidur juga dan tak lama perawat itu berkata,


"Nanti sarapan untuk pasien sebentar lagi tiba, ini obat yang harus di minum untuk pagi ini Mbak." Almira menerima obat itu dan kemudian perawat itu pergi kembali ke ruangan nya.


Almira masih mengantuk dan ia lalu menaruh obat itu dimeja pasien. Almira lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka nya dan dipagi hari itu Ibu Melinda sudah bangun dari tidur nya. Ia berencana akan membawa sarapan untuk Almira ke rumah sakit itu, sekalian ia akan berangkat pergi ke kantor nya. Setelah pembantu itu menyiapkan sarapan untuk Ibu Melinda dan untuk bekal Almira sarapan, Ibu Melinda segera sarapan. Setelah itu ia segera pergi ke rumah sakit dan tiba di sana jam tujuh pagi.

__ADS_1


Almira sudah keluar dari dalam kamar mandi dan ia masih menunggu makanan untuk sarapan David. Tepat jam tujuh pagi, sarapan untuk pasien itu tiba. Setelah Almira menerima nya, ia segera mendekati David. Saat itu David sudah bangun dan keadaan nya sudah cukup membaik. David sudah bisa bangun untuk duduk, walau harus dibantu oleh Almira.


Almira lalu menyuapi David dengan bubur dan David makan pelan-pelan. Tenggorokan David masih agak sakit ketika menelan, maka harus dibantu dengan air minum. Saat itu Ibu Melinda sudah tiba diruangan itu dan melihat Almira sedang menyuapi David.


"Ehh...Mamah." Ujar Almira agak terkejut.


"Ini Mamah membawakan sarapan untuk mu sayang." Lalu Ibu Melinda pun memberikan Tupperware berisi sarapan untuk Almira.


Almira menerima nya setelah ia memberi minum David.


"David sudah makan dan tinggal minum obat saja Mah."


"Oh begitu, yasudah kamu makan dulu biar Mamah yang meminumkan obat untuk David." Almira menurut saja dan ia segera makan karena perut nya sudah lapar.


"Bagaimana kondisi tubuh mu David?"


"Sudah cukup membaik Tante." Ujar David dan Ibu Melinda pun melihat wajah David sudah tak sepucat sebelum nya. Bibir nya pun tak sebiru seperti waktu malam sebelumnya dan cenderung sudah mulai merah normal lagi.


"Semoga kamu cepat sembuh, ini minum obat nya dulu." Lalu Ibu Melinda memasukan obat itu ke mulut David dan kemudian memberikan David minum.


Pemandangan seperti itu hanya dianggap hal yang biasa saja oleh Almira karena David adalah calon menantu nya dan tak ada rasa cemburu sama sekali didalam hati nya itu. Setelah David minum obat, kemudian Ibu Melinda pamit kembali karena ia harus pergi kantor nya.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2